Tuesday, 8 November 2016

Kita Akan Menjadi Bagian dari Sejarah



Sejarah merupakan masa lalu manusia yang hidup sebelum kita. Setiap zaman tentu ada pelajaran yang dapat ditarik hikmahnya. Dan kita tidak akan menemukan mutiara hikmah yang berharga dari orang terdahulu bila tidak mempelajarinya. Banyak manusia dulu yang tidak sadar bahwa mereka sejatinya akan menjadi kumpulan dari pada sejarah itu. Mungkin karena merasa hidupnya akan kekal didunia, hingga lupa bahwa hakikatnya didunia hanya mampir sejenak, mengumpulkan bekal, lalu pergi.

            Kitapun nantinya akan mengisi bagian dari sejarah tersebut. Tahun, bulan dan hari akan tercatat pada lembaran sejarah. Meski tidak banyak diketauhi orang, tapi sejarah tidak hanya untuk orang yang terkenal. Waktu akan terus menggeser kita menuju masa depan yang tidak tahu dimana akhirnya berlabuh. Setiap manusia hanya berusaha yang dikira baik dimatanya. Ada yang dituntun dengan cahaya ilmu, dan hanya praduga belaka. Nasab baik atau buruk ditentukan dari siapa yang menuntunnya.

 Lembaran sejarah orang terdahulu telah membentang luas dalam bentuk buku-buku dan juga cerita dari mulut kemulut. Mereka meninggalkan bermacam-macam bekas. Baik itu bekas yang buruk, maupun yang baik. Ada juga yang sama sekali tidak meninggalkan bekas sesuatu. Mungkin minimal sekedar tempat tinggal belaka. Lambat laun tanpa disadari kitapun tak jauh beda seperti mereka. Namun apakah kita juga sama meninggalkan sesuatu hal yang bermanfaat untuk generasi setelah kita?

Sejarah memiliki dua warna. Sejarah yang baik dan buruk. Kehidupan hari ini yang kita jalani akan masuk pada dua katagori tersebut. Bisa masuk pada yang baik, dan bisa juga pada yang buruk. Generasi hari ini telah banyak yang lahir. Dulu kita merasakan saat-saat indah dimasa kecil. Tapi telah tergantikan oleh generasi setelahnya. Dulu kita merasakan indahnya saat-saat sekolah. Tapi tergantikan oleh generasi selanjutnya. Kita hari ini dengan kondisi yang ada, telah melalui waktu demi waktu dan sudah menjadi sejarah untuk diri kita sendiri.

Sejarah baik atau buruk pada diri kita, adalah ditentukan bagaimana menjalani kehidupan hari ini. Orang terdahulu pun begitu. Kisah mereka menjadi catatan emas kebaikan karena memang realita dalam kehidupan mereka begitu baik. Tidak hanya anggapan pribadi. Tapi masyarakat yang menilainya. Tak terkecuali orang buruk. Orang yang buruk menjadi tumpukan kisah dan sejarah yang buruk karena realita yang mengatakannya.

Namun bisa saja ada yang mencatat orang yang buruk dianggap baik, dan yang baik dianggap buruk. Itu disebut sebagai distorsi terhadap sejarah. Pemutar balikkan fakta. Membohongi generasi masa depan dengan catatan yang tak sesuai dengan realita dimasa lampau.
Maka ahli sejarah menjadi peran penting dalam memurnikan sejarah itu sendiri. Karena mereka merupakan penjaga keutuhan sejarah yang murni dari pemutar balikkan fakta oleh orang yang tak bertanggung jawab.

Sukses, gagal, kaya, miskin, sederhana dalam kehidupan dan prinsip hidup pada diri kita menjadi masa lalu yang nantinya melatarbelakangi sejarah kita. Bisa saja setelah kita  meninggalkan dunia, kisah hidup kita menjadi contoh untuk orang lain. Bisa menjadi cerminan yang baik atau malah menjadi contoh buruk yang harus dijauhi. Maka jangan sampai kita menjadi contoh buruk untuk generasi kedepan. Karena dosa keburukan akan mengalir kepada kita.

Nabi Muhammad mengabarkan kepada kita dengan sabdanya,
“Barangsiapa menjadi pelopor suatu amalan kebaikan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya ganjaran semisal ganjaran orang yang mengikutinya dan sedikitpun tidak akan mengurangi ganjaran yang mereka peroleh. Sebaliknya, barangsiapa menjadi pelopor suatu amalan kejelekan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya dosa semisal dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosanya sedikit pun.” (HR. Muslim no. 1017)

Namun satu hal yang perlu diingat, bahwa sejarah hanya menjadi seonggok dongeng belaka tanpa makna, bila memahaminya tanpa berfikir. Karena sesungguhnya orang yang berfikirlah yang akan meraup banyak keuntungan mutiara hikmah dari sejarah.

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ ۗمَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَىٰ وَلَٰكِنْ تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur'an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.” (QS. Yusuf: 111).

Mari mengukir sejarah yang baik pada diri kita dengan menjalani jejak-jejak kebaikan untuk generasi selanjutnya dan sekaligus bekal dikehidupan setelahnya.

#OneDayOnePost
Tulisanke21

6 comments:

  1. Mari mengukir sejarah yang baik dan menjadi pelopor kebaikan Mas ...

    Agar kelak ketika kita sudah meninggal pahala itu terus mengalir untuk kita ...

    Hehe

    Thanks Mas tulisannya mencerahkan ... sukaa 😊👍

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih sudah mau mampir dan mnjadi pembaca setia...hehe...moga bermnfaat mbak..keep spirit

      Delete
  2. mari mengukir sejarah dengan menulis. alhamdulilaah bisa gabung odop, keluarga yang bikin sy makin smngt menulis

    terima kasih mas tulisannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya juga bersyukur bisa istiqomah gabung di odop..banyak temen yg selalu nyemangati....terima kasih udah mau mampir mbak....

      Delete