Saturday, 5 November 2016

Manfaat Dzikir dan Istighfar



Dzikir bagi orang mukmin ibarat hubungan ikan dan air. Tanpa air ikan akan mati. Begitu juga orang mukmin. Mereka tidak bisa dipisah dengan dzikir. Dzikir merupakan refleksi hati dari selalu mengingat-Nya dimana saja dan kapan saja.


Dengan dzikir hati akan tenang. Semua masalah menjadi terasa kecil. Karena yang diingatnya adalah Allah yang maha Besar.
Allah berfirman:
الَّذِينَ    ءَامَنُوا۟    وَتَطْمَئِنُّ    قُلُوبُهُم    بِذِكْرِ    اللَّـهِ    ۗ    أَلَا    بِذِكْرِ    اللَّـهِ    تَطْمَئِنُّ    الْقُلُوبُ

Artinya: “orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. 13;28)


Perintah Berdizikir
Didalam Al-qur’an, Telah banyak menyebutkan akan perintah untuk berdzikir, mengingat Allah. Khususnya diwaktu pagi dan petang.
Bahkan Allah menganjurkan untuk dzikir yang banyak. Sebab dari dzikir akan memberi rasa senang/ridho kepada hambanya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا . وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

"Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang" (al-Ahzab: 41-42)

وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوبِ

"dan bertasbihlah sambil memuji Rabbmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya)". (Qaaf: 39)

وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا وَمِنْ آنَاءِ اللَّيْلِ فَسَبِّحْ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ لَعَلَّكَ تَرْضَىٰ

"Dan bertasbihlah dengan memuji Rabbmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang" (Thaa-Haa: 130)

Keutamaan Dzikir
Dibalik setiap ibadah yang Allah perintahkan sebenarnya ada kebaikan. Baik itu kebaikan yang langsung diberi di dunia, atau untuk simpanan nanti diakherat.
Diantara keutamaannya adalah orang yang berdzikir dengan orang yang tidak, diumpamakan sebagai orang hidup dan mati. Karena yang dilihat adalah hati yang selalu hidup dalam mengingat-Nya. Rosulullah bersabda,
 مَثَلُ الذِّي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالذِّي لاَ يَذْكُرُ رَبَّهُ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ 
"Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Allah dan orang yang tidak berdzikir, adalah seumpama orang yang hidup dan mati." (HR. Bukhari)

Namun ada keutamaan yang Allah lebihkan dari orang yang selalu berdzikir. Sebagaimana kisah antara seorang tukang roti dan Imam Ahmad.
Diakhir hayat Imam Ahmad, pernah terlintas ingin mendatangi salah satu kota di Irak. Kemudian Imam Ahmad berangkat kekota tersebut. Sesampainya disana tepat adzan maghrib. Lantas beliau langsung shalat baghrib berjama'ah. Menunggu Isya, ia membaca Quran, lalu dilanjutkan dengan shalat Isya.

Selepas Isya beliau ingin berbaring untuk istirahat dimasjid. Namun tiba-tiba datang marbot/pengurus masjid yang melarang untuk istirahat. Imam Ahmad telah menyebutkan bahwa ia datang dari jauh dan akan beristirahat semalam saja. Namun marbot tidak mau tahu. Masjid tidak boleh digunakan untuk tidur. Hingga imam Ahmad keluar dengan didorong-dorong. Marbot tidak tahu kalau yang diusir adalah salah satu ulama besar. Sebab dahulu belum ada foto-foto seperti saat ini. Jadi sangat wajar tidak mengenal muka dari ulama besar abad itu.

Setelah pintu masjid dikunci, Imam Ahmad istirahat diterasnya. Namun marbot balik lagi dan melarang juga istirahat diterasnya.
Hingga kembali didorong hingga kejalanan. Disamping masjid terdapat kios roti. Pemilik dari kios melihat ada orang didorong-dorong, ia lantas memanggil Imam Ahmad.
“Wahai syaikh (tuan), kemarilah”.
Imam Ahmad langsung memenuhi panggilan tersebut. Pemilik roti mengatakan bahwa ia memiliki dua rumah. Imam Ahmad dipersilahkan untuk menggunakan salah satunya hingga esok.
Saat bertemu pertama kali, Imam Ahmad mendapati sesuatu yang unik dari pemilik roti itu. Setiap ia akan mengambil bahan-bahan roti kemudian membuat adonannya, seperti telur, terigu, dab bahan-bahan  yang lain, mulutnya tidak pernah berhenti mengucapkan dzikir.
“Astaghfirullah, wa atubu ilaik”.
Mengucapkan dzikir tersebut hingga berkali-kali. Dia tidak berhenti kecuali ketika berbicara kepada Imam Ahmad.

Begitu takjubnya imam Ahmad dengan dzikir tanpa putus tersebut, Imam Ahmad lalu bertanya, “Sudah berapa lama engkau mengamalkan dzikir tersebut?
“Ketika muda saya sudah mengamalkan dzikir ini”, Jawab sang pembuat roti. Pada saat itu umur dari pembuat roti hampir sama dengan Umur imam Ahmad.
“Apa manfaat dari istighfar yang sudah kamu lazimi dengan sedemikian lama?” Tanya Imam Ahmad lagi.
Ia menjawab, “Tidak ada yang saya minta oleh Allah kecuali pasti dikabulkan. Apa saja saya minta, pasti diberi. Tapi tinggal satu yang belum Allah kasih.”
Apa itu”? Tanya Imam Ahmad penasaran.
“Saya minta dipertemukan dengan Imam Ahmad.” Seru Pembuat roti hingga Imam Ahmad bertakbir, lantas berkata,”Istigfarmulah yang membuat saya datang kekota ini tanpa ada alasan. Istighfarmu yang membuat marbot masjid mendorong-dorong keluar dari masjid, Istighfarmu yang mendatangkan saya ketempatmu ini, karena saya adalah Ahmad bin Hanbal."
Biasanya alim ulama didatangi oleh para penuntut ilmu, ini justru ulama yang datang ketempat seseorang karena istighfar dan dzikir yang tiada putus.

Demikianlah potongan sekelumit dari banyaknya kisah atas balasan orang yang melazimi dzikir. Selain Allah memberi ketenangan, Allah juga mengabulkan segala permintaan didunia, sebelum nanti ada pahala yang besar diakherat. Semoga Allah memudahkan kita untuk selalu ingat kepada-Nya dengan berdzikir setiap hari, baik dipagi dan petang hari.

Wallahu a’lam bisyowab.

#OneDayOnePost
Tulisanke20



8 comments:

  1. Subhanallah...sangat inspiratif.. Pengingat untuk pembaca

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih mbak udah mau mampir...moga terinspirasi...mohon kreksinya

      Delete
  2. Replies
    1. makasih uncle dah mau mampir keblog saya..mohon krisannya juga...khususnya tata letak kata dan kalimat yg kurang tepat...masih banyak perlu belajar dari uncle...

      Delete
  3. Selalu bermanfaat tulisannya mas rohmat

    ReplyDelete
    Replies
    1. masih terus belajar mbak...jangan sungkan juga koreksi kata dan kalimat yang kurang atau tidak pantas dipakai...makasih mbak udah mampir...

      Delete
  4. Replies
    1. makasih mbak udah mau mampir...krisannya juga mbak...biar sama-sama berbagi ilmu...

      Delete