Wednesday, 1 February 2017

Ngerasa Gak Enakan?

Pernah kita ngerasa “gak enak” kalau menolak ajakan teman?

Atau ngerasa “gak enak” mengkritisi teman yang salah, akhirnya ngomongin dibelakang?

Perasaan “Gak enakan” yang dalam istilah jawa disebut pekeuwoh ini, biasanya memiliki sifat tidak ingin menyinggung perasaan orang lain. Terlebih teman dan saudara. Khawatir jika menolak ajakan bisa menyakiti hati si pengajak. Uniknya, disebutkan dari viva.co.id, ternyata perasaan "gak enakan" ini menjadi salah satu kultur orang Indonesia. Mungkin menjadi salah satu kultur yang bagus dibandingkan dari negara lain.

Jika hal yang berkenaan dengan dunia, sah-sah saja mempraktekkan perasaan “gak enakan” itu. Misal ikut nimbrung setelah diajak sama teman. Gak enak kalau tidak ikut. Selama hal itu tidak mengganggu aktifitas urusan akherat, its no problem.

Tapi yang jadi masalah adalah ketika “gak enakan” ini merembet sampai masalah agama. Jika rasa ini masih terus terbawa dalam lingkup agama, tentu bisa membahayakan identitas sebagai muslim.
Perhatikanlah paman nabi, Abdul Muthalib saat diujung kematian. Saat itu selain Rosul berada disisinya, terdapat pula para tokoh musyrik Quraisy. Ponakannya mengajak untuk mengucapkan kata-kata terakhir sebelum meninggal dengan kalimat Tauhid. Beliau nasehati dan menuntun dengan sabar agar mau ikut ajaran Islam. Sebab selama ini pamannya menjadi beking terkuat dari gangguan para tokoh Musyrik.

Tapi tokoh musyrik yang berada disana tidak membiarkan Rosul mempengaruhi teman sejak lama tersebut untuk ikut masuk dalam agama Islam. Para tokoh musyrik mengajak paman nabi ini mempertahankan keyakinan dengan menghormati ajaran nenek moyang dulu. Tapi apalah daya. Allahlah pemilik hidayah. Tepat sebelum mati, sang paman tetap keukeh tidak mau mengucapkan kalimat syahadat. Dia lebih memilih mempertahankan agama nenek moyang dari pada ikut agama yang dibawa keponakannya. Kenapa? karena dia “gak enak” sama tokoh sekaligus kawan yang ada saat itu.

Banyak yang sudah menjadi korban dari sikap “gak enakan”. Terlebih saat hari raya agama lain. Biasanya yang punya teman dari agama lain mengajak untuk merayakan. Bagi teman yang sudah dekat, biasanya tidak mudah menolak ajakan mereka. Terkadang banyak menyangkal perbuatan itu tidak ada sangkut pautnya dalam masalah aqidah. Hanya menunjukkan sikap bertoleransi.
Dari sangkaan tanpa dasar ilmu itu akhirnya ikut dalam acara yang sebenarnya haram untuk diikuti.

Gak enakan juga biasa mudah sekali terserang kepada wanita tertentu. Khususnya yang tertipu oleh suami yang berpura-pura masuk Islam. Saat si suami kembali kepada agamanya yang dulu, karena perasaan gak enak, berfikir kalau nanti tanpa suami tidak bisa mengurus anak dan menjalani hidup, akhirnya ikut masuk dalam agama suaminya. Kasus-kasus seperti ini sudah banyak. Dan sepertinya berita mengenai ini telah basi.
Tapi sejatinya perkara itu menjadi senjata para misionaris untuk memurtadkan orang Islam dari agamanya.

Dalam Islam tidak ada tawar menawar. Islam mengajarkan agar memiliki keteguhan dan prinsip yang harus dipegang kuat. Tidak mencla-mencle, mudah tertiup godaan dari mana saja. Ketika menemui ajakan dari teman, bahkan dari kerabat dekat, kemudian ajakan itu bertabrakan dengan prinsip Islam, seharusnya ditolak. Tolaknya tetap dengan cara halus. Dijelaskan bahwa ajaran Islam memiliki prinsip yang tidak boleh dilanggar. Jika dilanggar berarti berdosa. Rasa “gak enakan” selayaknya ditekan sekuat-kuatnya agar tidak menguasai perasaan yang akhirnya ikut tanpa mampu melawan.
Biarlah dianggap sok suci atau sok alim.  Dari pada mengikuti ajakan yang bisa menyebabkan bongkahan iman dalam hati kita berada dalam bahaya.

Wallahu A’lam Bisyowab


4 comments:

  1. Makasih Mas ... tertampar banget aku baca ini ... Jazakallah khoir. ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih mbak udah mampir..tuk remind kita semua. moga bermanfaat.hehe
      waiyyak

      Delete
  2. Masya Allah...jleebb mas Rohmat! Bagus banget cara nyampeinnya. Ngalir

    ReplyDelete
    Replies
    1. masih tahap blajar kok mbak..malah di odop tlisannya bagus2 ktimbang tlisan saya...makasih mbak udah mmpir..moga jadi remind kita semua...

      Delete