Saturday, 14 January 2017

Antara Shalat Dan Dunia


Memikirkan perkara dunia memang tidak ada habisnya. Dari bangun tidur hingga mau tidur lagi, tidak akan tuntas memikirkannya. Namun, apakah hanya itu yang dipikirkan seorang manusia yang menghambakan diri pada Tuhannya?

Tentu tidak! Sebab hidup didunia tidak terus-terusan mementingkan/memprioritaskan dunia. Ada satu hal yang justru seharusnya diambil porsinya lebih besar. Apa itu?
Yaitu akherat.


Cara cepat agar tidak melulu memikirkan seputar dunia adalah dengan shalat. Bukan sekedar shalat belaka. Tidak hanya rutin shalat 5 waktu tanpa menghadirkan hati didalamnya. Kalau hanya shalat tanpa khusyu, maka tak ubahnya seperti mayat. Tidak bermanfaat sedikitpun meski fisik sempurna dan bagus.

Itulah kenapa dalam firman Allah menyebutkan, “Shalat dapat mencegah keji dan mungkar”. Tapi pertanyaannya, Sebanyak apakah keji dan mungkar tercegah dengan shalat? Belum. Belum sama sekali.  Banyak kemaksiatan tak tercegah meski banyak orang yang shalat. Bahkan orang yang rutin shalatpun tak menutup kemungkinan senang menghina saudaranya, dan menggunjingnya. Itu karena ruh dalam shalat tidak tertanam kuat dalam hati.

Bukan Sekedar Gerakan
Gerakan shalat tentu telah banyak kaum muslimin yang mengetahui. Tapi ternyata gerakan saja tidak cukup. Ada sesuatu yang lebih penting dan harus diperhatikan. Yaitu khusyu’. Inilah yang akan melupakan dunia dan segala kegemerlapannya. Kemewahannya sangat kecil tatkala hati ini tunduk dan hanya tertuju satu fokus. Kekhusyu’an.

Keletihan yang bergelut dengan dunia akan hilang. Pikiran yang dikekang oleh rantai materi akan terlepas. Karena ibadah shalat yang bukan sekedar sholat. Inilah shalatnya orang-orang yang memiliki kwalitas iman. Shalat yang menjadi indah jika dipandang. Ibadah yang berubah sebagai pelepas penat. Tanpanya, hati seakan ditawan oleh dunia.

Rosulullah, tatkala diperjalanan pernah menyuruh Bilal untuk adzan. Hal ini dilakukan karena dengan shalat bisa mengistirahatkan fisik dan pikiran. Shalat seperti pemisah antara dunia dengan akherat. Jika dunia terasa penat, shalat menjadi penyegar pikiran dan hati. Sebab saat shalat ditegakkan, pikiran terhadap dunia disisihkan. Lantas, sudah sampai manakah shalat kita menuntun kita kearah yang lebih baik?

Pernah salah seorang sahabat nabi sedang berjaga-jaga pada malam hari dalam suasana perang. Sambil berjaga, ia pun mendirikan shalat. Datanglah penyusup dari musuh dan membidikkan panah ke sahabat tersebut. Beberakali dia terkena panah musuh, tapi ia bergeming. Setelah shalat usai, ia baru menyadari kalau ada anak panah yang telah menusuk ke salah satu anggota badannya.
Inilah bentuk yang sesungguhnya dari shalat. Bahkan gangguan dari luar tidak terasa, apalagi membuat dirinya menghentikan shalatnya.
Bagaimana dnegan kita? terkadang hanya satu gigitan dari nyamuk saja khusyu’ langsung hilang, lantas bergerak-gerak tidak tentu.

Maka bagaimana menumbuhkan hati yang selalu khusyu’ saat beribadah? jawabannya ada pada surat Al-Baqoroh ayat 45-46:
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'. (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.” (QS. Al-Baqoroh; 45-46).

Ayat diatas menyebutkan bahwa orang yang khusyu’ adalah orang yang menyakini bahwa dia akan menemui Tuhannya. Dengan kata lain, orang khusyu’ adalah orang yang selalu mengingat kematian.

Jadi jika ingin melatih diri agar ibadah shalat tidak terlalaikan dengan hal dunia, maka solusinya dengan mengingat kematian. Hati saat mengingat sesuatu yang nantinya bakal terjadi dan sesuatu itu adalah hal yang mengkhawatirkan dan menakutkan, akan membuatnya tunduk dan fokus pada ibadah tersebut. Tanpa sadar akhirnya menumbuhkan rasa khusyu’ di dalam shalat.

Marilah jadikan shalat tak ubahnya seperti benteng. Benteng yang memisah antara kenikmatan dunia dengan perkara akherat dan pahala. Semoga dengan begitu, saat beramal akherat bisa maksimal dan tak mudah tergoda dengan dunia yang sementara.

#OneDayOnePost

No comments:

Post a Comment