Sunday, 8 January 2017

Para Nabi Dan Rosul Membawa Pesan Yang Sama


Tugas para nabi dan Rosul diutus adalah untuk  menyampaikan tauhid. Beribadah kepada Allah dan menjauhi Syirik.
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan):”Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thagut itu,” (An Nahl:36).

Tauhid mereka sama. Tidak ada satupun yang berselisih. Karena mereka mendapat titah dari langit untuk menyebarkan kebenaran di bumi.
Tidak ada diantara mereka yang membawa ajaran sesat. Bahkan mereka semua adalah muslim.


“Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam". (QS. Al-Baqoroh: 132).


Rosul Shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda: "para nabi adalah saudara sebapak dan berlainan ibu, dan agama mereka satu.” (Muttafaq ‘Alaih).


Pernyataan hadist diatas sangat bertentangan atas tuduhan Yahudi dan Nasroni kepada Nabi Ibrahim. Bapak para nabi ini difitnah oleh orang Yahudi bahwa Nabi Ibrahim dari kalangan Yahudi. Begitu pula, orang Nasroni menyebut Nabi Ibrahim dari kalangan Nasrani. Tapi Allah bantah itu semua. Nabi Ibrahim adalah seorang muslim yang hanif.

مَا كَانَ إِبْرَاهِيمُ يَهُودِيًّا وَلَا نَصْرَانِيًّا وَلَٰكِن كَانَ حَنِيفًا مُّسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ


"Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik." (QS. Ali Imran: 67).


“Ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Ismail, Ishak, Ya’qub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani? Katakanlah: "Apakah kamu yang lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih lalim daripada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya?" Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Baqoroh: 140)


Allahlah yang tahu bahwa para nabi adalah muslim. Sebab Dia lah pengutus mereka pada umat manusia demi menyebarkan kebenaran.
Tidak ada satupun yang berselisih diantara Nabi dan Rosul. Meski beda kitab, namun hakekatnya satu ajaran.


قُولُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَىٰ وَعِيسَىٰ وَمَا أُوتِيَ النَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

“Katakanlah (hai orang-orang mukmin): “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”. (Al-Baqoroh: 136).


Ayat ini mematahkan semua anggapan bahwa Nabi Isa yang membawa agama Nasroni dan Nabi Musa yang membawa Agama Yahudi. Mereka hanya meneruskan agama yang dibawa oleh Nabi Ibrahim. Agama Islam yang hanif. Karena Nabi Ibrahim adalah bapak para Nabi. Penyeru tauhid dan penghancur syirik.

Nabi Isa Alaihi salam mengabarkan kepada kaumnya bahwa ia adalah utusan Allah. Dia membenarkan kitab sebelumnya, Zabur yang diturunkan kepada Nabi Musa Alaihi salam. Ia pun mengabarkan akan kemunculan nabi setelahnya. Yaitu Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam.

Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)". Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata". (QS. As-Shaff: 6).

Di utusnya Nabi Muhammad menunjukkan berhentinya nabi yang diutus dari kalangan bani Israil. Secara garis keturunan, Nabi agung yang diutus untuk seluruh alam meneruskan estafet jejak dakwah Nabi Ibrahim dari jalur jalur Nabi Ismail. Prinsip tidak ada yang berubah. Memang banyak syariat yang bertambah. Namun syariat Nabi Ibrahim tidak ada yang dihapus. Seperti  Menyembelih Kurban saat idhul Adha dan manasik haji. Intinya,  prinsip dakwahnya sama. Karakteristik wahyu ilahi dari nabi sebelumnya tetap kokoh. Yaitu menyembah Allah dan menjauhi Syirik.


Wallahu A’lam Bisyowab

#OneDayOnePost

No comments:

Post a Comment