Monday, 13 November 2017

Ternyata Cinta Tak Sekedar Memandang Rupa, Tapi Ini Rahasianya

Saya dari dulu menganggap cinta itu berstatus setara. Maksudnya cinta akan didapat kalau misalnya orang tampan jodohnya cantik. Kaya dengan kaya. Pikiran saya seperti itu. Namun setelah saya perhatikan lagi, anggapan itu makin lama makin menyusut. 
Spekulasi ini mulai luntur ketika saya jalan-jalan di salah satu sosial media bernama facebook. Saya melihat ada suami istri yang nampak sedang selfie. Saya perhatikan istrinya tidak cantik-cantik amat tapi mendapat suami berparas tampan.

Friday, 3 November 2017

Pemudi Hafidz Qur'an Itu Menghembuskan Nafas Terakhir Di Penghujung Malam

Ada seorang pemudi hafidz qur'an (hafal Qur'an 30 juz) mengajar di salah satu pesantren tahfidz di Jawa Tengah. Selain mengajar, ia dikenal kuat dalam muroja'ah/mengulang hafalan. Sebab baginya hafalan Qur'an harus terus dijaga agar tidak lupa. Ayat Qur'an tidak seperti bacaan lainnya yang awet di ingat. Jika hafalan Qur'an tidak di ulang maka lambat laun akan lupa.
Ia diuji oleh Allah dengan mengidap kanker otak. Saat kambuh ia sulit beraktifitas. Hanya terbaring lemas diatas ranjang dan menahan rasa sakit yang tak terkira. Apalagi ketiadaan kedua orang tua yang telah lama meninggal makin perih perasaannya saat itu.

Friday, 29 September 2017

Mawar Berduri Dan Kuatnya Keyakinan

Pernah seorang pelatih memberikan tugas kepada peserta yang terdiri dari anak-anak SMA untuk membuat gambar yang menjelaskan tentang siapa diri mereka. Kalau ada yang bermaksud menggambar cita-cita, gambarlah cita-cita. Kalau ada yang hendak menggambar untuk menjelaskan sebuah keluarga, maka gambarlah keluarga.

Acara menggambar dimulai, maka semua peserta mengeluarkan jiwa imajinasi yang kreatif. Bereksplorasi dengan karya yang mungkin bisa disebut asal-asalan. Sebab tak sedikit dari mereka sambil bercanda ria bersama teman disampingnya.

Thursday, 28 September 2017

Kehidupan Hanya Seperti Tiga Hari

“Mau berapa lama hidup di dunia?”

Pertanyaan diatas mungkin terasa aneh. Sebab kita tak ada yang tahu satupun bakal meninggalkan dunia. Tapi sepertinya kalau ditanya tentang tinggal berapa lama singgah disuatu tempat, tentu pertanyaan itu akan mudah dijawab. Dunia yang kita singgahi ini, menurut Hasan Al-Bashri, Ulama Besar Tabi’in, adalah seperti tiga hari saja.
Kenapa hanya tiga hari?

Wednesday, 20 September 2017

Satu Malam Bersama Ulama


Kita kadang terbetik untuk berfikir bagaimana para toko besar menjalani kehidupan. Berinteraksi sosial sesama teman, tetangga dan saudara serta muslimin lainnya, tentu bagian dari kehidupan yang tak terpisahkan. Kesempatan pun Allah beri sama seperti kita, sehari 24 jam. Namun ada satu hal yang bisa menjadi perbedaan besar, atau jurang terpisah antara kita dengan mereka.

Maka sangat-sangat wajar para tokoh dan juga Ulama besar memiliki ilmu dan agama yang begitu kuat. Dalam masalah waktu nampak begitu "pelit". Bagi mereka kesempatan yang ada terlalu berharga untuk disia-siakan.

Bahkan disaat yang seharusnya bisa digunakan untuk istirahat sebagaimana manusia pada umumnya, tapi justru digunakan untuk sesuatu hal demi kemaslahatan agama dan umat. Sama sekali tak terlintas jika yang mereka lakukan mungkin bisa mempengaruhi fisik, atau apa saja yang membuat badan menjadi semakin lelah.

Saturday, 9 September 2017

Jangan Takut Bermimpi





“Mari sampaikan harapan-harapan kita”

Serempat 4 pemuda dari anak-anak sahabat mulia Rosul, membuka halaqoh mereka di dekat Hijr Ismail.

Mereka tengah membuat majelis cita-cita. Seperti kita dulu saat duduk di sekolah dasar. Pasti pernah oleh salah seorang guru untuk menyebutkan cita-cita, mau jadi apa saat dewasa kelak.

Friday, 18 August 2017

7 Sikap Ini Bisa Membuatmu Bahagia




Kalau ada yang bertanya, “Kamu pengen bahagia nggak?”
Pasti jawabannya mau. Siapa manusia di dunia ini yang tak mau bahagia. Cuma kadang cara orang mencari bahagia itu yang berbeda.

Tentunya berbanding lurus dengan bagaimana dia memahami arti bahagia tersebut.
Sebenarnya bahagia kalau mau dicari dengan teliti, ternyata bukan berada pada materi belaka.
Tetapi ada pada sikap kita dalam menjalani hidup. Maka ada 7 sikap agar meraih kebahagiaan menurut Ali bin Abi Thalib RA. Berikut kunci-kuncinya:

Thursday, 3 August 2017

Kau, Yang Menunggu Dipenantian Hidupku

Sudah berapa lama aku mencari seseorang yang dapat menemani hidup dalam sendiri. Dari medsos, kenalan istri teman, teman sesama komunitas dan sampai dijodohkan orang tua.

Dibandingkan teman seumuran, aku termasuk orang yang layak disebut jones, jomblo ngenes. Ah, sebutan yang bagiku seperti menyilet kulit sendiri. Pedih rasanya.
Tapi itulah kenyataanku.

Namun tanpa sadar, kau ternyata telah menanti lama akan kehadiranku. Apa mungkin ini adalah jawaban do’amu tiap malam, memohon dihadirkan penyempurna hidupmu?

Tuesday, 1 August 2017

Belajar Dari Sifat Lembut Dan Pemaaf Buya Hamka

Haji Abdul malik Karim Amrullah, atau dikenal dengan Buya Hamka, adalah sosok tokoh
Indonesia yang memiliki semangat dakwah. Baik dakwah diatas mimbar ataupun diatas
kertas. Beliau yang terlahir dari keluarga berpendidikan, memiliki sifat yang sangat terpuji.
Khususnya tatkala fitnah menyerang.

Pernah Buya Hamka di fitnah sebagai pengkhianat bangsa yang kemudian menyebabkan
beliau tinggal dibalik jeruji besi.

Saturday, 29 July 2017

Kita Hanyalah Seperti Traveler

Sahabat Umar bin Khattab RA. suatu ketika mendatangi rumah Rosulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Namun sepertinya rumah itu lebih layak disebut bilik kecil disisi masjid Nabawi. Al-Faruq mendapati sang mulia sedang tidur beralasan tikar yang memberi bekas-bekas guratan pada badannya.
Tetiba saja pemandangan tersebut membuat sisi terdalam sahabat yang terkenal tegas dan keras di Makkah itu muncul. Air matanya mengucur, merasa iba dengan keadaan Rosulullah.
Rosulullah mengetahui ada Umar yang sedang menangis, lantas bertanya, “Kenapa engkau menangis wahai Umar?”

Sunday, 23 July 2017

Satu Do'a Lagi Yang Belum Terkabul

Ada sebuah kisah cukup unik yang menggambarkan dahsyatnya kekuatan dzikir, yaitu kisah antara Imam Ahmad bin Hanbal dengan pembuat roti.

Di akhir-akhir hayat sang Imam, pernah terlintas ingin mendatangi salah satu kota di Irak. Kemudian beliau berangkat ke kota itu.

 Sesampainya disana bertepatan dengan waktu maghrib, lantas beliau shalat maghrib berjama’ah disebuah masjid. Sambil menunggu Isya, Imam yang dijuluki sebagai Amirul mukminil fil hadist itu membaca Quran dan dilanjutkan dengan shalat Isya.

Tuesday, 18 July 2017

Aku, Kau, Dan Maut

Bahas tentang cinta memang tidak akan pernah habisnya. Sebab cinta adalah anugerah dari Allah untuk manusia. Dengan cinta perdamaian bisa tersebar. Pun dengan cinta mampu terjadi pertikaian yang tak pernah ada habisnya.

Namun hari ini bila membahas cinta, sering kali dikonotasikan kepada muda-mudi yang baru berpadu rasa. Saling suka diantara keduanya. Memang itu bisa disebut cinta. Tapi terlalu sempit bila cinta hanya antara yang muda saja. Sebab cinta bisa ke siapa saja. Seperti ibu ke anaknya, cinta anak ke ayahnya, cinta kakek ke cucunya dan masih banyak lagi. Justru cinta selain muda-mudi terkadang lebih tulus dan langgeng. Bisa bertahan sangat lama dan sangat mungkin abadi.

Sunday, 16 July 2017

Surat Tulang Dari Khalifah


Pada masa khalifah Umar bin Khattab, Mesir berada dibawah gubernur Amr bin Ash. Kehidupan gubernur ini begitu mewah. Pernah suatu ketika ia terbetik untuk membangun masjid besar didekat istananya. Tanpa butuh waktu lama, ia eksekusi idenya tersebut. Namun terhalang dengan gubuk reot milik seorang yahudi yang sudah tua.

Tanpa basa basi, Amr bin Ash hendak membelinya. Tapi si yahudi bersikeras tidak mau menjual rumah satu-satunya itu. Amr bin Ash tidak kehabisan akal. Ia menawarkan harga lebih tinggi, bahkan dua belas kali lipat dari harga normal. Lagi lagi si yahudi tetap pada pendiriannya.

Saturday, 15 July 2017

Dia Bagian dari Diriku, dan Diriku Bagian dari Dirinya



ADA salah seorang sahabat Nabi bernama Julaibib. Ia memiliki wajah yang tidak begitu menarik. Banyak wanita yang dilamarnya selalu menolak.
Bahkan pernah salah seorang wanita Anshor bilang kepada wanita yang lain, jika datang Julaibib untuk melamar, maka jangan diterima.

Hingga suatu hari Rasulullah mendatanginya karena memahami keadannya.

“Wahai Julaibib, maukah aku carikan seorang wanita pendamping hidupmu?” tanya Rasul.
“Mau ya Rasulullah!” jawab Julaibib mantap.
Kemudian Rasul mencari siapa yang nanti bakal menjadi mertua Julaibib. Dicarilah salah satu keluarga Anshor.

Tuesday, 11 July 2017

Dunia Ibarat Terminal


Seberapapun lamanya tinggal di dunia, kita bakal meninggalkannya. Seindah apapun rumah tinggal kita, tidak akan menjamin umur kita awet menikmatinya. Layaknya terminal. Ya, terminal. Sebagus dan seindah apapun itu terminal, kita tidak akan lama tinggal di terminal. Sebab terminal hanya persinggahan menuju akhir perjalanan kita, Akherat.

Kita bisa perhatikan orang-orang yang kaya tapi tidak sholeh. Mereka terkadang sulit membendung hasrat mengumpulkan banyak harta yang tidak begitu penting. Membeli sesuatu hanya karena gengsi dan gaya. Saling berlomba  dengan kekayaan orang lain. 
Padahal sebanyak apapun yang dibeli, tidak akan bisa dibawa ke negeri akherat. Semua akan berhenti dan meninggalkan kita saat berada di liang lahat. Semua yang kita cintai bakal balik meninggalkan kita. Namun hanya satu saja yang menemani dengan setia. Yaitu amal shalih.

Saturday, 10 June 2017

Beda Afi dengan Naufal Raziq


Afi anak SMA yang (katanya) otaknya berpikir dewasa. 
Saat ketahuan kalau salah satu update statusnya hasil jiplakan alias plagiat, baru deh kelihatan belangnya. Belum lagi isi kontennya berbau liberal. 
Yang dulu banyak nerima sanjungan, sekarang gak sedikit nerima bully sana sini. Sempat akun facebooknya tersaspend karena ada beberapa pihak yang tak suka dengan pendapatnya yang dinilai liar. 😅 😂

Monday, 24 April 2017

Yakin, Hidup Kita Tak Ada Dosa?

Tak ada gading yang tak retak. Begitu pepatah mengatakan. Artinya tidak ada manusia yang tak punya salah. Sesempurnapun orangnya, tetap pernah melakukan kesalahan. Tapi Allah menyediakan suatu media dimana kesalahan yang sangat mungkin melahirkan dosa dengan suatu pertaubatan.

Disinilah sering kali yang membedakan banyak manusia. Bertaubat. Tidak mudah taubat itu dilakukan. Banyak faktor kenapa taubat bisa terhalang. Diantaranya karena merasa tidak ada dosa. Kalau ini yang sudah menjadi faktornya, apapun dosa yang dilakukan, maka tidak terbesit sedikitpun bergerak untuk taubat. Tapi bila sadar telah melanggar perintah, sekecil apapun dosanya, bongkahan hati akan mudah menerima cahaya taubat.

Sunday, 23 April 2017

Yakin, Hidup Kita Penuh Pahala?

Indah rasanya saat hidup kita dipenuhi ketaatan. Selalu dihiasi kesibukan dalam mencari ridho-Nya. Tak ada waktu sedikitpun terbetik melakukan maksiat. Sampai mengira hidup kita dipenuhi pahala. Dan syurgapun sepertinya selangkah lagi kita dapatkan. Tapi tunggu dulu. Apakah itu hanya perasaan kita saja? Merasa hidup kita penuh pahala hanya karena banyak amal shalih yang kita lakukan.

Saturday, 22 April 2017

Maut Tak menunggu Kesiapanmu

“Shalatnya nanti saja. Bisa luntur make upmu kalau untuk wudhu”. Kata ibu mengingatkan anaknya yang telah berhias, dan akan melangsungkan pernikahan malam itu. Tapi karena waktu shalat datang, wanita tersebut tidak bisa menunda shalat. Ia tidak terbiasa menunda shalat, yang akhirnya hilang keutamaan shalat tepat waktu.

Sang Ibu terus mengingatkan agar shalat diundur sampai pernikahan selesai. Namun ia tetap mengambil wudhu. Lunturlah make up yang tentu saja tidak butuh waktu sebentar menghiasnya. Tapi baginya, tak ada yang lebih berharga dari pada shalat tepat waktu.

Friday, 21 April 2017

Maut Tak Menunggu Umurmu

Saya masih ingat saat ustadz saya bercerita. Ada kakak beradik naik sepeda. Mereka  berboncengan hendak membeli sesuatu di warung yang cukup jauh dari rumahnya. Kakak beradik ini melewati jalan raya. Banyak mobil-mobil besar lewat. Mereka mengambil jalan melewati pinggir-pinggir aspal.
Entah kenapa tiba-tiba keduanya terjatuh. Mungkin karena ban sepeda terpeleset di pinggir-pinggir aspal, jadi kehilangan keseimbangan, dan terjatuh.
Saat itu sang adik terjatuh ketengah jalan dan sang kakak terjatuh di pinggir aspal.
Tiba-tiba saja ada mobil besar lewat.
“Cress…..”

Thursday, 20 April 2017

Tamu Agung Mau Datang. Siapkah Kita Menjamunya Dengan Baik?

“Kayaknya baru kemaren ramadhan, eh udah mau ramadhan lagi!”.

Mungkin kata-kata itu menjadi perwakilan dari kalimat yang semisal. Merasa heran, seperti waktu setahun berjalan begitu cepat. Tamu itu kembali datang menyapa kita.
Dia mengetuk di setiap pintu rumah umat Islam. Akankah ada penghuni rumah yang bersedia memuliakannya seperti tahun-tahun lalu?
Ataukah dikalahkan oleh urusan dunia yang semakin menumpuk?

Berbagai macam bentuk bagaimana muslim hari ini menyambut tamu agung tersebut. Dari situlah muncul klasifikasi. Secara garis besar ada tiga macam muslim dalam memuliakan tamu agung ini.

Wednesday, 19 April 2017

Kejadian Berdarah Polisi Menembak Penumpang Mobil

Ada insiden naas yang baru-baru ini kita dengar. Seorang polisi menembak beberapa penumpang yang berada di mobil pribadi. Satu meninggal dan lainnya luka-luka. Kronologisnya, bahwa saat ada razia sebuah mobil mencoba menghindari razia polisi. Namun polisi melepas tembakan ke arah mobil yang berusaha kabur. Akhirnya korban tidak dapat dihindari.

Mendengar polisi yang dianggap melakukan aksi koboi itu, rasanya masyarakat hari ini ketidak percayaan pada polisi yang katanya mengayomi masyarakat makin menebal. Tapi sebenarnya kita harus bersikap bijak menghadapi kabar seperti ini. Kalau dilihat dari kedua belah pihak, sebenarnya semua salah.

Tuesday, 11 April 2017

Pengamen Jalanan

Saya dan seorang teman sedang asyik duduk di sebuah ruangan, menunggu jadwal keberangkatan bis di salah satu agen bus Bekasi.  Terdengar suara musik cukup keras dari arah luar. Tak lama muncul 3 sosok "makhluk berambut panjang.
"Oh ternyata ada perempuan lagi ngamen", pikir saya.
 Namun tak sengaja saat melihat sekilas wajah mereka, Innalillah, alangkah kagetnya saya. Ternyata 3 manusia berambut panjang itu laki-laki semua.
"Ya Allah, Mimpi apa semalam kok bisa ketemu sama orang yang ngeri kayak gitu?"

Monday, 10 April 2017

Kontroversi kedatangan Dokter Zakir Naik

Setelah tenggelamnya kabar kedatangan Raja Salman, kini diriuhkan kabar kedatangan Da’i Internasional dari Mumbai India, Dokter Zakir Naik. Berbeda dengan Raja yang datang  ke beberapa tempat wisata. Dokter Zakir Naik ini mendatangi kebeberapa tempat untuk membuka dialog dari berbagai latar agama. Sebelumnya ia sudah ribuan kali menjadi pembicara di seluruh dunia.

Namun bau tuduhan dan kontroversi berhembus cukup kencang di Indonesia dari berbagai kalangan. Berbagai tuduhan yang tak layak pun beliau dapatkan.

Friday, 7 April 2017

Inilah Puncak Memberi Maaf

Maaf adalah perbuatan mulia. Namun susah memaksa jiwa untuk tunduk terhadap perkara mulia tersebut. Sebab maaf lahir dari hati yang murni. Terlebih hendak memaafkan seseorang sedangkan dalam kondisi mampu untuk membalas perbuatan orang yang akan meminta maaf.

Rosulullah sebagai manusia yang sempurna dalam akhlaknya, mengajarkan kepada kita tentang lapangnya jiwa yang terbebas dari kekangan nafsu.

Thursday, 6 April 2017

Jejak Romawi Dalam Islam

Romawi yang dalam Islam disebut dengan Bani Asfar, merupakan salah satu dari super power sebelum Nabi Muhammad diutus. Saat itu ada dua kekuatan besar yang memiliki kekuasaan luas.  Persia dan Romawi. Secara Ideologi, Persia menginduk pada peribadatan Majusi, menyembah api. Adapun Romawi menginduk pada penyembahan Yesus.  Namun hal yang berbeda dari dua kekuataan ini adalah, Persia berdiri pada satu kepemimpinan, sedangkan Romawi terbelah menjadi dua. Yaitu Romawi Timur dan Barat.

Wednesday, 5 April 2017

Gas Beracun itu"Merenggut"mu

Belum lama ini saya lihat kabar-kabar yang berseliweran di Facebook dan IG, baik itu dari share, sampai berita yang disebar oleh Fanspage resmi dari para Lembaga sosial lokal dan internasional. Kabar itu begitu menyayat hati. Setiap saya baca berita yang disertai video asli itu hati saya menjerit dan tak tega melihatnya.

Menurut saya peristiwa itu adalah termasuk dari tragedi genosida terhadap rakyat Syiria yang sudah berapa kali saja dilakukan. Berita yang saya baca menyebutkan bahwa Pesawat-pesawat Rusia menjatuhkan bom yang berisi gas beracun Klorin. Gas ini begitu mematikan hingga banyak korban yang berjatuhan. Video yang saya lihat menunjukkan bekas bom yang melubangi jalanan aspal cukup dalam. Ya, bom itulah yang merenggut banyak korban.

Tepatnya di di wilayah Khan-Sheikhun, Idlib, didapati korbannya kebanyakan anak-anak. Saya lihat dalam video itu korban berjatuhan di pinggir jalan dekat reruntuhan. Ada seorang bapak tergeletak tanpa baju diluar rumah, dengan kondisi nafas yang tak beraturan. Tubuhnya kejang-kejang, disertai mata yang melotot. Mulutnya terbuka lebar sambil mengeluarkan banyak busa.

Tuesday, 4 April 2017

Mari Mengeluh

Pernah ngeluh? Pasti pernah dong. Hebat kalau belum pernah ngeluh. hehe. Duit tinggal dikit, ngeluh. Kepala pusing, ngeluh. Disakitin temen, ngeluh. Masalah apa aja ngeluh.

Apa sih yang buat kita ngeluh? Tentu jika musibah atau masalah yang datang menimpa kita. Keluhan seringkali disampaikan ke teman, saudara atau orang terdekat kita. Malah tak jarang kita ngeluh sendiri. Yang penting jangan ketawa sendiri ya. he
Pertanyaannya, sebenernya ngeluh itu boleh gak sih? hemm. Yuk simak ulasan dibawah.

Monday, 3 April 2017

Cerita Dari Tukang Ketoprak

Seperti biasa saya mulai kerja jam 8 pagi. Kebetulan hari itu belum sarapan. Karena gak kuat nahan laper, akhirnya keluar bentar cari something yang bisa dimasukin ke perut. Rencana mau cari nasi kuning langganan, mungkin terlalu siang, warung nasi kuningnya sudah tutup.

Saya cari alternatif sarapan lainnya seperti nasi uduk. Ternyata sama aja nasibnya. Sudah pada tutup. Akhirnya mau tidak mau ambil alternatif terakhir, sarapan ketoprak. Sebab saya liat dari tadi ketoprak sudah nongkrong di pinggir jalan. Mangkalnya dekat dengan sekolah tsanawiyah. Saya langsung memakirkan dipinggir jalan dekat gerobaknya.

Sunday, 2 April 2017

Menjalin Ukhuwah Menuju Kebangkitan Dan Kejayaan Umat Islam


Ust. DR. Adian husaini MA. Berkesempatan mengisi di sebuah acara gerakan shubuh  pada 2/4/17 di masjid Al-Muhajirin Cikarang. Beliau yang dikenal sebagai tokoh pemikir untuk membendung pemikiran intelektual yang kebablasan (sepilis: sekuralisme,  pluraslime dan liberal), menyampaikan wawasan keilmuannya. Berikut saya sajikan poin-poinnya.

Saturday, 1 April 2017

Bentuk Futuhat Muslimin Dengan Penaklukkan non Muslim

Saat suatu bangsa menguasai sebuah tempat, hal yang paling dikhawatirkan adalah kerusakan dan kehancuran negeri yang dikuasai tersebut. Bahkan pembantaian yang besar bisa terjadi. Namun berbeda bila Islam yang menguasai suatu daerah. Ahli sejarah tidak menggunakan kata “menguasai”. Tapi menggunakan kata “futuhat”, yang artinya terbuka. Penamaan itu bukan sembarang. Sebab diambil langsung dari Al-Qur’an yang terdapat pada surat Al-Fath. Meski memiliki nama sederhana, tapi nama itu bisa mengandung keberkahan.

Friday, 31 March 2017

Seorang Sopir Yang Kritis

“Eh mas, kalo ngelakui kayak gitu mending turun aja sekarang” Ujar sopir kepada dua penumpang di belakang.

Suaranya sedikit emosional. Meski dua penumpang itu harus dihormati karena memakai jasa online, tapi bukan berarti mereka bebas ngelakuin semaunya.

Didapati dua penumpang laki itu berciuman. Ternyata mereka sepasang homo. Naudzhubillah.


Sang sopir patut diberi apresiasi atas keberanian menegur langsung sepasang gay itu. Sebab jarang  ada sopir yang langsung menegur keras perbuatan yang jelas-jelas maksiat.

Thursday, 30 March 2017

Dia Bagian Diriku, Dan Diriku Bagian Dari Dirinya

“Jangan tertipu dengan penampilan”


Kalimat diatas mungkin sudah tak asing kita dengar.  Kalimat singkat diatas mengandung pesan, agar tidak mudah menilai seseorang hanya dengan fisik dan penampilan luar. Hampir mayoritas masyarakat hari ini mudah menilai hanya dari keadaan lahir.

Tak heran, sebab hal itu terdorong dengan kondisi hari ini yang lebih memprioritaskan dunia. Sehingga banyak yang menganggap jika seseorang itu penampilannya menarik, modis, pakaiannya bagus dan tidak lusuh apalagi kampungan, berarti kaya. Padahal belum tentu.

Wednesday, 29 March 2017

Shalat Berasa Lama? Mungkin Ini Bisa Menjadi Solusi

Pernahkah kita saat shalat inginnya cepat selesai? buru-buru? Ya, sepertinya pernah, bahkan sering. Shalat merupakan ibadah yang dikategorikan sangat penting. Sampai Nabi menyebutkan sebagai tiang agama. Di akherat pun shalat adalah ibadah yang pertama kali dihisab oleh-Nya.

Tapi kenapa ibadah yang termasuk pada posisi tinggi di mata Allah, bagi kita justru ingin segera menyelesaikannya?  Itu menandakan ada sesuatu yang salah pada diri kita memandang shalat. Ada dimensi yang harus diubah saat shalat sedang berlangsung. Sehingga membuat shalat terasa nikmat bukan lagi menjadi beban. Tapi bisa mengubah menjadi penghilang penat selepas bergulat dengan dunia yang tak ada habisnya.

Tuesday, 28 March 2017

Mewaspadai Kebangkitan PKI

Masjid di komplek Sekolah Tinggi Al-Islam Bekasi, pada tanggal 28/03/17 mengadakan acara yang berjudul “Mewaspadai Kebangkitan PKI”. Nara sumbernya adalah Ust. Drs. Alfian Tanjung dan Mayor pak Kivlan Zen. Mereka ini termasuk diantara tokoh lainnya yang terus gencar menyadarkan ke masyarakat bahwa PKI berusaha bangkit.

Pak Kivlan Zen pernah termasuk dari daftar pembunuhan oleh PKI. Dan tak mustahil Ust. Alfian Tanjung menjadi target pembunuhan. Sebab PKI sudah gerah dan panas dengan beliau karena selalu menyadarkan umat Islam akan bahaya latin PKI.

Sunday, 26 March 2017

Behind The scene Of The Cat

Entah kenapa saya suka dengan hal yang berkenaan kucing. Selain memang kucing adalah hewan yang biasa sering kita temukan disekeliling kita, ia juga hewan yang mudah akrab dengan manusia. Apa dalam diri saya memiliki prikekucingan? Ah biar lah. hehe. Begitu sukanya saya sama kucing, biasa sebelum tidur saya lihat film tentang kelucuan kucing di youtube. Malah sampai ketiduran. Deh.
Pernah juga saya nonton dua film yang berkenaan dengan kucing. Judul filmnya “Neko nanka yondemo konai”  dan “A Street Cat Named Bob”. Saya review sedikit ya, filmnya. Siapa tahu ada yang tertarik.

Thursday, 23 March 2017

Al-Maidah ayat 51 tidak berlaku (expired)?

Baru-baru ini dihebohkan sebuah pernyataan dari salah satu pengurus PBNU mengenai surat Al-Maidah ayat 51. Ia menyebutkan bahwa surat Al-maidah ayat 51 sudah tidak berlaku untuk saat ini. Pernyataan itu didasari dari sebab turunnya surat Al-Maidah ayat 51 tersebut. Katanya, ayat itu turun saat peperangan dan ramainya pengkhianatan.

Sedangkan hari ini tidak terjadi perang. Beda dengan jaman dulu.
Pernyataannya membuat hati umat Islam miris mendengarnya.
Kenapa? Karena seluruh isi dari Al-Qur’an jelas tidak ada yang expired sampai akhir zaman. Isi kandungannya selalu cocok dengan perkembangan zaman. Ayat Al-Qur'an bukan sebuah barang yangada masa kadaluarsa. Tapi ayat suci ini adalah firman Allah yang berlaku hingga kiamat. Lah, ini kok ada seorang pengurus PBNU dan berlatarbelakang pemahaman Islam yang mendalam bisa mengatakan seperti itu. Dikemanakan selama ini ilmunya bila pernyataannya tak sejalan dengan pengurus PBNU dan MUI? Mungkinkah telah tergadaikan dengan uang?

Wednesday, 22 March 2017

Kisah Pemuda Dan Sebuah Terong


Seorang anak muda mendatangi masjid At-Taubah untuk menuntut ilmu. Masjid itu letaknya ada di kota Damaskus hari ini. Besarnya semangat dalam mencari ilmu, tidak menghiraukan kondisinya yang miskin. Dengan jujur, ia sampaikan hajatnya serta kondisinya saat itu ke guru yang akan mengajarnya.


Gurunya berkata,“Kamu harus bersabar hidup dengan saya. Makanan apapun yang nanti saya makan, maka kamu harus ikut makan.”
Pemuda tadi setuju dengan gurunya itu.
Sudah berjalan tiga bulan. Diketahui bahwa ternyata gurunya sangat zuhud. Jika ada makanan, baru bisa makan. Bila tidak ada sama sekali, maka puasa. Gurunya sudah biasa melakukan itu. Tapi tidak dengan murid barunya. Dan hari itu adalah hari ketiga dimana sudah tiga hari berturut-turut puasa karena tidak ada makanan. Sahur dan buka dengan sebutir kurma dan segelas air saja.

Tuesday, 21 March 2017

Surat Cinta Untuk Saudara Semuslim


Menyusul berbagai tragedi yang melanda sesama muslim di Indonesia, kita sangat prihatin akan ukhuwah yang mudah sekali pecah. Satu sisi ada kelompok yang menganggap diri paling sunnah, mengharamkan hizbiyyah dan berorganisasi.

Mudah menjatuhkan selain kelompoknya  dengan sebutan takfiri dan ahlu bid’ah. Disisi yang lain ada kelompok bermahdzab yang mengagungkan tradisi dan adat serta sangat menghormati para guru mereka. Kemudian orang yang tidak mengakui tradisi dan adat yang mereka lakukan, maka akan dianggap dengan sebutan “Wahabi”.

Monday, 20 March 2017

Hikmah HP Yang Hilang


Pernah ada yang merencanakan musibah? Tentu tidak ada. Musibah sifatnya datang tak diduga dan tak bisa direncanakan. Mungkin ada diantara kita yang siap-siap menerima musibah, eh malah ternyata tak kunjung tiba. Giliran tidak memikirkannya, tiba-tiba saja datang dengan dadakan. Bisa dibilang musibah tiba disaat kita tak siap menerima kehadirannya. Setuju?  Terserah setuju atau tidak. Yang jelas reaksi buruk atau baik saat datang musibah adalah pilihan kita. hehehe...

Friday, 17 March 2017

Ah, Nanggung!!!

Nanggung? Apa ya, yang tepat membahasakan kata nanggung ini? Saya pun agak kebingungan. hehe...
Yang jelas kita pasti pernah mendengar kata tanggung. Kata tanggung sepertinya bisa diartikan dengan tidak tuntas atau dengan sebutan, “ngapa gak sekalian aja”. Yah begitulah kira-kira.

Menurut saya tidak ada yang salah dengan kata tanggung ini. Hanya saja sering kali kita salah menempatkannya.

Thursday, 16 March 2017

Masih Percaya Jimat?


Salah seorang teman bercerita. Dia memiliki teman kerja yang sudah memiliki anak perempuan. Kini anaknya telah menikah dan memiliki anak. Di suatu malam sang istri menyampaikan bahwa uang untuk keperluan dapur sudah habis. Tapi tidak ditanggapi oleh sang suami. Dia melengos saja dan pergi ke atas kasur.

Dipertengahan malam si istri memberanikan diri untuk mengambil uang dari dompet suami. Setelah dilihat, ia menemukan secarik kertas yang didalamnya tertulis kata-kata yang susah dipahami. Tapi sang istri menebak kalau kertas itu adalah jimat. Tidak lama dia langsung membangunkan suami yang terlelap tidur.

“ Mas bangun!!!” Si Istri membangunkan sang suami.
“Ini apa mas, kok ada benda kayak gini di dompet mas?”
Tahu Istri mendapatkan dompet yang didalamnya ada kertas itu, dia langsung naik darah.
“Bawa kesini gak dompetnya!!!” Teriaknya keras.

Wednesday, 15 March 2017

Pendosa yang Masuk Syurga dan Ahli Ibadah yang Masuk Neraka




Sepertinya ada yang aneh dari judul diatas. Pernah saya posting kalimat diatas di jejaring sosial. Tanggapannya pun tak jauh beda sama kalimat tersebut. Seharusnya kan pendosa ya balasannya neraka. Dan ahli ibadah balasannya syurga! Kok ini malah terbalik, pendosa yang masuk syurga dan ahli ibadah yang masuk neraka?
Whats Going on?

Friday, 3 February 2017

Mengikis Oportunis

"Ada teman yang memeluk kita erat agar pisaunya bisa menancap lebih dalam"


Sering sekali bila kita bertemu teman yang sudah lama tidak bertemu langsung menilai dari kemapanan.
“gak nyangka ya, temen main dulu sekarang udah jadi bos”.
“hebat bener dia udah punya banyak cabang warung makan. Padahal dulunya biasa-biasa aja”.

Carper dan Baper Lillah



Sering dengar kata carper dan baper? Berarti kita hidup sejaman. He. Kata ini sering kali diarahkan ke anak muda yang bisa disebut sebagai masa pencarian jati diri. Masa yang harus banyak dibimbing agar terarah dengan baik.
Kalau diilihat dari maknanya, ternyata carper dan baper bisa mengena siapa saja lo. Bukan saja untuk anak muda. Kita pun yang akan, dan sudah dewasa bisa kena.  Iya, serius.


Sudah tidak asing dua kata itu kalau sebenarnya kata singkatan. Carper: cari perhatian. Baper: bawa perasaan. Biasa kita nilai dua kata tersebut ditujukan hal yang negatif. Misalkan,
“anak laki itu carper sama perempuan disampingnya.”
“Perempuan itu langsung baper setelah baca status facebok temannya”.

Wednesday, 1 February 2017

Ngerasa Gak Enakan?

Pernah kita ngerasa “gak enak” kalau menolak ajakan teman?

Atau ngerasa “gak enak” mengkritisi teman yang salah, akhirnya ngomongin dibelakang?

Perasaan “Gak enakan” yang dalam istilah jawa disebut pekeuwoh ini, biasanya memiliki sifat tidak ingin menyinggung perasaan orang lain. Terlebih teman dan saudara. Khawatir jika menolak ajakan bisa menyakiti hati si pengajak. Uniknya, disebutkan dari viva.co.id, ternyata perasaan "gak enakan" ini menjadi salah satu kultur orang Indonesia. Mungkin menjadi salah satu kultur yang bagus dibandingkan dari negara lain.

Tuesday, 31 January 2017

Kuantitas Bukan Segalanya II (selesai)




Perang Yarmuk
Saat khalifah Abu Bakar telah memegang kendali, Terjadi perang besar.  Bisa dibilang kelanjutan dari perang melawan Romawi pada perang Mu’tah dan Tabuk. Pasukan Romawi terkenal dengan pasukan yang anti mundur, kompak dan memiliki strategi yang cakap.

Saat itu pasukan Islam berjumlah 24.000-40.000 pasukan. Sedangkan jumlah musuh berkisar 100.000-400.00 pasukan.
Lagi-lagi jumlah pasukan tidak berimbang. Lihatlah, betapa Allah selalu mentaqdirkan pasukan-Nya yang sedikit untuk menghadapi musuh yang berjumlah banyak. Tapi perhatikan hasilnya nanti.

Kuantitas Bukan Segalanya


"Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar". (QS. Al-Baqoroh: 249)


Dalam Islam, kuantitas bukanlah segalanya. Kwalitaslah yang menjadi ukuran. Perjuangan mempertahankan Islam menjadi bukti konkrit akan arti sebuah kwalitas. Penuh darah, luka, peluh, keringat, selalu menemani perjalanan para pejuang menyebarkan Islam hingga menyebar hampir Separuh dunia.