Wednesday, 30 November 2016

Mungkinkah Ini Sebuah Jawaban Dari-Nya?



Kebakaran hebat yang terjadi di Israel merupakan kejadian alam diluar perkiraan manusia. Disinyalir setelah menetapkan UU pelarangan adzan oleh Israel dengan dalih suaranya mengganggu, 4 hari setelah itu kebakaran terjadi. Mungkin omongan ketua Hamas, Khalid misy’al seakan menjadi do’a. Dia mengatakan kepada media lokal tentang pelarangan adzan di Al-Quds itu seperti bermain api. Benar saja, api pun membakar Israel.

Penyebab munculnya api diduga dari sebuah puntung rokok yang dibuang oleh salah seorang ditempat cairan yang mudah terbakar, sebagaimana yang dilansir oleh Republika online, Tapi penyebab semacam itu sekedar dugaan belaka. Apapun penyebabnya, kobaran api yang melalap daerah Israel terus berkobar hingga hari keenam.
Terdengar isu penyebab terjadinya kebakaran adalah ulah masyarakat Palestina. Tuduhan itu adalah sebuah fitnah besar. Kenapa mereka begitu mudahnya memfitnah kaum yang telah lama mereka siksa, bantai, di luluh lantakkan dengan bom-bom yang dikirim pasukan mereka lewat pesawat dan tank? Si penuduh tidak bercermin diri sendiri, bukannya sibuk dengan mengatasi penderitaan mereka, malah memfitnah tanpa bukti. Tapi tuduhan serampangan mereka nampak wajar. Sebab hal itu berlandaskan dari hati mereka yang telah mati. Berbagai tuduhan buruk selalu mereka lontarkan kepada muslim Palestina. Disaat gembira dan dalam keadaan aman mereka menindas muslimin. Pun saat tertimpa musibah mereka memfitnah kaum muslimin dengan tanpa bukti.
Tidak jauh beda apa yang dialami Fir’aun ketika mendapat peringatan dari Allah. Dia menganggap terjadinya kemarau karena ulah Musa dan orang yang ada bersamanya.  

“Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata: "Ini adalah karena (usaha) kami". Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya.” (QS. 7: 130-131)

Cuaca di Israel dengan adanya kobaran api seakan mendukung untuk membuat api kian besar dan menyebar kemana-mana. Angin datang begitu kencangnya. Bahkan terlihat di video yang tersebar di medsos, api-api itu melahap tempat-tempat yang sebenarnya susah dijangkau. Seperti pohon yang tinggi dan tempat-tempat yang terpisah dari kobaran api. Sempat pula terlihat api tornado ditengah kobaran yang membakar pepohonan.

Perdana menteri Israel, Benyamin Netanyahu, langsung mengumumkan untuk meminta bantuan kepada negara Tetangga. Negara-negara yang membantunya adalah Rusia, Turki, Yunani, Italia, Cyprus dan Croasia. Amerika menggunakan pesawat Boeng, pesawat pemadam kebakaran terbesar miliknya. Bahkan beberapa masyarakat dari Palestina membantu dalam pemadaman api. Mereka tidak ada dendam sedikitpun kepada Israel yang telah lama merebut kedamaian. Itu menunjukkan bahwa Islam adalah agama damai. Siapa yang berada dalam naungannya tentu akan merasakan kemakmuran dan keadilan.

Namun pemadaman yang dibantu dari berbagai negara seolah menyiram bensin kedalam api. Api yang sempat dipadamkan dengan menurunkan pesawat-pesawat, tidak mampu memadamkannya. Jika bisa dipadamkan pun ada titik api baru ditempat lain. Ini merupakan kuasa Allah. Jika Allah telah berkendak, apapun usaha manusia tidak akan bisa menghalangi kuasa-Nya.
Tragedi kebakaran hebat ini bisa jadi dan sangat mungkin merupakan kumpulan do’a-do’a para kaum tertindas. Sudah berpuluh-puluh tahun Israel menghancurkan Palestina. Mereka merampas tanah palestina dengan cara yang keji. Tidak segan membunuh anak-anak dan wanita. Mereka mengerahkan tentara untuk membantai kaum muslimin. Pesawat pun tidak henti-hentinya menjatuhkan ratusan bom. Kapan saja tidak pandang waktu. Kebakaran ini adalah adzab bagi mereka di dunia. Sebelum nanti adzab keras di akherat jika mereka  tidak taubat.

Orang-orang yahudi berduka dan terpukul akan kejadian ini. Banyak dari mereka terpaksa mengungsi ke titik aman. Tapi kemanakah kegembiraan mereka saat membantai muslim Palestina setiap hari dari berpuluh-puluh tahun lamanya? Pergi kemana kesombongan mereka ketika dengan mudahnya menghilangkan nyawa-nyawa tak berdosa?
Kemana perginya sifat hewan mereka saat tanpa henti menjatuhkan bom-bom kepada masyarakat yang tidak pernah jahat kepada mereka? Bahkan sekedar mengganggupun tidak.

Tentu dengan kejadian ini mereka seakan kehilangan segala rasa aman dalam hidup. Padahal kenyamanan hidup mereka selama ini tidak lain berdiri diatas tanah Palestina. Bekas puing-puing pembantaian yang kian lamanya mereka perbuat.

Kini mereka seperti baru dapat balasan telak oleh warga Palestina melalui tentara Allah bernama api.  Secara garis keturunan, mereka adalah kaum yang menentang Allah dan pembunuh para nabi. Memang mungkin selama ini Allah biarkan mereka melakukan kesewenang-wenangan untuk menjadi bagian dari ujian kaum muslimin. Tapi Allah memiliki keadilan. Siapa yang menjadi perusak di muka bumi, akan Ia adzab dari sesuatu yang tidak pernah dikira manusia.

#OneDayOnePost



5 comments: