Tuesday, 28 March 2017

Mewaspadai Kebangkitan PKI

Masjid di komplek Sekolah Tinggi Al-Islam Bekasi, pada tanggal 28/03/17 mengadakan acara yang berjudul “Mewaspadai Kebangkitan PKI”. Nara sumbernya adalah Ust. Drs. Alfian Tanjung dan Mayor pak Kivlan Zen. Mereka ini termasuk diantara tokoh lainnya yang terus gencar menyadarkan ke masyarakat bahwa PKI berusaha bangkit.

Pak Kivlan Zen pernah termasuk dari daftar pembunuhan oleh PKI. Dan tak mustahil Ust. Alfian Tanjung menjadi target pembunuhan. Sebab PKI sudah gerah dan panas dengan beliau karena selalu menyadarkan umat Islam akan bahaya latin PKI.

Kekejaman Ideologi PKI tidak pernah terlupakan oleh sejarah. Tapi seolah pemerintah ingin menghapus sejarah itu. Kesimpulan dari bedah buku “Menangkal Kebangkitan PKI” saya simpulkan jadi beberapa poin.


- Umat Islam hari ini dikepung oleh beberapa musuh. Salah satunya PKI. Membicarakan masalah PKi berarti membicarakan nasib umat Islam. Meski hari ini ada beberapa oknum pemerintah yang menyatakan bahwa PKI tidak bangkit, tapi sebenarnya PKI sedang terus berusaha bangkit. Mereka bahkan sudah masuk pada pemerintah.


-  Tokoh PKI dulu bilang bahwa komunis akan bangkit. Pemuda PKI pun bilang bahwa komunis mulai bangkit. Mana mungkin kita percaya  sama perkataan bahwa PKi tidak bangkit. La wong penganutnya bilang PKI akan dan mulai bangkit.
Di rekaman kajian video Ust. Alfian Tanjung yang tersebar di You tube mengatakan bahwa PKI hampir setiap malam jam 9 mengadakan rapat di dalam Istana. Beliau tahu karena beliau sendiri punya sumber terpercaya yang membocorkan apa yang sedang terjadi disana. Itu menunjukkan memang mereka terus menyusun starategi dengan matang agar bisa menguasai Indonesia, dan menjadikan masyarakat seluruhnya berpaham PKI.



- Pak Kivlan Zen mengatakan ada dua ideologi terbesar hari ini. Yaitu ideologi Individualis dan ideologi komunis. Ideologi Individualis politiknya adalah liberal. Ekonomi mereka kapitalis. Meraup semua kekayaan tanpa melihat sekitar. Sosial mereka tidak tergantung. Budaya mereka terbuka. Bebas. Sehingga mereka melegalkan LGBT dan budaya lainnya atas nama HAM.
Adapun Ideologi Komunis memakai politik diktator. Memaksakan kehendak. Siapa yang menentang diancam bunuh dengan di sembeleh dan perut digergaji. Mereka tidak beragama.

Ketidak beragamaan mereka membebek dari Lenin, tokoh besar dari PKI.  Budaya Komunis sangat tertutup. Ekonomi mereka kapitalis. Komando tidak tergantung.
Dari dua ideologi diatas yang paling berbahaya adalah Ideologi PKI. Mereka mengajarkan bahwa agama itu candu. Seperti orang yang minum alkohol dan benda terlarang. Bila dikonsumsi akan kecanduan. Pernyataan seperti itu membuktikan bahwa mereka memang anti agama.



- Saat ini banyak PKI yang bilang para pendahulu mereka adalah para pahlawan. Padahal PKI dulu tidak pernah ikut dalam momen-momen penting di kemerdekaan Indonesia. Dimananya mereka mau disebut pahlawan? Mereka hanya omdo, omong doang. Saat pengrumusan tidak ada satupun tokoh PKI. Habib Rizieq dalam ceramahnya menyebutkan, pengrumusan UUD hanya dari tokoh Nasionalis dan Islam.
Tokoh dari nasionalis adalah  Soekarno, Bung Hatta dan M. Yamin. Sedangkan dari Islam KH. Wahid Hasyim, Pimpinan Nahdlatul Ulama,  Kyai haji Kahhar Mudzakkir, pimpinan Muhammadiyah dan Kyai H. Agus Salim, pimpinan sarekat Islam. PKI tidak terlibat dalam pengrumusan itu. Apalagi saat masyarakat Indonesia sibuk melawan penjajah. PKI tidak ada. Mereka muncul saat keadaan aman saja. Jika saat aman mereka memberontak. PKI tidak mau Indonesia merdeka.



- PKI saat jaman Soekarno bisa masuk dalam pemerintah karena tokoh PKI menjadi menteri. Yaitu Syarifuddin Harahap. Niatannya Soekarno baik. Ia berfikir kalau PKI diberi jabatan, maka PKI tidak memberontak. Tapi justru dengan jadi Menteri, maka orang-orang PKI bisa duduk dan disebar ke tempat penting di pemerintahan melalui tangan Menteri. Seperti Bupati, gubernur, TNI, Polisi dll. Sempat saat itu mereka buat negara dalam negara. Pimpinannya Syarifuddin sendiri. Tapi kemudian dibubarkan oleh Soekarno. Karena tidak mungkin ada negara dalam negara.



- PKI dahulu sempat menjadi salah satu dari 4 partai terbesar. Pengikut mereka ada 3 juta lebih. Namun sekarang mereka mengaku pengikutnya sudah ada 30 juta. Pada tahun 65, kejadiannya persis sebagaimana hari ini. Banyak sekali muncul pelaku pelecehan agama Islam. Pelecehan mudah sekali dilakukan. Dulu PKI memegang kuat para buruh dan petani.


Tahun 26, 48 dan 56 adalah kejadian berdarah bagi masyarakat Indonesia. Sebab ditahun itu banyak masyarakat yang dibantai. Di Jawa Timur Pesantren dibakar. Para santri disembelih satu persatu. Para kyai dibunuh. Begitu juga di pabrik Gorang Gareng. Ribuan masyarakat disana disembelih satu persatu. Darah menggenang sampai mata kaki. Semua yang dibunuh, dimasukkan kedalam sumur yang hanya memiliki kedalaman belasan meter. Naudzhubillah.
Mereka juga  membunuh 61 Banser dengan cara diracun. Caranya mereka mengundang Banser ke acara Tahlilan. Saat makan mereka diracuni dengan dosis tinggi. Akhirnya para banser mati.


- PKI terus bermetamorfosis dengan berubah-ubah lambang. Mereka saat ini sedang mempropaganda massa. Sama seperti dulu. Mereka terus bertujuan merangkul para petani dan buruh. Seperti munculnya Partai Indonesia Kerja. Itu adalah partai buatan Jokower. Sejak 2004 sampai 2014 selalu mengkader para PKI Indonesia ke Beijing. Adanya pendatang atau pekerja dari cina, tidak mustahil mereka bakal bersatu dengan PKI yang ada di Indonesia.



- Setiap berita tentang PKI, selalu saja dianggap remeh oleh pemerintah. Mereka selalu bilang tidak perlu dibesar-besarkan. Kemudian pernah ada swiping PKI. Tapi orang nomor 1 di indonesia mengatakan tidak usah ada swiping-swiping PKI.  Pemerintah membuat libur massal oada 1 mei. Padahal itu adalah hari libur komunis.  Jadi jangan harap banyak terhadap pemerintah dalam menghadang PKI. Karena dipusat pemerintah pun tidak sedikit yang mendiamkan komunis.



- Ideologi PKI sudah banyak tersebar di sekolahan. Baik itu dari level tengah hingga perkuliahan. Pembahasan PKI yang biasa didalam buku pelajaran disebut “G 30S PKI” kini telah diubah. Kata PKI telah dihapus. Pernah Ibu guru SMK datang ke Ust. Alfian Tanjung dengan sedih. Karena dia habis diancam oleh muridnya sendiri. Ia menerangkan sejarah PKI ke muridnya bahwa PKI adalah partai komunis. Maka sang murid langsung mengancamnya keras.
Diperkuliahan ajaran PKI disebar oleh dosen dengan mengatakan bahwa kepanjangan PKI adalah “Partai Kemerdekaan Indonesia”. Kemudian sang dosen memerintah kepada mahasiswanya untuk mengatakan sambil mengangkat tangan, “hidup PKI, hidup PKI, hidup PKI”.



- Buku “Saya Bangga Menjadi Anak PKI” karangan Dr Ribka Tjiptaning Proletariati, telah terjual kurang lebih 2 juta exs pada sekitar tahun 2003. Isinya pun hampir penuh dengan ajaran PKI. Fahri Hamzah telah meminta kepada Kejagung untuk menyita buku yang telah tersebar. Dengan tersebar hingga jutaan menandakan banyak yang masih memiliki ideologi komunis.



- Cara menanggulangi ideologi PKI adalah dengan memberitahukan sejak dini anak-anak, pemuda dan para mahasiswa akan bahaya komunis. Selalu massif menyadarkan dengan mengadakan kajian serta diskusi masalah PKI. Dan di kampus diberi ruang mata kuliah khusus sejarah yang membahas muncul dan gerakan PKI di Indonesia dan Dunia. Dengan begitu nantinya mereka paham bahwa PKI adalah ideologi sesat dan berbahaya bagi masyarakat Indonesia.



- Ulama pada tahun 57 telah berfatwa bahwa PKI adalah ideologi Komunis, tanpa tuhan. Mereka ideologi kufur. Haram nikah dengan orang PKI. Para ulama dulu yang pernah bertemu PKI dan menyaksikan sendiri kekejaman. Kita pun harus menyatakan sebagaimana para ulama terdahulu. Karena mereka pasti akan membantai umat Islam bila telah memiliki kekuatan dan kekuasaan.



Demikianlah beberapa poin dari bedah buku “Menangkal Ideologi PKI”. Sebenarnya pengumuman yang disebar, baik itu lewat spanduk, broadcash dll, judulnya tidak seperti itu. Judulnya agak lebih ke umum. Yaitu “Mewaspadai Ideologi Komunis”. Tujuannya adalah untuk lancarnya acara. Mungkin hari ini aman-aman saja. Tapi bisa jadi 3-5 tahun kedepan masyarakat bisa mengguruduk acara kajian yang membahas PKI. Karena dianggap provokatif dan membuat gaduh. Kalau terjadi seperti itu, berarti PKI telah berhasil mendoktrin masyarakat kecil membenturkan umat Islam.
Semoga Allah selalu melindungi kita dari kejahatan mahkluk-makhluknya. amin.

Wallahu a'lam bisyowab

4 comments:

  1. mantap, sebuah pemaparan yang lengkap dan komprehensif. apa pun bentuknya, laten atau nyata PKI harus dibabat habis. Hati-hati dengan strategi baru mereka:kalau mereka gagal mengajak kita menjadi bagian mereka, maka kita akan dibuat bingung

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya uncle. kita harus terus waspada. selain memang stategi mereka rapih dan sukar diketahui, mereka juga pintar mengambil hati masyarakat.

      Delete
  2. Hmm gtu ya.. No comment deh, saya mah nggak ngerti apa2 👹👹

    ReplyDelete
    Replies
    1. dg adanya artikel ini mungkin sedkit banyak kita jadi tahu akan bahaya latin PKI. mereka terus bergerak. meski ada yg bilang sudah tidak ada, tapi sebenarnya mereka sudah bangkit dan mngumpulkan massa. Tidak mustahil bila mreka punya kekuataan dan massa, akan buat kerusakan dan pmbantaian seperti dulu lagi. Moga Allah melindungi kita semua

      Delete