Thursday, 29 December 2016

Teman Sesaat (TAMAT)

Ada status terbaru dari beranda facebook ketua redaksi majalah yang membuatku kaget. Mas Iyan telah meninggal.
Kenapa secepat itu? Padahal baru beberapa hari ini aku sering berkomunikasi. Status dari ketua redaksi itu disertai upload foto yang berisi saat kami bersama kru yang lain. Ada juga aku dan mas Iyan serta satu kru yang lainnya.
Tak lama komen membanjiri status ketua redaksi itu. Semuanya berbela sungkawa. Tak terkecuali aku.
Kematiannya benar-benar tidak aku kira. Pasalnya, biasanya dia upload banyak foto obat-obatan yang akan ia minum hampir setiap hari. Namun tiba-tiba berhenti. Aku saat itu hanya menebak, mungkin dia bosan dan lebih mementingkan istirahatnya. Foto-foto yang ia kirim via WhatsApp masih tersimpan di memory handphoneku.

Aku lihat foto-foto yang ia kirim dengan perasaan seolah dia masih hidup. Terenyuh hati ini jika mengingat saat masih bergabung dan sibuk asyik di kantor bersama mas Iyan. Ia mudah bergaul dengan siapa saja. supel kepada orang yang tidak dikenal.
“Saya kesini gak mentingin gaji besar pak. Yang penting saya bisa berubah”.
Kalimat itu aku baca di status ketua Redaksi. Dia menukil dari ucapan mas Iyan saat diberi gaji bulanan. Ketua redaksi mengabarkannya, bahwa gaji tidak sebesar di perusahaan-perusahaan. Tapi ditepis dengan ucapan diatas.
Memang sebelumnya dia cukup lama berinteraksi dengan orang-orang yang jauh dari agama. Begitu juga ia terpengaruh dengan lingkungan dimana ia tinggal. Namun melalui abangnya, mas Iyan disarankan bekerja di Majalah Anak Islam. Kebetulan saat itu memang membutuhkan khusus desain grafis. Selain dari teman-teman kru di kantor  yang cukup Islami, lingkunganpun mendukungnya untuk berubah. Sedikit tapi bertahap mas Iyan belajar ilmu agama. Baik menghadiri kajian-kajian mingguan maupun membaca buku Islam.

Allahlah yang mengatur dan mentaqdirkan bagaimana alur kisah manusia. Tidak ada yang tahu seperti apa gambaran kedepan. Termasuk mas Iyan. Tidak ada yang tahu diantara kami bahwa Allah menghentikan kehidupannya melalui penyakit yang diderita. Sakit berhari-hari hingga menemui masa kritis. Mungkin dengan sakitnya Allah hendak menghapus sedikit demi sedikit dosanya. Sebab kata Rosul, sakit yang dirasakan seorang muslim akan menggugurkan dosa. Meski hanya tertusuk jarum.
Semoga niat mas Iyan yang ingin mendalami agama menjadi jalan taubat nasuha. Menghapus segala kesalahan saat dulu ia bodoh dalam agama. Meski dia meninggal dalam keadaan single, semoga dia mendapat pendamping yang baik disana.
TAMAT
#OneDayOnePost

2 comments:

  1. Replies
    1. Bener banget mbak. Diangkat dr kisah nyata.
      Tebakannya benner terus mbak..hehe

      Delete