Wednesday, 5 October 2016

Rahasia Dibalik Sejarah Islam


Dulu saat kita mengenyam sekolah dasar, tentu pernah belajar sejarah Islam. Terkadang dibuat pusing kalau sudah urusan menghafal tanggal, tahun dan nama-nama tempat, serta tokoh. Ditambah gaya penyampaiannya yang tidak menarik. Contoh sejarah yang sering disebut adalah biografi Nabi Muhammad.  Didalamnya dijelaskan hanya seputar orang tua Nabi dan saudaranya. Ibunya bernama Aminah, Bapaknya bernama Abdullah, Dilahirkan dikota Makkah.  Dan sebagainya.
Begitu juga pembahasan sejarah kerajaan-kerajaan Islam yang ada di Indonesia. Tidak banyak yang saya ingat hingga saat ini. Mungkin kalau ditanya teman sekelas dulu, hanya beberapa orang saja yang masih ingat. Itupun tidak sampai detail.


Belajar sejarah Islam sebenarnya bagian yang penting dalam hidup kita. Sesuatu yang tidak bisa dipisahkan pada setiap masa. Bahkan aktifitas segala tuntunan ibadah berdasarkan dari sejarah Islam yang otentik, bersih dari kebohongan.
Kita akan dapat banyak mutiara-mutiara indah bila telah menyelaminya. Tidak perlu dipusingkan dengan menghafal nama-nama tahun dan tokohnya. Yang terpenting adalah pelajaran apa yang dapat dipetik dari panggung sejarah tersebut. Karena sejarah telah masuk keberbagai segi kehidupan manusia.
Dalam segi ibadah, tentu telah sempurna disampaikannya. Dalam mengatur negara, sejarah telah menyajikannya. Dalam hal ekonomi, sejarah telah memberikan kontribusi yang tak ternilai harganya.

Bila ada yang mengatakan bahwa orang yang mempelajari sejarah adalah orang pengangguran, berarti yang menyebut itu tidak mengerti hakikat dari sejarah. Perlu diketahui, bahwa gudang-gudang wawasan dan khazanah terdapat pada sejarah itu sendiri. kita tidak akan mampu membuka gudang itu, sampai memiliki kuncinya. Kuncinya adalah belajar sejarah dan mau berfikir dari sejarah itu.

 لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ ۗمَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَىٰ وَلَٰكِنْ تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

"Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur'an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman." (QS. Yusuf:111)

Betapa banyak sejarah Islam yang belum kita pelajari. Padahal Islam telah sempat menjadi peradaban yang gemilang. Sebelumnya ada peradaban Romawi dan Persia. Tapi kemudian Islam naik menggantikan dua super power peradaban tersebut. Kegemilangan Islam itu mulai bersinar saat Nabi muhammad mendakwah kan Islam sejazirah Arab. Hal itu terus berlanjut hingga runtuhnya khilafah utsmaniyah di Turki. Ratusan tahun Islam sempat menyebar hampir keseluruh dunia. Dari Hijaz yang penuh dengan padang pasir, sampai menyeberangi lautan menuju eropa, hingga menemui samudera Atlantik.

Bangkit dan runtuhnya peradaban Islam telah ditulis dalam buku-buku sejarah Islam. Bahkan para sejarawan Eropa mengakui akan kehebatan Islam yang sempat menguasai hampir sebagian dunia. Penyebab kenapa Islam bisa runtuh, dan kemudian bangkit kembali tidak akan kita tahu melainkan dari sejarah agama kita.

Al-Qur’an menyebutkan, “Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran)” (QS. Ali-imran: 140).
Bila  sejarah bangkit dan runtuhnya Islam diketahui oleh masyarakat muslim hari ini dan bergerak ambil peran didalamnya, tentu Kejayaan islam masa lalu akan berulang kembali. Karena hakekatnya Kejadian masa lalu sama persis dengan apa yang terjadi hari ini. Hanya yang membedakan adalah masalah teknis.

Suatu generasi mengambil langkah-langkah menuju kemenangan seperti orang-orang terdahulu, maka tidak mustahil generasi itu akan berubah sebagaimana masa lalu.
Sunnah, atau hukum sebab akibat dari dulu tidak akan berubah. Maka dari situ tampak bahwa mendalami sejarah bukan sekedar belajar belaka. Sebab dari sana seolah kita membuka pintu pengetahuan orang terdahulu dalam bersikap.

“Sebagai sunnah Allah yang Berlaku atas orang-orang yang telah terdahulu sebelum (mu), dan kamu sekali-kali tiada akan mendapati perubahan pada sunnah Allah.” (Q.S. 33 : 62).

Sejarah inilah yang akan menghubungkan kita dengan masa lalu. Tanpa sejarah kita ibarat orang yang berjalan dikegelapan malam tanpa membawa pelita. Dengan mempelajarinya kita seakan membawa penerang dalam kehidupan. Kemana seharusnya melangkah, dan kapan mengambil keputusan.
Seorang pakar sejarah Islam, Yaitu Ust. Budi Ashari mengatakan, Bahwa ada 4 fungsi belajar sejarah.
Pertama: Sejarah Menjadi Motivasi
Tumpukan sejarah dibalik lembaran-lembaran buku, memiliki daya motivasi tinggi. Kita tidak dapat termotivasi kecuali dari sejarah terdahulu. Dulu Islam tersebar hingga sepertiga dunia. Itu menjadi salah satu motivasi terbesar kita mencari perubahan.

Kedua: Sejarah Menjadi Kekuatan Solusi
Bila memperlajari sejarah lebih dalam, kita akan mampu membaca solusi yang diberikan oleh sejarah. Bahkan sampai masalah keseharian kita. Tidak ada satupun masalah dalam hidup kita, kecuali sejarah telah memberikan solusinya.

Ketiga: Sejarah memiliki kekuatan inspirasi
Kita dapat mengambil banyak inspirasi dari tumpukan sejarah. Bahkan bisa satu langkah kedepan dari orang lain. Inspirasi dalam sejarah tidak akan pernah habis diambil.

Keempat: Sejarah Memiliki Kekuatan Prediksi
Sejarah dalam Islam tidak hanya membahas perkara dimasa lampau. Apa yang diajarkan Nabi Muhammad pun ada yang bersifat prediksi. Ada beberapa ilmu yang memiliki kandungan futuristik, masa depan. Dia bukan bualan atau fiksi. Tetapi prediksi yang dituntun dengan wahyu Ilahi.

Maka dari sini, apakah kita masih ragu dan menganggap bahwa belajar sejarah Islam tak ada bedanya dengan belajar ilmu umum lainnya? Marilah kita belajar Sejarah agama kita. Karena masih banyak sejarah Islam yang belum kita ketahui. Kita mungkin sudah banyak melahap segudang buku-buku fiksi. Tapi sejarah nyata, yang dulu pernah benar-benar berdiri dimuka bumi ini tidak banyak diantara kita yang mau belajar. Hal itu tentu banyak kemungkinan. Dan salah satu kemungkinannya adalah trauma masa lalu saat pertama kali belajar Sejarah Islam.

#OneDayOnePost
Tulisan ke3




10 comments:

  1. Keren.
    Dari sejarah kita bisa belajar hitam putih, angkara murka dan kebajikan, kebenaran dan kebohongan.
    Lanjutkan mas!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tkans bang heru dah mampir. Iya bang, bener tuh..banyak tau dari sejarah. Dari sejarah bisa nyingkap semua. hehe..

      Delete
  2. Replies
    1. Sama dong bunda...����

      Delete
    2. This comment has been removed by a blog administrator.

      Delete
  3. dari sejarah, kita bisa memperbaiki dunia,,, (y) keren

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yupppzz bener mbak..apapun kalau mmperdalam sejarah banyak yg didapetny

      Delete
    2. This comment has been removed by a blog administrator.

      Delete
  4. mempelajari sejarah bagaikan mempelajari cara kehidupan dunia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Its. Really bang zulham....
      Arrigatow dah mw mmpir bang

      Delete