Saturday, 7 January 2017

Kebodohanmu Bisa Membunuh


“Mereka telah membunuhnya. Semoga Allah membalas mereka”. Sabda Rosul setelah  mendengar cerita bahwa ada salah satu sahabatnya meninggal setelah mandi junub.


Kronologisnya, dalam sebuah hadist riwayat Abu Dawud dan disebutkan dalam sunannya, pada sebuah perjalanan salah seorang sahabat terluka dibagian kepala. Kemudian pada malam harinya ia mimpi basah. Lantas ia bertanya kepada sahabat yang lain, “Apakah kalian mendapatkan keringanan bagiku untuk tayammum ?”


Mereka menjawab” “Kami memandang kamu tidak mendapatkan keringanan karena kamu mampu menggunakan air.”

Kemudian sahabat yang junub tersebut mandi. Ia pun meninggal karena luka yang dideritanya.  
Lalu Nabi menasehati sahabat yang fatwanya membunuh sahabatnya sendiri, “Karena obat dari tidak tahu adalah bertanya. Sesungguhnya dia cukup bertayammum” [HR Abu Daud dalam Sunannya dan dinilai shahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahîh al-Jami’, no. 4362].


Demikianlah pentingnya berilmu sebelum beramal. Tanpa ilmu bisa menyengserakan manusia. Bahkan bisa menyebabkan hilangnya nyawa. Dengan ilmu mampu memberikan solusi dalam setiap masalah. Tidak perlu meraba kemana harus berjalan, dan langkah apa yang harus diputuskan. Sebab ada ilmu yang telah menjadi tuntunan hidup.


Ilmu agama lebih penting dari pada ilmu dunia. Jika ilmu dunia hanya sebatas pengetahuan perkara yang fana dan condong ke materi, maka ilmu agama membawa pada sesuatu yang abadi. Kebutuhan manusia pada ilmu agama jauh lebih penting dari pada kebutuhan fisik pada makanan. Sebab setiap detik kita perlu ilmu. Menjalani kehidupan dengan ilmu dan beramal atas dasar ilmu.


Sangat mustahil manusia meniadakan ilmu. Ilmulah yang menuntun seseorang pada kebenaran. Ilmu dunia hanya sebagai pelengkap. Bukan tujuan. Ilmu agama berarti ilmu akherat. Ia hanya bisa didapat dengan mendatangi majelis Ilmu dan bertanya kepada orang yang paham dari sesuatu yang belum diketahui. Ia bisa menjadi obat penawar kebodohan dan mengikis kerak jahil yang bisa membahayakan orang yang berada disekitarnya.


Dengan ilmu agama mampu merubah persepsi manusia pada kehidupan yang dijalani. Musibah tidak dapat dihindari. Tapi adanya ilmu, musibah yang dilanda akan disikapinya dengan sabar. Berbeda dengan orang yang tak berilmu. Ia akan menyikapi musibah dengan kata-kata kotor dan sikap buruk.
Jika orang kaya lagi berilmu, ia akan tahu kemana seharusnya harta itu bisa bermanfaat. Tapi orang kaya yang bodoh, hartanya akan dihabiskan untuk sesuatu yang sia-sia. Atau jika tidak, hanya ia simpan saja di tabungan.


Manfaat akan ilmu yang tidak bisa dihindari adalah, ilmu akan menjaga pemiliknya dari bahaya kebodohan. Kebodohan merupakan kegelapan yang merusak pandangan seseorang kepada akherat. Padahal akherat tempat pulang hakiki semua manusia. Ilmu yang teramalkan akan menjadi bekal yang baik dalam menyongsong kehidupan abadi. Adanya amalpun artinya menyiapkan untuk menghadapi segala prahara yang akan ditemui nanti.

Maka, marilah kita bunuh kebodohan dengan mempertebal ilmu.

#OneDayOnePost

No comments:

Post a Comment