Tuesday, 24 January 2017

Revolusi Zang, Peristiwa yang Hampir Meruntuhkan Daulah Abbasiyah

Daulah Abbaisyah merupakan perpindahan pengakuan kekhalifahan dari keluarga Hasyim (Abu Hasyim bin Muhammad bin Al-Hanifah) kepada keluarga Al-Abbas (Muhammad bin Ali bin Abdillah bin Al-Abas). Berbeda dengan system pengangkatan khalifah pada zaman khulafa’ Ar-Rosyidin. Daulah Abbasiyah menunjuk seorang khalifah yang baru dari keluarganya sendiri. Dengan mengangkat putra mahkota salah satu keluarga atau anaknya. Di masa Khulafa’ Ar-Rosyidin pengangkatan berdasarkan dari musyawarah para tokoh, alim, dan memiliki keutamaan diantara mereka.
Hal yang sama system pengangkatan putra mahkota ini, sebagaimana yang diterapkan pada Dinasti Umawiyah.
diluar dari pada itu, tentu dalam perputaran zaman tidak akan selalu berjalan mulus dan datar. Pasti ada naik turun, menang kalah, dan bangkit runtuh. Salah satu penyebab keruntuhan Dinasti Abbasiyah adalah munculnya bibit-bibit revolusi. Baik internal maupun ekternal. Adapun apa yang akan kita bahas ini termasuk revolusi internal.
Apa Itu Revolusi Zang?
Revolusi ini terjadi saat kondisi daulah sangat kacau balau. Penyebutan Zang adalah karena terjadinya revolusi besar-besaran dan tidak hanya pada satu tempat saja. Padahal sebelumnya Khalifah Abbasiyah telah bersusah payah mempertahankan pemerintahannya dari ancaman bangsa Turki. Namun revolusi ini lebih besar dan dahsyat dari pada bangsa Turki yang sebelumnya sempat menguasai Abbasiyah.
Dimana letaknya Revolusi Zang?
Revolusi besar-besaran berada di Irak. Terbentang dari Bashrah sampai pintu-pintu Baghdad. Revolusi ini telah berhasil menguasai sebagian besar dan tempat penting. Diantaranya memboikot bantuan ke ibukota khalifah, memecah belah masyarakat, serta menjadikan bangsa arab dan non-arab sebagai budak. Darahpun sangat mudah ditemui dan mengalir dimana-mana.

Kenapa revolusi Zang Muncul?
Penyebab tidak langsung adalah kelemahan yang telah ada dalam tubuh khalifah Abbasiyah yang dengan mudahnya memberikan kebebasan kepada pemberontak dalam menjalankan aktifitasnya. Ekonomi termasuk sebab revolusi ini muncul. Saat khalifah berada ditangan Harun Ar-Rosyid, negara Irak menjadi pusat peradaban. kekayaan dari bahan pangan, produk, perhiasan, dan emas datang kesana. Irak menjadi benar-benar kaya pada saat itu. Peningkatan ekonomi naik secara signifikan.
Dari situ pun mereka banyak membeli tanah. Salah satunya rawa yang terletak antara Bashrah dan Wasith. Ditempat itu terdapat air yang mampu mengeluarkan garam. Kemudian mereka membeli budak dari Somalia dan Zanzibar dengan murah. Lalu para budak itu diperkerjakan di rawa tersebut. Mereka bekerja tidak diberi upah. Hanya diberi tepung dan kurma murah yang cukup dimakan saja.
Semakin lama kondisi mereka semakin buruk. Padahal jumlah mereka banyak. Antara 5000 hingga 15.000 orang. Mereka dibagi secara berkelompok dalam melakukan pekerjaan kasar. Setiap mereka bekerja, keuntungannya diambil tanpa ada seorangpun yang mau mendengar.
Mereka memiliki fisik yang kuat. Dengan itu mampu bekerja ditempat yang memprihatinkan. Mereka memikul kerasnya kehidupan. Bekerja dirawa dalam udara penuh polusi.

Dengan keadaan mereka yang selalu berkelompok dalam bekerja, memberikan kesempatan bisa saling memahami atas kondisi mereka. Saat itu revolusi mulai berhembus diantara mereka. Sayangnya kekurangan mereka adalah orang yang buta huruf dan tidak memiliki wawasan ilmu pengetahuan sama sekali. Maka dari itu mereka sangat membutuhkan seorang pemimpin yang bisa mengarahkan untuk melakukan revolusi.
Keuntungan dari tempat mereka kerja dan tinggal adalah untuk bersembunyi dan menampakkan diri. Tentara yang rapih dan terlatih tidak akan mudah menguasai tempat itu. Dengan begitu, tidak susah memprovokasi mereka yang memprihatinkan dalam kerjanya untuk melakukan revolusi.

Siapa pemimpin Zang?
Hal yang ditunggu-tunggu oleh para budak telah muncul. Yaitu pemimpin mereka. Dalam sejarah disebut pemimpin Zang, dengan nama asli “Bahdudz” dan disebut dengan Muhammad Ali. Dia memiliki gagasan-gagasan dan inspirasi yang segar. Tidak banyak menggunakan senjata, tapi sering menggunakan akal.

Dia memiliki rencana-rencana untuk revolusi. Rencana-rencana itu adalah:
Membebaskan orang-orang Zang dan mengangkat derajat mereka
Menjanjikan mereka untuk mendapatkan harta dan hamba sahaya yang banyak
menjanjikan mereka mendapatkan kekuasaan, kekuatan dan kerajaan.
Revolusi yang dilakukan dengan jalan memberontak. Khalifah tidak harus bangsa arab saja. Siapapun bisa jadi khalifah.

Pemimpin Zang tidak berpemahaman Syiah, meski memiliki hubungan nasab kepada Zaid bin Ali. Pahamnya adalah Khawarij dan Azariqah. Dia memiliki pemahaman lain yang berlebihan, hingga mengaku sebagai nabi, mengetahui yang gaib, wahyu dan kekuatan.

Bersambung.....

#OneDayOnePost


1 comment: