Tuesday, 11 October 2016

Beda Niat Beda Ganjaran


Setiap manusia tentu senang mendapatkan penghidupan yang baik. Memiliki rumah pribadi yang nyaman, kendaraan yang bagus,
uang penuh dalam rekening tabungan dan sebagainya
Maka atas kesemangatannya, tekad yang besar dan usaha tanpa lelah, Allah taqdirkan mereka menghasilkan banyak harta sebagaimana yang diharapkan. Allah tidak menyia-nyiakan usaha mereka.
Sunnatullah, usaha yang sungguh-sungguh tidak akan mengkhianati pelakunya. Selama dia terus memiliki tekad terhadap ambisinya, Dia akan sampai pada ambisinya itu. Bahkan bisa jadi rejeki dari usaha itu tidak tanggung-tanggung. Allah sempurnakan hasil usahanya itu didunia.
Namun ternyata sangat-sangat disayangkan, hasil tersebut hanya terjadi didunia. Mereka rasakan manisnya usaha ditempat yang fana.  Ya, Allah menepati janji-Nya balasan yang diharapkan didunia. Dan tidak ada balasan di akherat.

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ (15) أُولَئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآَخِرَةِ إِلَّا النَّارُ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Hud [11] : 15-16)


مَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الآخِرَةِ نزدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ وَمَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ نَصِيبٍ

“Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.” (QS. Asy Syuraa: 20)

Dalam masalah ini, Syaikh Al Utsaimin telah membedakan antara riya’ dengan keinginan mendapat dunia. Riya’, ialah seseorang yang beribadah karena ingin dipuji agar dikatakan sebagai ‘abid (ahli ibadah), dan ia tidak menginginkan harta. Adapun keinginan terhadap dunia yang dimaksudkan dalam ayat ini, seseorang beribadah bukan karena ingin dipuji atau dilihat, bahkan sebenarnya ia ikhlas dalam beribadah kepada Allah. Akan tetapi ia ingin mendapatkan sesuatu dari dunia, seperti harta, pangkat, kesehatan; baik pribadi, keluarga maupun anak, dan lain-lain. Jadi dengan amal ibadahnya ia inginkan manfaat dunia dan tidak menginginkan pahala akhirat. Beliau memberikan contoh-contoh bagaimana seseorang menginginkan dunia dengan amal ibadahnya. Misalnya: menjadi muadzin dengan niat mencari uang. Berangkat haji dengan tujuan mencari harta. Belajar agama di perguruan tinggi dengan niat mencari ijasah agar martabatnya naik. Melakukan beberapa jenis peribadatan dengan maksud menyembuhkan penyakit, atau supaya disenangi orang lain atau supaya tidak mendapat gangguan, atau maksud-maksud lain. (Al-Qaul al-Mufid ‘Ala Kitab at-Tauhid; Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin. Bab Min asy-Syirki IradatulInsan bi’amalihi ad-Dunya II/243 Daar Al-‘Ashimah cet. I – 1415 H. )

Maka dalam perkara niat seharusnya menjadi perhatian besar bagi kita. Semulia apapun ibadahnya itu, maka bisa menjadi sia-sia bila diniatkan hanya meraup keuntungan dunia atau pujian belaka. Sangat hina bila orientasinya pada hal yang fana. Padahal bila meniatkan untuk Allah saja, bisa jadi Dia akan memberi balasan juga saat didunia, dan tentu balasan sempurna diakherat.
Nasib bagi orang yang salah niat dalam ibadah kelak diakherat tidak mendapatkan kebaikan apa-apa kecuali kesengsaraan. Allah masukkan mereka kedalam neraka hanya gara-gara niat yang salah letak. Hasil usaha hilang tak membekas. Disana mereka membawa segudang penyesalan.

Mana yang lebih menguntungkan? balasan didunia atau dunia akherat sekaligus?
Marilah cerdik dalam meletakkan niat, karena dunia hanya sesaat.
Wallahu a’lam bisyowab

#OneDayOnePost
Tulisan ke5

2 comments:

  1. Ajib akh.. Sangat menginspirasi.. Lanjutkan terus semangatnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Arrigatow akh. Insya Allah istiqomah.....he

      Delete