Friday, 7 April 2017

Inilah Puncak Memberi Maaf

Maaf adalah perbuatan mulia. Namun susah memaksa jiwa untuk tunduk terhadap perkara mulia tersebut. Sebab maaf lahir dari hati yang murni. Terlebih hendak memaafkan seseorang sedangkan dalam kondisi mampu untuk membalas perbuatan orang yang akan meminta maaf.

Rosulullah sebagai manusia yang sempurna dalam akhlaknya, mengajarkan kepada kita tentang lapangnya jiwa yang terbebas dari kekangan nafsu.

Saat terjadi peristiwa Fathul Makkah, orang-orang musyrik Quraisy yang masih mempertahankan kekafirannya telah pergi dari Makkah. Namun ada beberapa tokoh Quraisy yang masih berada di kota mulia itu. Saat bertemu Nabi, mereka memuji dan menyanjung beliau.
Padahal dulunya Rosulullah seringkali dihina, dilecehkan dan disakiti oleh mereka. Tapi saat itu mereka memuji Nabi karena keadaan tidak memihak mereka. Islam telah menguasai negeri Makkah. Tidak ada yang mampu melawan gelombang kaum muslimin untuk pembebasan Makkah dari kebatilan dan kesyirikan.

Sebenarnya Nabi mampu membalas tokoh-tokoh yang dulu pernah menyiksa dan menghinanya. Kesempatan menghukum mereka terbuka lebar. Jiwa menuntut balasan yang serupa, sangat kuat dorongannya untuk tidak memaafkan. Namun akhlak terpuji menuntun beliau pada perlakuan yang baik.
Rosulullah berkata kepada tokoh-tokoh itu sebagaimana Nabi Yusuf memaafkan saudara-saudaranya yang telah membuangnya ke sumur,

لَا تَثْرِيبَ عَلَيْكُمُ الْيَوْمَ ۖ يَغْفِرُ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

“Pada hari ini tak ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan Allah mengampuni (kamu), dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang.” (Yusuf: 92).

Begitu sempurnanya Akhlak Nabi ini. Itulah bentuk maaf yang terpuji. Puncak dari memberi maaf. Di saat semua keadaan mendukung untuk membalas hal yang serupa, tapi cukup menekan gejolak amarah dan memberi maaf kepada orang yang telah berbuat salah. Hal Itu merupakan jiwa yang merdeka dari jeratan nafsu. Sehingga mudah sekali memaafkan bagi siapa saja yang telah berbuat salah. Semua kenangan buruk dilupakan. Mengawalinya memang terasa sangat berat. Tapi begitu merdeka dan bahagia bagi yang telah melaluinya.

#OneDayOnePost


5 comments:

  1. Selalu nice post tulisannya...syukron mas. Semoga kita slalu berlapang dada dlm memaafkan.

    ReplyDelete
  2. Mengikhlaskannya ituuuu sebuah proses yg awesome >.<

    Great post kak.

    ReplyDelete
  3. Salah satu penulis yang belakangan ini saya sering kunjungi blognya, menuliskan sebuah keseeerhanaan dengan cara yang sederhana tapi justru berbuah hikmah yang tidak bisa dibipang sederhana

    ReplyDelete
  4. Semoga kita semua mampu meneladani akhlak rasulullah

    ReplyDelete