Saturday, 1 April 2017

Bentuk Futuhat Muslimin Dengan Penaklukkan non Muslim

Saat suatu bangsa menguasai sebuah tempat, hal yang paling dikhawatirkan adalah kerusakan dan kehancuran negeri yang dikuasai tersebut. Bahkan pembantaian yang besar bisa terjadi. Namun berbeda bila Islam yang menguasai suatu daerah. Ahli sejarah tidak menggunakan kata “menguasai”. Tapi menggunakan kata “futuhat”, yang artinya terbuka. Penamaan itu bukan sembarang. Sebab diambil langsung dari Al-Qur’an yang terdapat pada surat Al-Fath. Meski memiliki nama sederhana, tapi nama itu bisa mengandung keberkahan.


Makna yang terkandung di futuhat adalah sebuah niat tulus para panglima perang untuk menyebarkan Islam. Niat mereka hanya dakwah. Dengan futuhat, berarti memutus belenggu kekuasaan dibawah pemerintah dzalim nan fasik, menuju kepemimpinan dibawah Islam yang menebar damai. Tak satupun panglima Islam memiliki ambisi meraup keuntungan dunia. Justru sebaliknya. Kekayaan kaum muslimin dibawa ke tempat daerah yang telah berada dibawah kekuasaan Islam.
Contoh salah satunya Di Spanyol. Bagaimana bisa pohon zaitun mudah ditemukan disana, padahal zaitun sebelumnya tidak pernah tumbuh? Bahkan saat-saat krisis terjadi, hasil dari kebun zaitun menjadi penopang masyarakat Andalusia saat itu. Diketahui, ternyata banyak umat Islam dari negeri yang berada dalam futuhat, membawa apa saja yang bisa ditanam di Andalusia. Salah satunya pohon Zaitun.

Dalam Islam ada aturan-aturan sendiri dalam berperang.  Rosul selalu mengingatkan kepada pasukan yang dikirim, khususnya negeri yang akan dibuka dengan pesan kebaikan. Nasehat beliau agar tidak melukai wanita, anak-anak, orang tua, tidak memotong pohon, tidak merobohkan tempat ibadah, tidak berkhianat, tidak mencincang musuh, tidak menyiksa mereka, dan tidak mencuri harta rampasan perang.
Inilah yang dipegang teguh sampai generasi berikutnya dalam setiap futuhat keberbagai negeri.

Kita bisa membuktikan fakta sejarah, bagaimana Islam saat melakukan futuhat. Berikut faktanya.


Umar Bin Khattab Melakukan Futuhat Ke Yerussalem


Pasukan muslimin yang dipimpin Amr bin Al-Ash dan dan Syurahbil bin Hasanah melawan pasukan kristen yang dikirim raja konstantin dari Konstantinopel. Menyadari bahwa kekuatan umat Islam tidak bisa dibendung, akhirnya pihak kristen mengajukan perjanjian damai. permintaan itu disambut baik oleh Amr bin Al Ash. Sebab dengan permintaan tersebut, berarti tidak akan ada pertumpahan darah.
Uskup Agung Sophronius menginginkan nantinya penyerahan kunci Yerussalem diberikan kepada salah seorang dari muslimin yang terbaik. Yaitu Umar bin khattab Radhiyallhu Anhu.  

Umar bin Khattab datang dengan seorang pengawalnya saja. Beliau bergantian menunggangi seekor unta. Selama perjalanan beliau tidak pernah egois. Selalu bergantian kepada pengawalnya. Kondisi Umar saat berada di Yerussalem tidak nampak bahwa beliau adalah khalifah. Sebab pakaiannya lusuh. Membawa bekal seadannya dan satu tikar untuk shalat.

Hal yang paling membuat takjub adalah saat pimpinan tertinggi umat Islam ini akan datang. Dikira penduduk Yerussalem bakal ada uring-uringan besar untuk penyambutan sebagaimana bila raja masuk kesebuah tempat. Tapi dugaan itu meleset jauh. Nampak kejauhan yang datang hanya dua orang. Satu menaiki onta, dan satu dibawah. Kemudian penduduk mengira bahwa Umarlah yang menaiki onta. Ternyata dugaan meleset lagi. Yang berada di atas unta adalah pengawalnya. Ma Sya Allah.

Setelah Umar diajak keberbagai tempat oleh uskup Patriarch, seperti ke makam Nabi Daud dan kuil Sulaiman, maka beliau melaksanakan shalat. Ditempat beliau shalat itulah kedepannya menjadi masjid yang bernama masjid Umar bin Khattab.

Saat akan penyerahan kunci Yerussalem sebagai tanda Baitul Maqdis siap berada dalam kekuasaan Islam, sebenarnya pihak kristen sangat takut. Sebab mereka memiliki sejarah kelam di Yerussalem. Dahulu saat Persia menguasai Yerussalem, mereka merusak kota, membantai, merampok serta memperkosa para wanita. Psikologi itu mendorong mereka untuk membuat perjanjian keamanan kepada pihak muslim. Sangat senang hati pimpinan pasukan Islam menyetujui perjanjian itu.

Setelah Baitul Maqdis berada dalam naungan Islam, hak-hak masyarakat kristen tetap berada dalam perlindungan.
Tak ada satu tetespun darah penduduk kristen tertumpah. Semua berada dalam ikatan perjanjian yang dibuat antara Khalifah dengan pimpinan kristen Yerussalem. Perjanjian itu bernama Aelia. Isinya adalah menjamin keamanan nyawa, harta benda, dan tempat ibadah suci lainnya. Masyarakat Yerussalem diwajibkan bayar jizyah setiap tahun. Sesiapa saja yang tidak setuju, boleh meninggalkan tempat dengan membawa harta bendanya.
Garis besar perjanjian Aelia berbunyi:
"Inilah perdamaian yang diberikan oleh hamba Allah 'Umar, Amirul Mukminin, kepada rakyat Aelia: dia menjamin keamanan diri, harta benda, gereja-gereja, salib-salib mereka, yang sakit maupun yang sehat, dan semua aliran agama mereka. Tidak boleh mengganggu gereja mereka baik membongkarnya, mengurangi, maupun menghilangkannya sama sekali, demikian pula tidak boleh memaksa mereka meninggalkan agama mereka, dan tidak boleh mengganggu mereka. Dan tidak boleh bagi penduduk Aelia untuk memberi tempat tinggal kepada orang Yahudi."


Futuhat Baitul Maqdis Oleh Shalahuddin Al-Ayyubi


Setelah sekian lama pihak kristen mengambil alih Baitul Maqdis selama 88 tahun, Akhirnya Panglima Shalahuddin kembali membuka kota suci pertama itu. Tidak mudah dapat kembali melakukan futuhat. Terjadi peperangan dahsyat antara pasukan Islam dengan pasukan kristen dalam perang Hittin.
Perlakukan Shalahuddin kepada kristen perbandingannya jauh berbeda. Panglima perang itu tidak dendam sedikitpun kepada musuh Islam. Padahal melihat sejarah sebelumnya sangat menyayat hati. Awal-awal pertahanan Baitul Maqdis jatuh dari pengepungan pasukan kristen, orang Islam dipaksa menjatuhkan diri dari atas benteng, dibakar hidup-hidup, ditarik menggunakan kuda hingga mati, dan mayatnya ditumpuk seperti sampah.
Pimpinan kristen yang bernama Peter The Hermit, menyerang Baitul Maqdis dengan didasari rasa fanatisme agama yang tinggi. Sehingga cara apa saja akan digunakan untuk memuaskan fanatisme itu. Akibatnya Yerussalem di banjiri darah. Bangkai bertebaran dimana-mana. Semua dibunuh tanpa terkecuali. Anak-anak, dewasa, orang tua, dan wanita. Tidak kurang dari 7000 penduduk muslim dibantai dengan sadis.

Sampai ahli sejarah Inggris, Jhon Stuart Mill mengungkapkan tentang pembantaian yang terjadi, ''Keluruhan usia lanjut, ketidakberdayaan anak-anak, dan kelemahan kaum perempuan tidak dihiraukan sama sekali oleh tentara Latin yang fanatik itu. Rumah kediaman tidak diakui sebagai tempat berlindung dan pandangan sebuah masjid merupakan pembangkit nafsu angkara untuk melakukan kekejaman”.
Tidak hanya itu. Mereka membumi hanguskan Syiria, negeri yang bersebelahan dengan Palestina. Tidak ada satu tempatpun yang aman dari kekejian mereka. Ahli sejarah menyebutkan apa yang terjadi disana adalah pembantaian masal. sehingga, kata ahli sejarah inggris itu jalan raya penuh dengan aliran darah. Sampai-sampai membunuh muslimin kehabisan tenaga.
Tak terkecuali apa yang dilakukan oleh Raja Richart I  ketika merampas kastil Acre. Ia dan pasukannya membantai muslimin. Kepala dan jasad yang terpisah ditumpuk jadi satu dibawah panggung.
Ia menghukum mati 3000 muslimin yang terdiri dari anak-anak dan wanita dengan tidak adil di kastil Acre. Apa salah mereka sehingga harus menghukum orang-orang yang lemah dan tidak bisa melakukan perlawanan? Sejarah ini yang membungkam orang-orang kristen yang mengatakan “kami agama pembawa keadilan”. Padahal itu semua hanya bohong. Ucapan itu menjadi salah satu trik karena tidak memiliki kekuatan. Jika kekutaan mereka telah besar, maka sejarah dulu akan terulang kembali.

Futuhat Konstantinopel Oleh Muhammad Al-Fatih



Konstantinopel, atau Turki saat ini adalah daerah yang sangat strategis. Bukan saja dari segi geografisnya yang memiliki daya tarik, tapi juga secara nubuwwat memiliki daya magnet yang besar. Sebab banyak khalifah Islam yang ingin melakukan futuhat Konstantinopel. Sebab Rosul menjanjikan, bagi siapa saja yang dapat menaklukkannya, panglimanya sebaik-baik panglima, dan pasukannya sebaik-baik pasukan.

Akhirnya panglima dan pasukan yang bisa membuka Konstantinopel adalah Muhammad Al-Fatih. Mereka tidak hanya kuat fisik, tapi juga kuat ruhiyah. Sebab meski kuat fisik tapi ruhiyah lemah, musuh akan menang karena kekuatan mereka. Tak ada catatan sejarah yang menyebutkan bahwa setelah Muhammad Al-Fatih membuka konstantinopel, terjadi pembantaian terhadap penduduk didalamnya. Baik itu pasukan, para pendeta, terlebih wanita, anak-anak dan orang tua.
Muhammad Al-Fatih berpidato dengan berjanji akan memberi perlindungan kepada siapa saja, baik itu Yahudi, nasrani dzimmi (dibawah perlindungan), non muslim muahad (terikat perjanjian) dan mustaman (perlindungan karena dalam rangka berdagang antar negara).



Futuhat Andalusia Oleh Gubernur Musa Bin Nushair


Andalusia merupakan Negeri yang paling jauh dari negeri-negeri yang muslim taklukkan saat itu. Namun pintu dari eropa barat tersebut membuat Musa bin Nushair tidak diam menyebarkan Islam di Maroko. Dengan mengutus panglima pasukan dari suku asli Andalusia, suku barbar, Andalusia mulai ditaklukkan. Setelah mendapat kabar dari Thariq bin Ziyad sebagai panglima perang bahwa Andalusia beberapa tempat telah dikuasai, barulah Musa bin Nushair menyusul. Mereka bertemu pada tahun 713 H.
Kemudian mereka bersama-sama melanjutkan penaklukkan ke daerah lainnya.

Setiap daerah yang ditaklukkan oleh pasukan Islam tetap diberi kebebasan dalam beragama. Tidak ada paksaan dalam memeluk Islam. Setiap yang berada dibawah kekuasaan Islam, non muslim diwajibkan membayar Jizyah. Dengan begitu darah dan harta benda mereka terjaga. Kaum muslimin tidak merampas harta mereka sedikitpun, sebagaimana Rosul pesankan.

Namun Bagaimana saat Kristen kembali menguasai Andalusia? Kehancuran dan kerusakan terjadi dimana-mana. Seolah otak mereka hanya ada dendam. Darah memuncak bila masih ada seorang muslim yang masih hidup. Sehingga saat itu terjadi pembantaian yang sangat besar. Saat ini kalau ingin menyebut teroris, itulah mereka, sesuai dengan perbuatannya. Bukan umat Islam yang tak ada bukti sama sekali.

Kondisi umat Islam ketika kerajaan Islam telah runtuh dalam kondisi mengenaskan sekaligus menyedihkan. Bahkan ahli sejarah sangat sedih bila mengingat masa-masa keruntuhan Andalusia.  Muslimin Andalusia diberi pilihan pahit, jika tidak mau tinggal sebagai orang yang murtad dari agama, maka harus pergi dengan kedaan terusir. Banyak yang bertahan kemudian dibantai. Pun tapi tidak sedikit yang akhirnya keluar dari Andalusia dalam keadaan terhina dan terusir.

Sangat terekam jejak bagaimana mereka menyiksa umat Islam. Alat-alat penyiksaan pun diabadikan di musium mereka.  Itulah bentuk kekejian ketika mereka menguasai kembali. Rasa dendam serasa tidak hilang sebelum memusnahkan segala yang pernah didirikan umat Islam. Baik itu dari perpustakaaan sampai tempat Ibadah.
Itulah yang membedakan antara futuhat yang dilakukan umat Islam dengan penaklukkan yang dilakukan oleh pasukan kristen.

Pada detik-detik terakhir muslimin meninggalkan Andalusia, Ratu Isabella bersedia mengantarkan ribuan muslimin ke pelabuhan. Negeri itu sudah dirampas umat kristen sepenuhnya. Ketika ribuan muslimin berada di pelabuhan, terdengar satu teriakan dari pimpinan kristen. Ternyata teriakan itu adalah perintah untuk membantai umat Islam. Pasukan kristen yang telah mengepung disegala penjuru pelabuhan, mulai melakukan aksi bantai tanpa ampun sampai tak ada sisa sedikitpun. Darah tumpah menggenang. Lautan disekitar itu menjadi merah kehitaman.

Ratu Isabella sengaja berbohong agar mudah mengumpulkan muslimin lantas dibunuh pada satu tempat. Hingga kemudian kebohongan tersebut menjadi tradisi hingga hari ini.  Tradisi ini disebut april mop. Dimana tanggal 1 april harus berbohong kepada temannya. Korban yang sudah dibohongi pun harus tertawa, karena sudah menjadi korban. Bodohnya masih banyak umat Islam melakukan tradisi april mop. Padahal didalamnya mengandung sejarah saudara iman yang habis dibantai.
Ilustrasi Pembantaian Muslimin atas komando Ratu Isabella

Semoga kita bisa belajar dari sejarah. Sejarah terdahulu akan terulang kembali. Tak mustahil, mereka akan menggunakan cara sebagaimana cara terdahulu. Bersikap kejam, bengis, sadis dan sikap yang menggambarkan kebencian atas dasar fanatisme agama. Namun Islam tidak pernah mengajarkan pemeluknya dengan sikap buruk. Islam mengajarkan kebaikan. Tidak pernah pandang bulu.
Islam adalah rahmatan lil alamin. Rahmat bagi seluruh alam. Baik hewan, tanaman, terlebih manusia. Kebaikannya tanpa batas nasab dan agama. Penjaminan akan kedamaian selalu diberi kepada siapa saja yang membuka tangan tanpa pertumpahan darah. Tak ada kata dendam walaupun dulunya musuh Allah menyakiti bahkan menghabisi umat Islam. Bila dendam yang di kedepankan, maka tentunya melenceng jauh dari pesan yang Rosul sampaikan.



Sumur Referensi:

https://www.chanelmuslim.com/khazanah/musa-bin-nushair-sang-penakluk-afrika-dan-andalusia/34398/


http://www.belajarislamsunnah.com/2013/10/umar-bin-khattab-dan-penyerahan-kunci.html





4 comments:

  1. Hingga hari ini masih banyak yang melakukan tradisi april mop. Ironis. Menyedihkan :(

    Semoga hal-hal yang tidak baik segera berlalu.

    ReplyDelete
  2. Iya april mop, itu tmn sy juga ikut2an... Etdaah

    ReplyDelete
    Replies
    1. hemm...sangat disayangkan orang muslim yg masih ikut ikutan april moop. Padahal budaya barat. Dari sejarahnya aja udah buat kita sedih, kok malah diikutin...ckckck

      Delete