Thursday, 23 March 2017

Al-Maidah ayat 51 tidak berlaku (expired)?

Baru-baru ini dihebohkan sebuah pernyataan dari salah satu pengurus PBNU mengenai surat Al-Maidah ayat 51. Ia menyebutkan bahwa surat Al-maidah ayat 51 sudah tidak berlaku untuk saat ini. Pernyataan itu didasari dari sebab turunnya surat Al-Maidah ayat 51 tersebut. Katanya, ayat itu turun saat peperangan dan ramainya pengkhianatan.

Sedangkan hari ini tidak terjadi perang. Beda dengan jaman dulu.
Pernyataannya membuat hati umat Islam miris mendengarnya.
Kenapa? Karena seluruh isi dari Al-Qur’an jelas tidak ada yang expired sampai akhir zaman. Isi kandungannya selalu cocok dengan perkembangan zaman. Ayat Al-Qur'an bukan sebuah barang yangada masa kadaluarsa. Tapi ayat suci ini adalah firman Allah yang berlaku hingga kiamat. Lah, ini kok ada seorang pengurus PBNU dan berlatarbelakang pemahaman Islam yang mendalam bisa mengatakan seperti itu. Dikemanakan selama ini ilmunya bila pernyataannya tak sejalan dengan pengurus PBNU dan MUI? Mungkinkah telah tergadaikan dengan uang?


Diketahui, selain dia datang sebagai saksi dipersidangan Ahok yang tak kunjung usai, ternyata sebelumnya pernah menulis dalam sebuah pengantar dari buku yang disebar oleh simpatisan Ahok. Bukunya berjudul “7 Dalil Umat Islam DKI Memilih Ahok”. Ia yang sebagai menjabat pula di komisi fatwa MUI, pernyataan itu bisa membuat kegaduhan di Indonesia kian membesar. Sebab sikapnya telah berseberangan jauh dengan mayoritas MUI dan tokoh PBNU.


Akankah setelahnya ada permohonan maaf? Entahlah.  Meski ilmunya tinggi, sangat mungkin omongannya tergelincir. Apalagi dia berada dipihak yang “basah”. Bisa saja saat dia telah banyak dikecam oleh umat Islam, permohonan maaflah yang akan menjadi senjatanya nanti.
Jangan heran, diakhir  jaman ini dapat kita saksikan munculnya orang yang berilmu tapi tidak jelas siapa yang dibela. Bahkan setingkat Ulama pun, yang paham berbagai sisi keilmuan dan khazanah, sangat bisa tergiur. Mereka berani melepas kehormatan agamanya ditengah umat demi sekelumit nikmatnya dunia.


Lihatlah, bagaimana Nabi menggambarkan pribadi ulama su’ (buruk) yang muncul di akhir zaman.
“Akan muncul di akhir zaman orang-orang yang mencari dunia dengan agama. Di hadapan manusia mereka memakai baju dari bulu domba untuk memberi kesan kerendahan hati mereka, lisan mereka lebih manis dari gula namun hati mereka adalah hati serigala (sangat menyukai harta dan kedudukan). Alloh berfirman, “Apakah dengan-Ku kalian tertipu ataukah kalian berani kepada-Ku. Demi Diriku, Aku bersumpah. Aku akan mengirim bencana dari antara mereka sendiri yang menjadikan orang-orang santun menjadi kebingungan (apalagi selain mereka) sehingga mereka tidak mampu melepaskan diri darinya.” (HR: Tirmidzi)


Rosulullah pun ternyata lebih mengkhawatirkan Ulama model ini dari pada dajjal. Karena perilakunya sesat lagi menyesatkan. Dengan kelihaian ucapan dan kepercayaan masyarakat, banyak yang tertipu dengan itu semua. Maka tak heran Nabi mengecapnya sesat dan menyesatkan.
Suatu ketika sahabat Abu dzar ra berkata:
”Aku bersama Nabi suatu hari dan aku mendengar beliau bersabda : ” Ada hal yang aku takutkan pada ummatku melebihi dajjal “.
Kemudian aku merasa takut, sehingga aku berkata, Yaa Rasululloh apa itu…?
Beliau bersabda : Ulama yang sesat lagi menyesatkan. {Musnad Ahmad (5/145) no 21334 dan 21335}.
Yuk mari yang masih belajar ilmu agama, tak seharusnya kemudian menjadi minder lantaran ada orang yang ilmunya lebih tinggi tapi bisa tergiur dunia. Itu semua tergantung dari sikap pribadi masing-masing kita. Bila pribadi kuat dan kokoh pendirian, tidak akan mudah tergiur oleh sekelumit dunia dengan membela penista, bahkan menganggap al-Qur’an tidak relevan.


6 comments:

  1. Astaghfirullah...ko dia berani blg kalamullah sperti sebuah brg? Ada masa berlakunya? Ga takut apa kl Allah sakit hati dan blg hdpmu didunia sdh expired...

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah itu mbak yang buat miris...itu mnurut saya krena ada kepentingan pribadi kenapa sampai dia bisa mengatakan kyak gitu. Secara akademik dan keilmuan gak mungkin bisa ngeluarin perkataan yang gak jauh beda sama liberal.

      Delete
  2. Ngeri banget orang itu, sampai berani memgexpiredkan ayat2 alquran. Antara geram dan sedih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak...tapi gak heran orang kayak gitu. dia udah silau ma dunia. jadi apapun dilakuin yg penting dunia dapet.

      Delete
  3. Astaghfirullah.. Sedih ih.. Orang islam sendiri yang menclaim alQuran expired :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. itulah mbak kalau iman sudah tergadai...jadi omongannya penuh kepentingan dunia...ilmunya tuk pesenan saja. bukan disampaikan tuk kebenaran...miris

      Delete