Wednesday, 25 January 2017

Anda Benci Hal Yang Berbau Arab? Selayaknya Dipikir Lagi Setelah Baca Ini


Di Indonesia orang yang anti arab seperti mulai bermunculan. Baik dari kalangan artis sampai politisi. Mereka menggunakan berbagai dalih untuk menutupi kebencian mereka dengan alasan yang tak rasional. Salah satunya adalah ungkapan ketua umum PDIP.  Dia menyatakan bahwa kalau mau jadi orang Islam jangan jadi orang arab.
Selanjutnya saat mengawal Imam besar FPI di Polda Jawa Barat untuk pemeriksaan, terdapat salah seorang peserta membawa bendera merah putih yang bertuliskan kalimat tauhid. Tidak lama pembawa bendera itupun dilaporkan dan dengan cepat diperkarakan menjadi tersangka.


Ia dituduh mencoret bendera merah putih. Padahal tidak ada maksud sama sekali menghina bendera merah putih dengan mencoretnya. Tuduhan yang mengatakan lambang kalimat tauhid sebagai coretan yang mengotori bendera, adalah hal yang sangat miris dan sangat disayangkan. Karena sama saja mengartikan kalimat tauhid, kalimat yang suci itu adalah kalimat kotor. Maha suci Allah dari anggapan buruk seperti itu.

Jika kita perhatikan lebih lanjut, karena dianggap telah mencoret bendera dengan tulisan, orang-orang yang membawa atribut bendera saat kawal sidang ahok harus diusut. Karena membawa lambang merah putih yang dicoret "Bebaskan Ahok". Begitu juga saat bendera merah putih yang bertulisan metallica ditengah konser.
Namun kabar baiknya, pembawa bendera merah putih berlafadzkan tauhid yang diciduk malam hari bak teroris itu, kini telah dinyatakan tak bersalah.


Ada indikasi kapolri saat ini membenci lafadz arab atau sesuatu yang berbau arab. Buntutnya, mereka akan dianggap membenci Islam. Sebab Islam tidak dapat dipisahkan dengan arab. Nabi yang menyebarkan Islam adalah orang arab. Apakah orang yang anti arab ingin melanjutkan nasib sebagaimana kejadian di Turki masa lalu?


Tatkala Turki telah ditunggangi oleh bangsa sekuler, Mustafa Kamal sebagai kepala presiden membuat peraturan yang sangat diskriminatif, khususnya bagi umat Islam. Yaitu adzan harus menggunakan bahasa Turki. Nama masjid tidak boleh menggunakan bahasa arab. Bahkan Al-Qur’an dilarang beredar jika masih menggunakan bahasa arab. Banyak ulama di buru dan digantung karena tidak mendukung ide yang sangat anti arab dan Islam.


Namun Allah memberi balasan kepada kepala pemerintah itu dengan berbagai penyakit yang membuatnya tersiksa. Sekujur tubuhnya merasakan gatal yang hebat. Meski kulitnya telah terkelupas akibat digaruk, rasa gatal tetap tidak hilang.  Suhu panas pada badannya meninggi. Bahkan sampai di bawa ke laut supaya menurunkan suhu panasnya. Beberapa kali ia koma. Musuh Allah itu benar-benar merasakan penderitaan hingga ajal menjemput.

Adzab di dunia Allah berikan sebelum nanti adzab yang keras di akherat. Meski orang-orang sekuler menganggap orang ini menjadi bapak sekularisme, tapi dimata umat Islam, ia adalah perusak yang dinantikan keruntuhannya. Ia telah menggadaikan Islam kepada barat. Diantaranya merubah pemerintahan Islam menjadi sekuler. Buahnya, dengan seenaknya membuat peraturan yang mengganggu umat Islam.

Kita do'akan semoga mereka yang saat ini membenci arab dan berbau arab, segera bertaubat. Jadikanlah akhir tragis sang pembenci arab diatas sebagai peringatan dan sekaligus ancaman.
#OneDayOnePost


1 comment:

  1. Attaruk...semoga kita bisa mengambil Hikmah dari kematiannya

    ReplyDelete