Friday, 29 September 2017

Mawar Berduri Dan Kuatnya Keyakinan

Pernah seorang pelatih memberikan tugas kepada peserta yang terdiri dari anak-anak SMA untuk membuat gambar yang menjelaskan tentang siapa diri mereka. Kalau ada yang bermaksud menggambar cita-cita, gambarlah cita-cita. Kalau ada yang hendak menggambar untuk menjelaskan sebuah keluarga, maka gambarlah keluarga.

Acara menggambar dimulai, maka semua peserta mengeluarkan jiwa imajinasi yang kreatif. Bereksplorasi dengan karya yang mungkin bisa disebut asal-asalan. Sebab tak sedikit dari mereka sambil bercanda ria bersama teman disampingnya.

Thursday, 28 September 2017

Kehidupan Hanya Seperti Tiga Hari

“Mau berapa lama hidup di dunia?”

Pertanyaan diatas mungkin terasa aneh. Sebab kita tak ada yang tahu satupun bakal meninggalkan dunia. Tapi sepertinya kalau ditanya tentang tinggal berapa lama singgah disuatu tempat, tentu pertanyaan itu akan mudah dijawab. Dunia yang kita singgahi ini, menurut Hasan Al-Bashri, Ulama Besar Tabi’in, adalah seperti tiga hari saja.
Kenapa hanya tiga hari?

Wednesday, 20 September 2017

Satu Malam Bersama Ulama


Kita kadang terbetik untuk berfikir bagaimana para toko besar menjalani kehidupan. Berinteraksi sosial sesama teman, tetangga dan saudara serta muslimin lainnya, tentu bagian dari kehidupan yang tak terpisahkan. Kesempatan pun Allah beri sama seperti kita, sehari 24 jam. Namun ada satu hal yang bisa menjadi perbedaan besar, atau jurang terpisah antara kita dengan mereka.

Maka sangat-sangat wajar para tokoh dan juga Ulama besar memiliki ilmu dan agama yang begitu kuat. Dalam masalah waktu nampak begitu "pelit". Bagi mereka kesempatan yang ada terlalu berharga untuk disia-siakan.

Bahkan disaat yang seharusnya bisa digunakan untuk istirahat sebagaimana manusia pada umumnya, tapi justru digunakan untuk sesuatu hal demi kemaslahatan agama dan umat. Sama sekali tak terlintas jika yang mereka lakukan mungkin bisa mempengaruhi fisik, atau apa saja yang membuat badan menjadi semakin lelah.

Saturday, 9 September 2017

Jangan Takut Bermimpi





“Mari sampaikan harapan-harapan kita”

Serempat 4 pemuda dari anak-anak sahabat mulia Rosul, membuka halaqoh mereka di dekat Hijr Ismail.

Mereka tengah membuat majelis cita-cita. Seperti kita dulu saat duduk di sekolah dasar. Pasti pernah oleh salah seorang guru untuk menyebutkan cita-cita, mau jadi apa saat dewasa kelak.