Friday, 25 November 2016

Sekedar Aktifitas Harian?


Tulisan saya kali ini mengenai tantangan odop ke minggu entah sudah keberapa, lupa, hehehe. Tantangannya bertema aktifitas sehari-hari, kalau tidak salah. Semoga aja benar. Kalau seumuran saya aktifitas sehari-hari ya pasti sudah sibuk kerja. Berangkat pagi pulang sore. Rata-rata gitu, mungkin. Keseharian saya adalah Input data keluar, masuk dan terjualnya buku. Juga selalu ready menerima pembeli via phone dan mengecek buku-buku di agen. Setiap hari itu saja aktifitas saya.

Kalau merasa bosan itu pasti.  Tapi ada saja sesuatu yang membuat rasa malas itu jadi hilang.
sebab saya sering mendapatkan orang yang begitu memprihatinkan saat dalam perjalanan, khususnya waktu ada jadwal keluar. Salah satunya seorang kakek yang berperawakan kurus kecil. Ia membawa gerobak yang berisi cangkul dan arit. Pakaiannya nampak lusuh. Jika ada yang melihat wajah kakek itu mungkin akan iba karena terlihat kasihan. Ditengah ramainya kendaraan motor dan mobil, pernah saya melihatnya berjalan menarik gerobak yang sepertinya cukup berat.

Sesekali saya beranikan diri untuk bertanya dimana kerja dan tempat tinggalnya. Katanya dia kerja membersihkan kebun. Tinggalnya dekat daerah jalan Leuwinanggung yang ternyata tidak jauh dari komplek saya bekerja. Yang membuat saya semakin kasihan adalah dia berjalan menuju tempat kerjanya cukup jauh.

Biasa sang kakek ketika pagi menjelang siang asyik duduk sambil ngerokok dan nyeruput kopi hitam di sebuah warung. Saya bisa tahu karena suka melihatnya dimana dia berada. Tidak hanya sekali dua kali saya melihatnya. Terkadang di lain waktu dia istirahat di pinggir jalan depan masjid. Sesekali depan ruko. Setiap melihatnya, saya merasa  ada perbandingan besar yang muncul. Saya yang masih diberi kekuatan untuk kerja dan memiliki kendaraan yang sehat, tapi kok sering merasa bosan. Sedangkan kakek itu yang nampak penampilannya begitu memprihatinkan, kekuatan yang kian berkurang, ditambah tidak ada kendaraan, justru membawa gerobak. Tapi tidak pernah malas-malasan apalagi berhenti bekerja. Seharusnya saya malu dengan kakek itu. Setelah melihat kondisinya saya merenung sejenak. Saya mencoba untuk membandingkan antara saya dengan aktfitas kakek itu. Lambat laun rasa bosan saya hilang. Ya,  setelah saya melihat orang lain yang keadaannya lebih buruk, membuat saya sadar, bahwa kerjaan yang saya jalani patut disyukuri.

Jadi munculnya rasa bosan menurut saya karena tidak melihat diri pribadi kalau ternyata sudah banyak nikmat yang Allah berikan.  Seharusnya saya bersyukur mendapat kerjaan yang tidak banyak mengeluarkan keringat dan panas-panasan dijalan seperti kakek itu. Dari sini selanjutnya saya bakal memperhatikan orang yang kalau dilihat bisa menghilangkan bosan dan menumbuhkan semangat. Eh, kalau melihat, apalagi memperhatikan wanita yang bukan mahram bukan dalam jangkauan saya. hehe..

Dalam pekerjaan saya, terlebih saat ada pengecekan atau penagihan di agen-agen yang jauh, saya memanfaatkan waktu dengan mendengarkan MP3. Kalau dulu suka sekali dengar musik maher zain. Tapi sekarang saya ganti dengan ceramah-ceramah ustadz dengan berbagai macam tema.  Ada aqidah, akhlak, sejarah Islam, parenting, siroh nabawiyah, fiqih dan lain-lain. Awal-awal masuk kerja bila ke agen Pasar Senen biasa menggunakan motor. Tapi sekarang memilih untuk memanfaatkan trasportasi umum. Saya menggunakan busway. Dari kantor ke halte cukup jauh. Hampir satu jam. Maka saat menaiki kendaraan motor, saya manfaatkan untuk mendengar ceramah. Dari ceramah itu saya menemukan banyak ide. Bila sudah sampai di halte busway segera saya tulis ide-ide tersebut untuk diolah jadi tulisan nantinya. Karena bila tidak ditulis mudah sekali hilangnya.
Jadi wajar ya, kenapa kok banyak tulisan saya condongnya ke agama dan pecerahan. Ya karena sering dengerin ceramah dan juga latar belakang saya sebagai anak pesantren. Hehehe..

Hal yang paling sulit dan membuat saya bingung waktu kerja kalau berhadapan dengan urusan  rekap merekap data. Terkadang ada saja data buku yang terlewat. Jadi tidak terdeteksi dikomputer. Bahkan tak jarang ngelembur sampai malam hanya gara-gara menelusuri satu data yang ngumpet. Mungkin karena faktor belum ada pengalaman dalam rekap merekap jadi agak sedikit kerepotan.
Itu saja kehidupan sehari-hari saya. Intinya tentang kesibukan dalam kerja. Ya, kerja disebuah penerbitan yang dulu sempat pengen merasakan gimana sih rasanya kalau kerja di penerbitan. Ternyata rasanya seperti itu. hehehe.

Kalau saya sendiri belum berfikir untuk kerja di bagian editing naskah yang akan diterbitkan. Itu ada bagian khusus. Orang semacam saya belum pantas. Karena ilmu editing selain tahu teori, kata bambang Trim, juga harus ngantongin pengalaman kerja seputar editing. Tapi sebenarnya saya suka edit-mengedit. Edit tulisan sendiri sebelum post di blog. hahai..
masalah EBI saja banyak kritikan sama ahlul ODOP, kok tiba-tiba bahas bagian editing di penerbitan?hehehe. Intinya semua itu butuh proses. tinggal masalah waktu, mungkin saya akan berperan di bagian editing, bahkan dalam penerbit terkenal. aminnn…

Saya patut bersyukur ada tambahan aktfitas baru yang sudah berjalan satu bulan lebih. Yaitu ikut dalam kegiatan ODOP. Dari kegiatan yang saya anggap sebagai komunitas tulis menulis ini, memacu saya untuk membuat tulisan berkwalitas supaya enak disajikan kepada para pembaca. Jadi kegiatan setiap pagi dan menjelang tidur saya jadwalkan membuat satu artikel. Kalau hari itu terlalu capek, saya cukup edit mengedit tulisan yang sudah jadi.

Berkat adanya ODOP tulisan saya jadi banyak. Sebelumnya dulu tergerak menulis kalau lagi ada mood. Tapi sekarang tertantang menulis setiap hari walaupun tidak ada mood sama sekali. Malah anehnya mood muncul saat ditengah tulisan. Tentu saya sangat berterima kasih, thanksyu, arrigatow, matur nuwun dan jazakallah khoiron jaza’ saya sampaikan kepada Pendiri ODOP dan para mastahnya yang sudah banyak membimbing dan menggoreng semangat biar panas terus. Saya do’akan semoga diberi panjang umur dan ilmu-ilmunya menjadi berkah. Dan juga tak lupa kepada para peserta ODOP yang sampai hari ini bertahan dalam tantangan, semoga setiap kita nanti bisa menerbitkan buku-buku bermanfaat dan best seller. Kalau perlu mega best seller dah, sekalian.
amin…
Jangan ada yang nganggep kalau ini artikel perpisahan lo. Ini cuma coretan tantangan aja. Jangan baper. hehehe. just kidding.

#Tantangan Odop
OneDayOnePost

6 comments:

  1. bisa nerbitin buku mega best seller. aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aminn mbak...asal ada tekad yg kuat, apapun bisa terjdi

      Delete
  2. Semoga tercapai jd editorna mas. Dan semoga doa nya agr kita2 nanti bisa jadi pnulis dan nerbitin buku best seller di ijabah ya. Allahumma aamiin

    ReplyDelete
  3. Terkadang kita memang lupa, bahwa saat kita mengeluh dengan keadaan kita, justru itu adalah suatu kondisi yang malah diinginkan oleh orang lain.

    Bersyukur membuat kita tersadar bahwa masih banyak nikmatNya yang dianugerahkan pada kita.

    Postingannya keren dan menginsipirasi, Mas Rohmat :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget mbak.....makasih tambahanny mbak..hehe..moga bmnfaat...

      Delete