Thursday, 10 November 2016

Rahasia Dibalik Gerakan Sujud



Sujud adalah tanda ketundukan seseorang. Gerakan itu melambangkan kepasrahan dan kepatuhan. Gerakan sujud yang murni hanya untuk Allah, merupakan gerakan yang  terpuji. Mungkin kita tahu bagaimana awal pertama kali diciptakannya Nabi Adam. Setelah penciptaan-Nya selesai, Allah perintahkan penduduk langit untuk sujud. Perintah ini bukan berarti tunduk dan berserah diri kepada yang disujudkan. Tapi karena sebuah perintah Allah.
“Dia tidak ditanya apa yang dikerjakan tetapi kitalah yang ditanya.” Selalu ada hikmah dibalik perintah-Nya.
Saat itu semua penduduk langit sujud, kecuali Iblis. Iblis merasa dirinya mulia dari pada Manusia. Dia memakai logika. Bahwa tanah lebih buruk dari pada api. Akibatnya Iblis dikeluarkan dari syurga.
Symbol kebaikan selalu dengan melakukan sujud. Sebagaimana Allah perintahkan penduduk langit untuk sujud kepada adam. Kemudian ketika bani Isroil, kaum nabi Musa masuk kedalam suatu negeri. Mereka diperintahkan untuk bersujud. Begitu juga Saat jibril akan dicabut nyawanya oleh malaikat maut. Sebelum dicabut Jibril diperintahkan sujud. Setelah itu nyawanya dicabut dalam keadaan sujud.
Kita mungkin pernah berfikir, bila ingin dekat kepada Allah maka kita menaiki sesuatu yang tinggi, mendaki gunung, menaiki menara dan tempat tinggi lainnya. Itulah logika manusia. Namun tidak dengan logika Allah. Malah justru dengan sujud, seseorang bisa lebih dekat kepada Tuhan-Nya. Padahal secara akal gerakan sujud tingginya sederajat dengan jejakan kaki kita. Tapi itulah pikirannya manusia. Sangat jauh perkiraannya.

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ


“Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sedekat-dekatnya seorang hamba dengan Rabb-nya adalah dalam keadaan dia sujud, maka perbanyaklah doa.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah).
Jangan menganggap remeh dengan sujud. Sebab keutamaannya begitu besar dalam gerakan ini. Gerakan yang Allah sukai bukan salto, loncat, semedi atau bersilah serta menaiki tempat-tempat yang tinggi. Tapi yang Allah sukai adalah gerakan sujud. Sujud yang tulus ikhlas hanya karena-Nya.
Diantara keutamaan-keutamaan sujud sebagai berikut.

Lebih dekat kepada Rosulullah
Dengan banyak sujud, seorang muslim bisa lebih dekat kepada Rosulullah nanti ketika di Syurga. Itu berarti Syurga yang ditempati adalah Syurga yang paling tinggi. Syurga Firdaus. Karena Rosulullah berada di syurga yang paling tinggi dan mulia.
Suatu ketika sahabat Rabi’ah bin Ka’ab Al-Aslami -radhiallahu anhu- bermalam bersama Rosulullah Shallallahu’alaihiwasallam. Lalu Sahabat tersebut membawakan air wudhu dan air untuk hajat Nabi. Maka beliau bersabda kepadaku, “Mintalah kepadaku.” Maka aku berkata, “Aku meminta kepadamu agar aku menjadi teman dekatmu di surga.” Nabi  bersabda, “Bukan permintaan yang lain?”. Aku menjawab, “Bukan, itu saja.” Maka beliau menjawab, “Bantulah aku untuk mewujudkan keinginanmu dengan banyak melakukan sujud.” (HR. Muslim no. 489).

Pelaku sujud lebih dikenal di akherat
Diakherat kelak, orang-orang yang sujud hanya kepada Allah semata, akan lebih mudah dikenal di Akherat. Karena ada bekas sujud yang membedakan dengan manusia lainnya. Selain itu pula bila ditaqdirkan dibakar oleh api Neraka, semua anggota tubuh terbakar kecuali bekas sujud.

"Apabila Allah menghendaki ahli neraka diberi rahmat, Allah akan memerintahkan malaikat untuk mengeluarkan orang-orang yang menyembah kepada Allah, lalu mereka mengeluarkannya. Mereka dikenal karena adanya bekas sujud pada dahinya dan Allah mengharamkan (api) neraka memakan (membakar) tanda bekas sujud sehingga mereka dikeluarkan dari neraka. Semua anggota badan anak Adam akan dimakan oleh (api) neraka, kecuali tanda bekas sujud." (HR Bukhari Muslim)

Bekas Sujud Mengeluarkan Cahaya Putih
Keutamaan lainnya adalah bekas sujud akan mengeluarkan cahaya putih.
"Setiap orang dari umatku pasti aku kenal pada hari kiamat kelak." Para sahabat bertanya: "Wahai rasulullah, bagaimana Tuan mengenal mereka, padahal mereka diantara banyak makhluk?" Sabdanya "Bagaimana pendapatmu bila ditengah kumpulan kuda warna hitam terdapat seekor kuda yang terdapat warna putih cerah di dahinya? Bukankah engkau dapat mengenalinya?" Jawab mereka "Ya". Sabdanya "Sesungguhnya pada hari itu umatku memancarkan cahaya putih di keningnya bekas sujud dan cahaya putih wajah, tangan, dan kakinya bekas wudhu." (HR Ahmad).
Menghapus dosa dan meninggikan derajat
Ini merupakan keutamaan yang besar bagi kita. Sebab manusia tidak pernah luput dari dosa. Akibat dari dosa derajat dimata-Nya menjadi rendah.Tapi ternyata Allah tidak membiarkan hambanya tenggelam dalam lumpur dosa. Banyak amalan yang bisa menghapusnya. Dan yang paling ringan adalah dengan memperbanyak sujud. Rosulullah mengingatkan,

عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ لِلَّهِ فَإِنَّكَ لاَ تَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلاَّ رَفَعَكَ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً

“Hendaklah engkau memperbanyak sujud (perbanyak shalat) kepada Allah. Karena tidaklah engkau memperbanyak sujud karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatmu dan menghapuskan dosamu’.” (HR. Muslim).


Lebih Mudah dikabulkan do’anya saat sujud
Dalam Islam ada tempat-tempat dan waktu tertentu agar doa menjadi mustajab. Namun sebenarnya dengan berdo’a ketika sujud lebih mudah untuk dikabulkan. Sehingga rosulullah menganjurkan untuk bersungguh-sungguh dalam berdo’a saat melewati gerakan itu.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membuka sitar dan orang-orang berbaris di belakang Abu Bakar. Lalu beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata : “Wahai manusia, sungguh tidak sisa dari berita kenabian kecuali mimpi yang bagus yang dilihat seorang muslim atau terlihat,” kemudian (beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam) berkata,”Ketahuilah, aku dilarang membaca Al Qur`an dalam keadaan ruku’ dan sujud. Adapun ruku’, maka agungkanlah Rabb kalian; sedangkan sujud, maka bersungguh-sungguhlah memperbanyak doa, karena pantas untuk dikabulkan.”
(HR. Muslim dan Nasa’i dari Abdullah Bin Abbas).

Namun sujud tidak sembarang sujud. Ada tuntunan dalam melakukannya. Gerakan dikatakan sujud yang sempurna saat dia menempelkan dahi dan termasuk di dalamnya hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut dan kedua jari-jemari kaki. Sujud inilah yang mampu memberi kekuatan akan keutamaan bagi pelakunya. Memperhatikan syarat dalam gerakannya.

“Abu Humaid “radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam jika sujud beliau mengenakan hidung dan dahinya dari tanah dan melebarkan kedua lengannya dari kedua samping tubuhnya dan meletakkan kedua telapak tangannya sejajar dengan kedua bahunya”. HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam kitab Irwa’ Al Ghalil, no. 309.

Sujud bisa meraih Syafa’at dari Nabi di Hari kiamat
Keutamaan terakhir dari sujud adalah Allah akan memberikan kepada pelakunya dengan Syafa’at.
Jadi tiket syarat mendapat syafaat tidak hanya membaca al-Qur’an, puasa dan memiliki anak yang shalih. Tapi juga bisa dengan sujud.

Dari Rabi'ah bin Ka'ab al-Aslami radhiyallahu ‘anhu dia berkata :
Saya bermalam bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu aku membawakan air wudhunya dan air untuk hajatnya, maka beliau bersabda kepadaku, 'Mintalah kepadaku.' Maka aku berkata, 'Aku meminta kepadamu agar aku menemanimu di surga -dia berkata, 'Atau dia selain itu'. Aku menjawab, 'Itulah yang dia katakan-maka beliau menjawab, 'Bantulah aku untuk mewujudkan keinginanmu dengan banyak melakukan sujud'." (HR. Muslim : 754)

Demikianlah hakekat sujud dan keutamaannya. Tentu syarat dan ketentuannya berlaku. Sujud yang murni tulus untuk Allah, tanpa sedikitpun terkontaminasi tujuan yang mengkotori niat, akan mampu memberikan keutamaan kepada pelakunya.
Jadi, jika suatu hari tidak ada pundak untuk bersandar, maka selalu ada tempat untuk bersujud.

#OneDayOnePost
Tulisanke22


4 comments:

  1. Saya mengamiinkan Dari semua point Hikmah bersujud

    ReplyDelete
  2. Aku juga meng-aamiinkan point-point dari postingan di atas. Terimakasih sudah mau berbagi :)

    ReplyDelete