Saturday, 29 July 2017

Kita Hanyalah Seperti Traveler

Sahabat Umar bin Khattab RA. suatu ketika mendatangi rumah Rosulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Namun sepertinya rumah itu lebih layak disebut bilik kecil disisi masjid Nabawi. Al-Faruq mendapati sang mulia sedang tidur beralasan tikar yang memberi bekas-bekas guratan pada badannya.
Tetiba saja pemandangan tersebut membuat sisi terdalam sahabat yang terkenal tegas dan keras di Makkah itu muncul. Air matanya mengucur, merasa iba dengan keadaan Rosulullah.
Rosulullah mengetahui ada Umar yang sedang menangis, lantas bertanya, “Kenapa engkau menangis wahai Umar?”

Sunday, 23 July 2017

Satu Do'a Lagi Yang Belum Terkabul

Ada sebuah kisah cukup unik yang menggambarkan dahsyatnya kekuatan dzikir, yaitu kisah antara Imam Ahmad bin Hanbal dengan pembuat roti.

Di akhir-akhir hayat sang Imam, pernah terlintas ingin mendatangi salah satu kota di Irak. Kemudian beliau berangkat ke kota itu.

 Sesampainya disana bertepatan dengan waktu maghrib, lantas beliau shalat maghrib berjama’ah disebuah masjid. Sambil menunggu Isya, Imam yang dijuluki sebagai Amirul mukminil fil hadist itu membaca Quran dan dilanjutkan dengan shalat Isya.

Tuesday, 18 July 2017

Aku, Kau, Dan Maut

Bahas tentang cinta memang tidak akan pernah habisnya. Sebab cinta adalah anugerah dari Allah untuk manusia. Dengan cinta perdamaian bisa tersebar. Pun dengan cinta mampu terjadi pertikaian yang tak pernah ada habisnya.

Namun hari ini bila membahas cinta, sering kali dikonotasikan kepada muda-mudi yang baru berpadu rasa. Saling suka diantara keduanya. Memang itu bisa disebut cinta. Tapi terlalu sempit bila cinta hanya antara yang muda saja. Sebab cinta bisa ke siapa saja. Seperti ibu ke anaknya, cinta anak ke ayahnya, cinta kakek ke cucunya dan masih banyak lagi. Justru cinta selain muda-mudi terkadang lebih tulus dan langgeng. Bisa bertahan sangat lama dan sangat mungkin abadi.

Sunday, 16 July 2017

Surat Tulang Dari Khalifah


Pada masa khalifah Umar bin Khattab, Mesir berada dibawah gubernur Amr bin Ash. Kehidupan gubernur ini begitu mewah. Pernah suatu ketika ia terbetik untuk membangun masjid besar didekat istananya. Tanpa butuh waktu lama, ia eksekusi idenya tersebut. Namun terhalang dengan gubuk reot milik seorang yahudi yang sudah tua.

Tanpa basa basi, Amr bin Ash hendak membelinya. Tapi si yahudi bersikeras tidak mau menjual rumah satu-satunya itu. Amr bin Ash tidak kehabisan akal. Ia menawarkan harga lebih tinggi, bahkan dua belas kali lipat dari harga normal. Lagi lagi si yahudi tetap pada pendiriannya.

Saturday, 15 July 2017

Dia Bagian dari Diriku, dan Diriku Bagian dari Dirinya



ADA salah seorang sahabat Nabi bernama Julaibib. Ia memiliki wajah yang tidak begitu menarik. Banyak wanita yang dilamarnya selalu menolak.
Bahkan pernah salah seorang wanita Anshor bilang kepada wanita yang lain, jika datang Julaibib untuk melamar, maka jangan diterima.

Hingga suatu hari Rasulullah mendatanginya karena memahami keadannya.

“Wahai Julaibib, maukah aku carikan seorang wanita pendamping hidupmu?” tanya Rasul.
“Mau ya Rasulullah!” jawab Julaibib mantap.
Kemudian Rasul mencari siapa yang nanti bakal menjadi mertua Julaibib. Dicarilah salah satu keluarga Anshor.

Tuesday, 11 July 2017

Dunia Ibarat Terminal


Seberapapun lamanya tinggal di dunia, kita bakal meninggalkannya. Seindah apapun rumah tinggal kita, tidak akan menjamin umur kita awet menikmatinya. Layaknya terminal. Ya, terminal. Sebagus dan seindah apapun itu terminal, kita tidak akan lama tinggal di terminal. Sebab terminal hanya persinggahan menuju akhir perjalanan kita, Akherat.

Kita bisa perhatikan orang-orang yang kaya tapi tidak sholeh. Mereka terkadang sulit membendung hasrat mengumpulkan banyak harta yang tidak begitu penting. Membeli sesuatu hanya karena gengsi dan gaya. Saling berlomba  dengan kekayaan orang lain. 
Padahal sebanyak apapun yang dibeli, tidak akan bisa dibawa ke negeri akherat. Semua akan berhenti dan meninggalkan kita saat berada di liang lahat. Semua yang kita cintai bakal balik meninggalkan kita. Namun hanya satu saja yang menemani dengan setia. Yaitu amal shalih.