Saturday, 7 January 2017

Jangan Sampai Peristiwa Hunain Terjadi Lagi


”Aku adalah Nabi yang tidak berdusta, aku adalah cucu Abdul Muthalib”

Seru Rosul mengembalikan kekuatan pasukannya yang tengah dilancarkan serangan panah secara tiba-tiba dari musuh. Serangan mendadak pada perang Hunain itu membuat kaum muslimin kocar-kacir. Padahal Rosulullah membawa pasukan yang jauh lebih banyak dari pada pasukan musuh.
Pasukan muslimin saat itu 12.000 personil. 10.000 diantara yang ikut dalam fathul makkah, dan 2000  orang Islam yang masuk Islam saat fathul Makkah.


Musuh pada perang ini ternyata telah menguasai medan. Sebelum sampai tempat, mereka menghujani kaum muslimin dengan panah. Pasukan dari pihak Islam sebelumnya merasa saat itu benar-benar menang karena jumlah yang banyak. Musuh mudah dihancurkan dengan pasukan besar. Namun ternyata justru perasaan itu membawa pada kekalahan.

Ditengah pasukan Islam yang tidak stabil dalam menghadapi musuh yang bersembunyi, maka Rosul mengumpulkan kaum Anshor dan kabilah lainnya untuk membakar semangat mereka. “Sekaranglah perang membara”.
Akhirnya pasukan musuh dapat dipukul mundur hingga ke wilayah sekitar. Hasil ghonimah yang didapat adalah 6000 tawanan, 24000 onta, 40000 domba, 4000 perak, kemudian Rasulullah memerintahkan Mas’ud bin ‘Amru Al-ghifary sebagi penanggungjawab ghanimah.

Peristiwa Perang Hunain ini Allah abadikan dalam firman-Nya yang berbunyi:
“Sesungguhnya Allah telah menolong kamu (hai Para mukminin) di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) peperangan Hunain, Yaitu diwaktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlah (mu), Maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun, dan bumi yang Luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari kebelakang dengan bercerai-berai. Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada RasulNya dan kepada orang-orang yang beriman, dan Allah menurunkan bala tentara yang kamu tiada melihatnya, dan Allah menimpakan bencana kepada orang- orang yang kafir, dan Demikianlah pembalasan kepada orang-orang yang kafir.” (QS. At-Taubah: 25-26)

Hikmah yang dapat dipetik adalah jumlah yang besar tidak menjamin kemenangan. Kemenangan tergantung pada keimanan dan yakin dengan pertolongan Allah. Karena bisa jadi pasukan yang sedikit mampu mengalahkan pasukan yang banyak.

“Berapa banyak jumlah yang sedikit mampu mengalahkan jumlah yang banyak dengan izin Allah” (Qs Al-Baqarah  249)

Peristiwa yang mengukir sejarah Islam Indonesia dalam aksi super damai 212, diikuti peserta yang mampu mengalahkan jumlah jama’ah haji saat wakuf di Arafah. Jumlah yang begitu fantastis. Kurang lebih terhitung 7 juta dari berbagai kota dan daerah nusantara. Banyaknya jumlah itu tidak membuat acara menjadi gaduh. Bahkan setelah aksi super damai tempat kembali bersih.
Namun jangan sampai umat Islam terbuai dengan jumlah yang banyak. Bagi Allah kuantitas tidak menjadi nilai bila kwalitas rendah. Sangat mungkin bibit-bibit tinggi hati muncul sebagaimana pasukan Islam pada perang Hunain. Mereka langsung dibuat kalah oleh Allah karena merasa menang.

Bangga dengan pasukan yang besar bisa menjadi lupa bahwa perkara menang dan kalah adalah ketentuan Allah. Bangga dengan jumlah peserta aksi yang super banyak adalah perkara yang harus kita jauhi. Perjuangan Islam masih panjang. Eforia akan jumlah selayaknya tidak dibanggakan. Meski disisi lain musuh Allah akan gentar dengan peserta 212, tapi tetap fokus pada penista adalah sesuatu yang harus terus dikawal. Agar keadilan di bumi pertiwi tersebar merata.

#OneDayOnePost

No comments:

Post a Comment