Monday, 9 January 2017

Terbukanya Dua Gerbang Eropa Timur Dan Barat II (selesai)

Gerbang Eropa Barat
Pasukan yang dikirim Dinasti Umawiyah telah mampu menyeberangi lautan. Yaitu menuju  Benua Eropa dengan pasukan armadanya. Sebuah armada laut telah dibangun oleh Muawiyah bin Abi sofyan. Ujung dari pada peta kekuasaannya telah sampai di Andalusia, melalui jasa gubernur Maghrib, Uqbah bin Nafi'. Kemudian dilanjutkan oleh Musa bin Nushair dengan memasuki Andalusia dan sekaligus dinobatkan sebagai gubernur disana.

Andalusia termasuk gerbang eropa bagian barat. Maka hal ini kesempatan yang tidak dibiarkan begitu saja. Maka atas kecerdasan Musa bin Nushair, ia memilih penglima pasukan terbaiknya, yaitu Thariq bin Ziyad. Sengaja ia mengambil dari suku asli dari Andalusia, yaitu suku barbar agar mudah berkomunikasi dengan masyarakat Andalusia. Berlanjutlah penyebaran Islam itu masuk kedalam eropa. Setelah kematian Musa bin Nushair, pemerintahan di Andalusia terus berlanjut. Walaupun dinasti Umawiyah pusat telah runtuh, namun Andalusia menjadi pemerintahan sendiri tapi menginduk pada Umawiyah.


Sempat saat itu diserang dan akan direbut oleh dinasti Abbasiyah dari Irak, namun dilawan oleh pemerintahan Andalusia.
Pemerintahan di Andalusia silih berganti. Dakwah dan eskpansi terus berlanjut. Hingga akhirnya sebagian Eropa telah berada dibawah kendali kaum muslimin. Seperti Portugal, perancis, Sevilla, Barcelona, Madrid, Valencia, Granada, Malaga, Cordova dan negara keatasnya hingga bertemu dengan laut atlantik. Pasukan kaum muslimin sempat diserang oleh pasukan viking. Pasukan yang datang dari sebuah pulau terpencil. Namun mereka bisa dipukul mundur hingga tidak mampu melakukan serangan balik.
System pemerintahan di Andalusia masih sebagaimana kerajaan. Namun banyak terjadi konflik internal antara kaum muslimin. Khususnya perebutan wilayah. Dimana antara raja-raja yang menguasai wilayah kota-kota Andalusia saling bertikai. Saat itu aura pertentangan dan perpecahan begitu terasa.
Seperti konflik antara Sevilla dan Toledo, Toledo dengan Granada, Sevilla dengan Cordova dan Toledo dan Zaragosa. Yang paling anehnya, konflik yang terjadi antara raja Islam meminta bantuan kepada kerajaan kristen. Sehingga loyalitas dengan antiloyalitas saat itu menjadi buram. Tentu kehormatan Kaum muslimin anjlok semenjak meminta bantuan kepada mereka.
Sangat jauh kehormatannya dengan masa pemerintahan awal Di Andalusia. Dimana semua kerajaan Kristen tunduk dan kekuatan kaum muslimin diatas mereka. Tidak ada yang berani memberontak ataupun menyerang terlebih dahulu.


Gerbang Eropa Timur
Setelah Dinasti Abbasiyah runtuh muncul dinasti baru. Seperti dinasti Fathimiyah, Ubaidiyyah dan dinasti kecil lainnya. Kemudian terbentuklah dinasti Utsmaniyah. Pada masa Sultan Mehmed II, atas tekad yang tinggi yang diwariskan bapaknya, Akhirnya ia mampu menaklukkan gerbang Konstantinopel. Selain disisi nubuwat bahwa Konstatantinopel telah dikabarkan oleh Rosul, Konstantinopel juga merupakan tempat yang strategis. Baik dibidang geografis maupun politik. Secara geografis Konstantinopel adalah titik penyeberangan antara benua asia dengan benua Eropa. Ia menjadi magnet kultural, komersial dan diplomatik.
Geografis yang strategis tersebut, Konstantinopel mampu mengendalikan rute antara Asia Eropa, serta pelayaran dari mediterania ke Laut Hitam.

Terbukanya gerbang yang dibanggakan Byzantium sebagai nubuwwat Rosul, baru terbukti setelah beliau mengabarkan 8 abad yang lalu. Bukan waktu yang sebentar. Ambisi mulia untuk penaklukkan Konstantinopel pun tidak hanya pada Dinasti Utsmaniyah saja. Dari dinasti Umawiyah dan Abbasiyah pun banyak yang ingin mewujudkan nubuwwat Rosul tersebut. Sebab Keutamaan bagi para penakluk begitu besar. Pemimpinnya menjadi sebaik-baik pemimpin, dan prajuritnya menjadi sebaik-baik prajurit.

“Sungguh Konstantinopel akan ditaklukkan. Sebaik-baik pemimpin adalah penakluknya dan sebaik-baik pasukan adalah pasukannya,” (HR.Ahmad).

Dari Abu Qubail, ia berkata: “Kami pernah berada di sisi Abdullah bin Amr bin Al-Ash”, ia ditanya: “yang manakah diantara dua kota yang akan ditaklukan lebih dulu, Konstantinopel atau Roma?” kemudian Abdullah meminta peti kitabnya yang masih tertutup. Abu Qubail berkata: “kemudian ia mengeluarkan sebuah kitab dari padanya. Lalu Abdullah berkata: “ketika kami sedang menulis disekeliling Rasulullah SAW tiba-tiba beliau ditanya: “yang manakah diantara dua kota yang akan ditaklukan lebih dulu, Konstantinopel atau Roma? Kemudian Rasulullah menjawab: “kota heraklius akan ditaklukan terlebih dahulu, yakni kota Konstantinopel.”

Menurut Husain, hadits ini dikeluarkan oleh ahmad dan terdapat di dalam Al-Mustadrak di beberapa tempat. Dishahihkan oleh AL-Hakim dan disepakati oleh Adz-Dzahabi, juga disepakati oleh Al-Bani di dalam Silsilah Al-Haditsish Shihah 1/8.

Dengan takluknya Konstantinopel, berarti dua gerbang timur dan barat saat itu telah kaum muslimin kuasai. Hanya saja Setelah gerbang timur takluk, jauh sebelumnya gerbang barat Eropa telah diambil alih oleh raja Kristen. Granada sebagai kota terakhir, menjadi saksi bisu akan kekejaman dan bengisnya raja Kristen Eropa. Mereka memberi pilihan pahit kepada umat Islam di Andalusia. Umat Islam harus memilih diantara 3 pilihan. Di usir dari negerinya, atau masuk kristen, atau dibunuh. Banyak mereka yang memilih di usir. Namun tidak sendikit pula dibunuh karena mempertahankan negeri Andalusia.
Namun suatu saat, tidak hanya dua gerbang eropa, bahkan seluruh benua akan kaum muslimin kuasai. Asal syarat-syarat kemenangan mampu diaplikasikan oleh uamt akhir zaman ini.
Wallahu a’lam.


Referensi:
- Andalusia, Masa kebangkitan dan keruntuhannya, DR. Raghib As-Sirjani
- Dinasti Umawiyah, DR. Yusuf Al-Isy
- Dinasti Abbasiyah, DR. Yusuf Al-Isy


No comments:

Post a Comment