Monday, 10 April 2017

Kontroversi kedatangan Dokter Zakir Naik

Setelah tenggelamnya kabar kedatangan Raja Salman, kini diriuhkan kabar kedatangan Da’i Internasional dari Mumbai India, Dokter Zakir Naik. Berbeda dengan Raja yang datang  ke beberapa tempat wisata. Dokter Zakir Naik ini mendatangi kebeberapa tempat untuk membuka dialog dari berbagai latar agama. Sebelumnya ia sudah ribuan kali menjadi pembicara di seluruh dunia.

Namun bau tuduhan dan kontroversi berhembus cukup kencang di Indonesia dari berbagai kalangan. Berbagai tuduhan yang tak layak pun beliau dapatkan.

Ada yang menuduhnya sebagai orang yang mendanai ISIS, padahal tidak ada bukti. Ada juga yang menganggap beliau berbahaya, karena menumbuhkan radikal di Indonesia. Ada pula menganggap, bila belajar Islam dari Zakir Naik seolah belajar hadist tapi sanadnya terputus.

Menurut saya beberapa tuduhan itu tumbuh dari rasa sensi. Tidak ada bukti ilmiah kenapa mereka menuduh seperti itu. Tuduhan yang bermacam-macam seperti diatas hanya segelintir saja. Kemungkinan ada yang lebih banyak dari pada itu. Tentunya kita tidak melulu membahas apa saja tuduhan mereka. Tapi membahas sikap seperti apa yang seharusnya dalam menerima tamu Da’i yang terkenal di seluruh dunia ini.

Melihat dari apa yang beliau sampaikan dalam setiap dialog dengan menghadapi massa yang bermacam-macam latar belakang agama, beliau membuktikan kebenaran atas apa yang dipahami pemeluk dari agama lainnya.  Karena banyak orang diluar agama Islam yang ragu akan agamanya sendiri. Dengan hadirnya Zakir Naik menghilangkan sekalian keraguan itu. Masalah seseorang setelah dialog masih saja ragu, itu berarti pilihannya sendiri.

Tidak ada pernyataan dalam setiap dialog menganggap semua agama selain Islam adalah salah. Walaupun sebenarnya  itu sah saja, karena ada bukti ilmiah mengenai salahnya pemahaman diluar ajaran Islam. Selain menunjukkan kebenaran Islam, ia juga membongkar dengan data dan fakta sejarah, bahwa selain ajaran Islam itu memiliki sisi kesalahan bila “dibenturkan” dengan Al-Qur’an.

Contohnya, salah seorang sahabat yang hijrah ke negeri Habasyah pernah memberikan argumentasi ke Raja Habasyah yang menganut agama Nasrani. Bagi musyrikin yang datang menyaksikan dialog itu, merasa bahwa sahabat telah menyalahkan ajaran Nasrani dengan menuhankan Isa binti Maryam. Padahal sahabat tersebut hanya memberikan argumentasi  seutuhnya apa yang ada dalam Al-Qur’an surat Maryam. Tidak menyalahkan. Karena pada hakekatnya, isi dari Al-Qur’an adalah membeberkan penyelewengan nasrani dan agama penyembah patung, serta membongkar kesesatan Yahudi.

Dialog yang Zakir Naik sampaikan tidak mengandung unsur menegasi agama yang lain, bahwa Islamlah agama yang benar dan yang lain salah. Beliau hanya mengajak berfikir, begini lo ajaran Islam, dan ini lo penyimpangan agama selainnya. Kalau tidak menerima argumen yang disampaikannya, seharusnya membalas dengan argumen yang kuat. Atau bahkan argumen yang bisa mematahkannya. Dan jangan merasa kalau dirinya disalahkan. Tapi seharusnya berfikir, apakah agama yang selama ini dipegang adalah benar adanya?
Jika masih ragu, bisa sampaikan keraguan itu kepemuka agamanya masing-masing. Karena mereka bertanggung jawab akan sebuah ajaran dari agama tersebut.

Motode yang dipakai Zakir Naik bisa disebut sebagai sebuah metode unik, agar memahami sesuatu tidak berdasarkan doktrin belaka. Tapi juga melibatkan rasional dan data sejarah yang bebas dari distorsi.
Karena latar belakang beliau juga mendalami sains, sering kali menjelaskan ayat-ayat kauniyah dalam dialognya, tanda-tanda bahwa Allah itu ada melalui tadabbur alam-Nya. Segala keajaiban dari alam yang disebutkan Al-Qur’an, itu semua terbukti secara nyata.

Tidak ada yang salah kedatangan Zakir Naik. Hanya saja media mainstream tak ada satupun yang menyiarkan meski hanya tayangan ulang. Justru jika beliau disiarkan ditelevisi, media itu langsung mendapat reting tinggi. Artinya keuntungan tersendiri bagi media itu. Tapi kenyataannya tak ada satupun media yang memberitakan. Hebat.

Bagi yang menyebutnya sebagai pemecah belah umat, dimana letak pemecah belahnya? Apa ajaran Islam yang disampaikan memecah belah persatuan? Itu berarti menganggap Ustadz yang ada di Indonesia juga pemecah belah umat, sebab mereka sama-sama menyampaikan Islam.
Beliau juga dianggap berbahaya, karena penyampaiannya mampu “menyihir” orang yang diluar Islam hingga akhirnya banyak yang memeluk Islam. Anggapan seperti itu berarti tidak siap menerima wawasan Islam dengan cara pandang yang berbeda.

Memang dulu Nabi banyak menggunakan akhlak yang terpuji dalam berdakwah. Karena saat itu pemahaman di masyarakat Madinah tidak banyak. Tapi hari ini pemahaman sudah bercampur baur. Dan mudah sekali orang itu bisa berubah-ubah status agamanya hanya karena imingan harta.
Gaya metode yang disampaikan Zakir Naik bukan berarti apa yang Nabi contohkan lantas ditinggalkan. Tapi  itu merupakan strategi dakwah yang harus diubah, sesuai bidang yang didalami, sebagaimana Zakir Naik. Apa yang beliau paparkan adalah meyakinkan agar muslim itu yakin dengan agamanya dengan membongkar kesalahan kitab lainnya dari kacamata sejarah, ajaran yang ada dalam Al-Qur’an, dan bahkan ajaran kitab diluar Al-Quran itu sendiri.

Banyaknya orang yang masuk Islam melalui perantara Zakir Naik, lantas tidak bisa seenaknya menyalahkan Zakir Naik, “Gara-gara dia banyak orang kristen yang masuk Islam”. Bukankah orang yang berdialog itu orang dewasa, dengan kata lain bisa berfikir dan mengambil keputusan? Seseorang yang memutuskan keluar dari agama lalu bersyahadat, itu berarti keputusannya. Bukan gara-gara Zakir Naik. Beliau hanya menyampaikan kebenaran Al-Qur’an dan memaparkan kesalahan kitab diluar Qur’an.

Jadi, marilah kita bersikap bijak dalam kedatangan tamu Internasional ini. Tak ada yang salah kedatangannya ke Indonesia. Sebab Beliau memaparkan secara ilmiah ajaran Islam dan ajaran diluar Islam dari sudut sejarah dan sains. Begitu juga beliau tak salah datang ke negeri yang mayoritas muslim. Selain dari mengadakan dialog, berarti dia juga mempererat hubungannya dengan negeri yang memiliki pemahaman muslim terbanyak sedunia.



4 comments:

  1. Setuju mas rohmat, ulasan bernas...smg istikomah menyuarakan kebenaran ya, aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih mbak udah mampir...moga bisa mnambah wawasan kita dibalik apa yg terjadi sekarang

      Delete
  2. Waah... Akhirnya ada jugayg membahas ttg Dr. Zakir : ) makasi mas Rohmat

    ReplyDelete
  3. Terkadang segelintir orang seenaknya memberikan hasitan pada orang dan menebar kebencian.. Makanya Indonesia memberlakukan uu penebar kebencian bisa ditindak pidana y mas. Thanks untuk sharingnya..

    ReplyDelete