Friday, 21 October 2016

Gudang Rahasia Amal


Amal shaleh merupakan refleksi taatnya manusia kepada sang Maha Pencipta. Darinya bisa menjadi salah satu sebab sang Pencipta cinta kepada hambanya. Bentuk ketaatan itu bisa dilakukan secara terang-terangan maupun sembunyi. Amalan yang dilakukan secara terang-terangan adalah amalan yang memang harus diperlihatkan. Seperti amalan wajib. Shalat 5 waktu, zakat, haji/umrah, jihad dan amalan lainnya yang memiliki maslahat besar jika ditampakkan ke kaum muslimin. Bila ibadah yang selayaknya diperlihatkan kemudian justru dilakukan secara sembunyi, maka keutamaan dari ibadah tersebut akan hilang.

Selain dari amalan yang syariatnya memang dilakukan dengan terang-terangan, maka amalan yang lain justru dianjurkan untuk disembunyikan. Sebab bila beramal secara sembunyi bisa menjaga hati dari penyakit-penyakitnya. Syetan tidak memiliki peluang  meniupkan racunnya godaannya. Karena pintunya tertutup rapat dengan beramal secara sembunyi.


Dari amalan tersembunyi bisa mengantarkan kepada kebaikan. Dan menjadi indikasi pada keikhlasan beramal. Meski tidak ada yang menjamin hal itu diterima disisi Allah, tapi setidaknya mampu menjauhkan dari godaan syetan.
Berikut keutamaan beberapa amalan yang dilakukan secara sembunyi.

  • Sedekah

- Sedekah secara sembunyi meredam kemarahan Allah

Sedekah yang dilakukan secara sembunyi bisa memadamkan kemarahan Allah.
Sedekah adalah amalan agung. Namun keutamaan lainnya dari sedekah tidak didapat melainkan sedekah yang diketahui oleh Allah saja. Sebagaimana perkataan Ali bin Husain bin Ali,

إِنَّ صَدَقَةَ السِّرِّ تُطْفِىءُ غَضَبَ الرَّبِّ عَزَّ وَ جَلَّ

 “Sesungguhnya sedekah secara sembunyi-sembunyi akan meredam kemarahan Rabb ‘azza wa jalla.” (Lihat Hilyatul Auliya’, 3/135-136).

- Sedekah secara sembunyi-sembunyi akan mendapatkan naungan-Nya yang tidak ada naungan selain dari-Nya.

Kondisi dipadang Mahsyar begitu dahsyat. Semua manusia menanti keputusan Sang Pemilik Kerajaan dihari pembalasan. Dalam masa penantian itu, matahari akan didekatkan kepada seluruh manusia dengan jarak sejengkal dari kepalanya. Namun ada beberapa orang yang mendapat naungan-Nya. Salah satunya karena bersedekah secara sembunyi-sembunyi. Hingga seolah tangan kirinya tidak tahu bahwa tangan kanannya telah bersedekah.

“Seseorang yang bersedekah kemudian ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.” (HR. Bukhari no. 1423 dan Muslim no.1031,dari Abu Hurairah.)

- Sedekah yang dilakukan secara sembunyi lebih baik.

Sedekah adalah perbuatan mulia. Menolong sesama manusia demi meringankan beban mereka. Tetapi sedekah lebih baik lagi jika dilakukan dengan sembunyi. Hal ini sejalan dengan apa yang Allah firmankan.

“Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu.” (QS. Al Baqarah: 271).

  • Seseorang yang berdzikir mengingat Allah dikesendirian, lalu air matanya menetes, akan mendapat nauangan Allah.
Tidak mudah kita dapat mengingat Allah dalam kesibukan dunia yang tiada habisnya. Bahkan hingga membuat menangis. Betapa banyak nikmat yang diberi-Nya tiada terputus, sedangkan kita menjadi hamba yang mudah sekali mengkufuri nikmat-Nya. Maka seseorang yang berdzikir lantas menangis ditengah malam, menjadi sebab Allah berikan naungan di akherat kelak.

وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

“Dan seorang yang mengingat Allah sendirian, kemudian air matanya mengalir.” (Muttafaq ‘alaih)

  • Merahasiakan Do’a Akan Diaminkan Oleh Malaikat

Siapa yang tidak mau diaminkan do’anya oleh manusia ketika didunia. Terlebih yang mengaminkan adalah malaikat. Makhluk Allah yang tiada pernah berdosa dan berbuat salah. Peluang besar do’a itu diterima oleh Allah ta’ala.

عن أَبي الدرداء – رضي الله عنه – : أنَّه سَمِعَ رسولَ الله – صلى الله عليه وسلم – يقول : مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلمٍ يدعُو لأَخِيهِ بِظَهْرِ الغَيْبِ إِلاَّ قَالَ المَلَكُ : وَلَكَ بِمِثْلٍ

Dari Abu Darda radhiyallahu ‘anhu, ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang hamba muslim berdoa untuk kebaikan saudaranya secara rahasia, melainkan ada malaikat yang akan berkata, “Dan untukmu pula yang sepertinya.” (HR Muslim)

“Doa seorang muslim untuk kebaikan saudaranya secara rahasia akan dikabul (mustajab), di atas kepalanya akan ada malaikat yang diutus, setiap dia berdoa untuk kebaikan saudaranya, malaikat yang diutus tersebut berkata, “Amin, dan untukmu pula yang sepertinya.” (HR Muslim)

  • Shalat malam akan Meninggikan Derajat disisi Allah

Shalat malam memiliki kedudukan yang tinggi. Bagi rosul shalat malam adalah perkara yang wajib. Karena begitu utamanya bagi yang melakukannya. Allah akan menaikkan derajat dimaqam-Nya.
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

“Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra: 79)

Shalat dimalam hari dilakukan karena banyak manusia yang terlelap tidur. Dan tidak ada yang mengetahuinya kecuali Rabb-Nya saja. Sehingga Allah meninggikan derajatnya bagi siapa saja yang mengerjakannya.

Dari Abu Yusuf Abdullah bin Salam radhiyallahu ‘anhu ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai manusia, tebarkanlah salam, berilah makan, sambungkanlah silaturahmi, shalatlah ketika manusia tertidur, engkau akan masuk surga dengan keselamatan.”

Para Salaf dalam menyembunyikan Amal
Perhatikanlah para salaf terdahulu dalam menyembunyikan amalan mereka. Bahkan ada beberapa dari mereka menutupinya supaya tidak dianggap melakukan hal mulia. Karena begitu besarnya takut mereka terhadap riya’ dan ingin terkenal.

Cicit Rosulullah,  yaitu Zainal Abidin dikenal sebagai orang yang suka bersedekah. Namun orang-orang baru tahu saat dia telah meninggal dunia. Karena terdapat bekas dipunggungnya, dan tidak ada lagi karung makanan tiap malam yang diantar oleh seseorang pada malam hari. Hingga orang-orang mengatakan, “Tidaklah kami kehilangan sedekah rahasia hingga Zainal Abidin, Ali bin al Husain wafat –rahimahullah-.”

Ada pula salah seorang Ulama yang bernama Imam Al-Mawardi. Banyak kitab yang telah ia susun. Diantaranya yang terkenal adalah Al-Ahkamu As-Sulthaniyah. Kitab yang secara lengkap membahas  seputar pemerintahan menurut Islam.
Setelah dia susun buku tersebut, Ia sembunyikan didalam kamarnya. Dia khawatir sekali kalau buku itu dibaca oleh orang lain yang akhirnya menyebabkan dia terkenal.

Lantas salah seorang sahabat dekatnya menasehati agar buku itu disebar luaskan, karena masyarakat agar mendapat manfaat dari buku tersebut. Imam Al-Mawardi mengizinkan hal itu dengan sebuah isyarat saat sebelum nyawanya diambil. Isyaratnya yaitu bila tidak memegang tangan sahabatnya berarti buku itu boleh disebar luaskan. Tapi kalau dia memegang tangan sahabatnya, buku itu lebih baik disembunyikan saja.
Kemudian Imam Mawardi tidak meninggal melainkan tangannya tetap tidak memegang tangan sahabatnya. Itu menunjukkan kitabnya boleh disebarluaskan.

Ayub As-Sikhtaniy setiap sebelum shubuh selalu berusaha seolah-olah terlihat seperti orang yang baru tidur pulas. Caranya mengeluarkan suara persis seperti orang baru tidur. Padahal dia memiliki kebiasaan setiap hari dengan shalat malam.

Murid Imam Mas’ud, yaitu Ar-rabi bin Khutsaim dalam hidupnya tidak pernah melakukan shalat sunnah dimasjid kecuali hanya sekali.

Umar bin Khattab saat menjadi khilafah memiliki kebiasaan mengunjungi rakyatnya dimalam hari. Hingga suatu malam pernah dibuntuti oleh sahabat Thalhah. Umar berkata kepadanya. “Biarkanlah aku dengan rabbku. Janganlah engkau mengikutiku agar engkau tahu amalanku”.

Abu Bakar Asy-Syiddiq biasa mendatangi sebuah rumah yang dihuni oleh seorang nenek. Dia setiap harinya membersihkan dan mengisi kebutuhan sang nenek.  Selain itu Abu Bakar memeras susu dari kambing peliharaan nenek itu.
Saat Umar tahu Abu Bakar melakukan itu, lantas Umar menangis. Kemudian dia berkata, “  
“Celaka engkau Umar, apakah aib-aib Abu Bakar akan engkau ikuti?”

Demikianlah pentingnya amalan-amalan yang dilakukan secara sembunyi. Sehingga beberapa salaf menasehati untuk mengajak beramal shalih secara sembunyi.

Bisyr berkata, “Tidak dapat merasakan manisnya akhirat, orang yang suka dikenal oleh manusia. jangan beramal untuk disebut-sebut, sembunyikanlah kebaikan sebagaimana engkau menyembunyikan keburukan.”

Bisyr bin Al Harits berkata, “Aku tidak mengetahui seorang yang suka untuk dikenal melainkan hilang agamanya dan nampak keburukannya.”

Az Zubair bin al Awwam radhiyallahu ‘anhu berkata, “Milikilah oleh kalian rahasia dari amal shaleh, sebagaimana kalian memiliki rahasia dari amal buruk.”

Muhammad bin Ziyad berkata, “Aku melihat Abu Umamah mendatangi seseorang di masjid yang tengah sujud sambil menangis dan berdoa kepada Tuhannya. Abu Umamah pun berkata, “Engkau, engkau, jika ini engkau lakukan di rumahmu.”

Demikianlah gudang rahasia amalan para salaf. Mereka sengaja tidak menampakkan amalan yang boleh disembunyikan. Karena rasa khawatir mereka lebih besar dari pada dosa yang diakibatkan dari amalan sholeh yang nantinya dapat mengggelincirkan pelakunya. Amalan yang menjadi rahasia adalah persembahan khusus diluar kewajiban ibadah kepada-Nya. Sebab mereka berharap bahwa salah satu amalan rahasia itu menjadi amalan yang mampu menolong mereka nanti disaat hari pembalasan tiba.

Wallahu a’lam bisyowab.

By: Rohmat Saputra

#OneDayOnePost
#Tulisanke10


3 comments:

  1. Terimakasih ilmunya mas. Semoga bisa mengamalkan

    ReplyDelete
  2. Sama-sama mbak. Smoga kita smua dimudahkan bramal scara smbnyi...

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete