Monday, 31 October 2016

Nilai Aib Dimata Seorang Muslim


         
   Betapa banyak karunia Allah yang diberikan kepada kita. Hingga detik ini pun Dia tidak henti-hentinya menurunkan limpahan karunia tersebut. Salah satu yang tidak kita sadari adalah tertutupnya aib pada diri kita. Karena tidak ada manusia yang hidup didunia ini melainkan terdapat pada dirinya aib. Kata aib menurut bahasa artinya cacat dan kekurangan. Sebagaimana sebagian ulama mahdzab Hanafi menyebutkan aib dengan pengertian,

مَا يَخْلُو عَنْهُ أَصْل الْفِطْرَةِ السَّلِيمَةِ مِمَّا يُعَدُّ بِهِ نَاقِصًا
“Suatu bagian yang tidak ada dari asal penciptaannya, dan itu disebut sebagai bentuk kekurangan”.

Thursday, 27 October 2016

Kemi, Sebuah Korban dari Kebebasan Yang tersesat


Diantara sederetan novel yang pernah saya baca, maka novel yang berjudul “Kemi” ini benar-benar tidak biasa. Artinya tidak hanya mengenai alur ceritanya yang bagus. Tapi juga berisi ilmu-ilmu logika untuk mengcounter  balik pemahaman sesat. Yaitu Islam liberal. 

Penulis dari buku ini, DR. Adian Husaini, telah mendalami bertahun-tahun mengenai aktifitas liberalisme di Indonesia, baik dari ilmu apa saja yang dipakai oleh mereka, maupun bagaimana mereka memutar balikkan ayat Qur’an dan hadist untuk mendukung pemikiran mereka.

Diceritakan dalam novel ada seorang yang bernama Kemi, anak pesantren yang cerdas dan pintar. Pendidikan dipesantren telah mewarnai dalam segi kehidupannya. Kepala pesantren Minhajul Abidin Jawa Timur, Kyai Rois, melihat potensi muridnya itu telah muncul. Makanya dia berharap Kemi setelah lulus nanti bisa membantu untuk mengajar. Namun harapan itu kandas saat seorang aktifis Liberal bernama Farsan, membujuk rayu dengan imingan beasiswa kuliah di Jakarta.  Bahkan saat kepergian Kemi dari pesantrenpun meninggalkan kesan yang sangat ganjal. Khususnya bagi Kyai Rois dan Rahmat, teman rival yang jauh lebih pintar dan cerdas dari Kemi dipesantren.

Mengandaikan Kematian


Tidak mudah seseorang itu bersabar dari perihnya goncangan dan musibah. Ujian dan cobaan pasti terus ada. Tidak pernah absen dalam perjalanan hidup manusia hingga menemui Tuhannya. Sampai terkadang ada manusia yang berangan-angan mati. Seakan begitu beratnya menjalani kehidupan, merasa kematian lebih baik dari pada melanjutkan hidup. Di negara-negara besar, salah satunya di Negara Jepang, tingkat bunuh diri mencapai sekitar 25 ribu orang, atau setiap harinya ada 70 orang yang melakukan bunuh diri.  
Sebagian besarnya adalah lelaki.  Hal itu sebagaimana yang dilansir dari situs dailyjapan.com. Padahal dari segi teknologi, Jepang termasuk sangat pesat perkembangannya. Namun ternyata teknonogi itu tidak menutup kehampaan hidup yang mereka jalani. Sama sekali teknologi tidak ada jaminan pasti dalam mengatasi problematika kehidupan mereka.

Berbeda dengan Korea Utara. Hal yang memicu banyaknya bunuh diri adalah karena peraturan pemerintahnya yang sangat aneh. Seolah masyarakat disana seperti budak. Kebijakan-kebijakannya seperti ingin menyengsarakan rakyatnya. Bahkan model rambutpun yang menentukan adalah pemerintah.

Wednesday, 26 October 2016

Antara Cinta Allah Dengan Cinta Manusia


Jika seorang istri mencintai suaminya, maka si istri akan berusaha membahagiakan  sang suami. Begitu juga sebaliknya. Seorang suami akan membahagiakan sang istri karena cinta kepadanya. Itulah cinta diantara para hambanya. Tandanya saling memberi kebahagian diantara mereka dan tidak membiarkan saling menyakiti.
Namun analogi itu tidak bisa disamakan dengan cintanya Allah kepada hambanya. Karena kita tidak patut menyamakan-Nya dengan perbuatan makhluk.

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ البَصِير

“Dia (Allah) tidak menyerupai sesuatupun dari makhluk-Nya (baik dari satu segi maupun semua segi), dan tidak ada sesuatupun yang menyerupai-Nya”. (QS. as-Syura: 11).

Tuesday, 25 October 2016

Doa Mustajab, Senjata tanpa Bentuk


Oleh: Rohmat Saputra
Do’a adalah senjata orang-orang mukmin. Tidak ada senjata yang ampuh dalam melawan segala kedzaliman dan kekhawatiran melainkan dengan do’a. Do’a dipanjatkan tidak hanya pada saat jalan keluar benar-benar buntu. Tapi juga dipanjatkan ketika sedang lapang dan senggang. Sebab hasil dari do’a, Allah akan simpan kebaikan pemohon, dan menghindari sesuatu yang buruk dari orang itu.

Monday, 24 October 2016

Mutualisme Antara Membaca Dan Menulis




Membaca dan menulis adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisah. Ibarat koin. Tidak  bisa diabaikan dari salah satunya. Para penulis besar lahir dari tumpukan buku yang mereka “konsumsi” dan tajamnya intuisi. Memilih diksi, gaya tulisan, ketepatan dalam menyimpulkan, keberhasilan membawa emosi pembaca, tidak akan didapat tanpa diawali dari membaca.
Setiap penulis terkenal, pasti memiliki gaya tulisan yang berbeda. Terkadang gaya itu sampai seolah melanggar EYD (ejaan yang disempurnakan). Tapi saat melihat keindahan dalam tulisannya, ternyata hal itu sah-sah saja dilakukan.

Friday, 21 October 2016

Gudang Rahasia Amal


Amal shaleh merupakan refleksi taatnya manusia kepada sang Maha Pencipta. Darinya bisa menjadi salah satu sebab sang Pencipta cinta kepada hambanya. Bentuk ketaatan itu bisa dilakukan secara terang-terangan maupun sembunyi. Amalan yang dilakukan secara terang-terangan adalah amalan yang memang harus diperlihatkan. Seperti amalan wajib. Shalat 5 waktu, zakat, haji/umrah, jihad dan amalan lainnya yang memiliki maslahat besar jika ditampakkan ke kaum muslimin. Bila ibadah yang selayaknya diperlihatkan kemudian justru dilakukan secara sembunyi, maka keutamaan dari ibadah tersebut akan hilang.

Selain dari amalan yang syariatnya memang dilakukan dengan terang-terangan, maka amalan yang lain justru dianjurkan untuk disembunyikan. Sebab bila beramal secara sembunyi bisa menjaga hati dari penyakit-penyakitnya. Syetan tidak memiliki peluang  meniupkan racunnya godaannya. Karena pintunya tertutup rapat dengan beramal secara sembunyi.

Tuesday, 18 October 2016

Belajar Dari Lansia




Kulitmu kini berkeriput. Uban tersebar disetiap sudut kepala. Ingatan tak lagi kuat. Fisik lemah tak berdaya. Itu tanda bawah dirimu memasuki masa tua.
Kini takdir telah menentukan, bahwa fase kehidupanmu berada diujung. Memang kematian tidak memilih usia. Di usia kapanpun kematian bisa datang kepada orang yang jauh dibawah umurmu. Namun bila kematian ditangguhkan, maka proses pertumbuhanmu tidak ada yang mampu menghentikan. Umur terus bertambah, hingga ujung usia.

Monday, 17 October 2016

Jangan menjadi Gelas yang Kosong


Salah seorang tokoh pernah berkata, “Jika tidak punya apa-apa kita tidak bisa memberi”.

Perkataan diatas menggambarkan perlunya manusia memiliki sesuatu yang dapat dikembangkan dan bisa menghasilkan kebermanfaatan. Bukan hanya yang bersifat materi. Walaupun hari ini banyak yang membutuhkan materi atau harta.  Tapi ada hal lainnya yang tidak kalah penting. Yaitu potensi diri. bagaimana bisa mendapat kan potensi diri? Yaitu dengan terus menggali kwalitas pribadi. 

Friday, 14 October 2016

Kenapa Seorang Muslim lebih layak menjadi Penulis?


Menulis adalah menyalurkan ide dari otak kedalam bentuk tulisan. Menulis akan melatih daya pikiran untuk selalu mencari ide-ide yang baik untuk dituliskan. Bahkan dalam segi kesehatan menulis dapat mencegah kepikunan. Sebab otak akan terus dipakai untuk berfikir dan mencari ide atau gagasan. Mungkin fisik butuh olah raga agar tidak kaku dan pegal. Begitu juga dengan otak. Ia olahraganya adalah menulis. Karena selalu dipacu untuk selalu berfikir.
Lebih kedepannya, terlebih bagi seorang muslim, bahwa menulis bukan sekedar menuangkan ide. Tetapi sebuah amalan yang layak diberi ruang, disamping melakukan kewajiban-kewajiban lainnya. Maka artikel ini membahas kenapa seorang muslim itu lebih layak menjadi penulis. Berikut alasan-alasannya.

Wednesday, 12 October 2016

Tragedi Ketika Sara Dicaci

Hal yang sangat sensitif  ditengah umat beragama adalah masalah sara. Sensifitas sara tidak akan pernah padam bagi negara yang didalamnya terdapat beragam agama. Itu menandakan bahwa rasa keagamaan dalam setiap pemeluknya begitu tinggi. Sedikit dilecehkan hal berbau agama, maka mudah sekali pemeluknya tersulut emosi.
Terkait masalah Ahok yang dengan pernyataannya bahwa banyak yang dibodohi dari surat Al-maidah ayat 51 dihadapan masyarakat warga kepulauan seribu, sangat mengundang kecaman umat Islam.
Menyusul  penistaan tersebut, berbagai kecaman dari para ustadz, tokoh, bahkan dari etnis cina pun telah banyak memberikan tanggapan terhadap gubernur tersebut. Berikut saya kutipkan beberapa pernyataan mereka.

Belajar Menikmati Proses


Manusia dilahirkan tanpa skill apapun. Kosong keahlian dalam segala bidang. Namun kenapa banyak orang ahli dan pakar? Dibalik sebutan itu  karena ada yang namanya kesungguhan. Kesungguhan  pada usaha dan jujur dalam tekad.
Kebodohan manusia mengenai pengetahuan terhadap sesuatu hal akan berangsur hilang jika mau belajar. Hanya terkadang sedikit yang bertahan meniti tangga proses. Padahal untuk mencapai keberhasilan, atau minimal menguasai salah satu bidang, harus melalui proses panjang. Didalam buku yang berjudul "How Master Your Habits" menyebutkan, untuk menjadi ahli seseorang membutuhkan 10.000 ribu jam latihan dibidang tertentu.

Tuesday, 11 October 2016

Beda Niat Beda Ganjaran


Setiap manusia tentu senang mendapatkan penghidupan yang baik. Memiliki rumah pribadi yang nyaman, kendaraan yang bagus,
uang penuh dalam rekening tabungan dan sebagainya
Maka atas kesemangatannya, tekad yang besar dan usaha tanpa lelah, Allah taqdirkan mereka menghasilkan banyak harta sebagaimana yang diharapkan. Allah tidak menyia-nyiakan usaha mereka.
Sunnatullah, usaha yang sungguh-sungguh tidak akan mengkhianati pelakunya. Selama dia terus memiliki tekad terhadap ambisinya, Dia akan sampai pada ambisinya itu. Bahkan bisa jadi rejeki dari usaha itu tidak tanggung-tanggung. Allah sempurnakan hasil usahanya itu didunia.

Monday, 10 October 2016

Kita Bukan Juri Niat




Oleh Rohmat Saputra

 Pada suatu peperangan di zaman Rosul ada salah satu sahabat membunuh orang kafir meski telah mengucapkan kalimat Syahadat. Sahabat itu bernama Usamah bin Zaid. Sempat Usamah terhenti sejenak saat mendengar orang kafir itu mengatakan kalimat syahadat. Namun dia beranggapan bahwa hal itu adalah tipu daya, agar lepas dari pembunuhan.

Lantas sahabat yang juga sebagai cucu angkat  kesayangan Rosul itupun membunuhnya. Kabar pembunuhan itu terdengar sampai kepada Rosulullah.
Sesampainya di Madinah Rosulullah bertanya kepada Usamah. “Apakah engkau tetap membunuhnya setelah dia mengucapkan Lailaha illallallah?”
“Wahai Rasulullah, ia mengucapkannya sekedar untuk melindungi dirinya.”. Jawab Usamah bin Zaid.
Lalu nabi bertanya lagi, 


أَفَلَا شَقَقْتَ عَنْ قَلْبِهِ حَتَّى تَعْلَمَ أَقَالَهَا أَمْ لَا


“Kenapa engkau tidak membelah dadanya, sehingga engkau mengetahui apakah hatinya mengucapkan Laa Ilaaha Illa Allah karena ikhlash ataukah karena alasan lainnya?”

Wednesday, 5 October 2016

Rahasia Dibalik Sejarah Islam


Dulu saat kita mengenyam sekolah dasar, tentu pernah belajar sejarah Islam. Terkadang dibuat pusing kalau sudah urusan menghafal tanggal, tahun dan nama-nama tempat, serta tokoh. Ditambah gaya penyampaiannya yang tidak menarik. Contoh sejarah yang sering disebut adalah biografi Nabi Muhammad.  Didalamnya dijelaskan hanya seputar orang tua Nabi dan saudaranya. Ibunya bernama Aminah, Bapaknya bernama Abdullah, Dilahirkan dikota Makkah.  Dan sebagainya.
Begitu juga pembahasan sejarah kerajaan-kerajaan Islam yang ada di Indonesia. Tidak banyak yang saya ingat hingga saat ini. Mungkin kalau ditanya teman sekelas dulu, hanya beberapa orang saja yang masih ingat. Itupun tidak sampai detail.

Tuesday, 4 October 2016

Mengatur Waktu, Mengasah Diri



Dunia hari ini terus mengalami perubahan. Era teknologi telah menguasai abad ini. Dari situ timbullah banyak sekali sesuatu yang bisa menyibukkan diri. Bila tak pandai memenej waktu, maka banyak hal yang sia-sia dilakukan. Kita tentu memiliki tujuan-tujuan hidup yang akan dicapai. Tapi terkadang terbentur dengan kesibukan-kesibukan. Seperti mengurusi rumah tangga, kerja dari siang sampai malam, kuliah yang penuh dengan tugas dan berbagai kesibukan lainnya.
Lalu bagaimana cara membagi waktu pada tempatnya?

Sebenarnya saya tidak pantas membahas ini. Karena bisa jadi sudah banyak orang yang memiliki cara sendiri dalam mengatasi waktu. Tapi bagaimana lagi, karena tujuan saya menulis ini adalah untuk memotivasi diri sendiri. Jadi apa yang saya tulis sebenarnya ya untuk pribadi. Syukur kalau ada yang merasa termotivasi.

Monday, 3 October 2016

Kejadian Dipinggir Jalan


“Woy, ngapa lo tadi teriak-teriak, hah?”, ujar salah seorang pengendara motor kepengendara sampingnya dengan nada emosi. Saya sempat kaget dengan suara itu, karena terjadi tepat dibelakang saya.
Kondisi jalanan saat itu sangat macet. Sayapun posisinya sudah diluar jalan, hendak mengambil pinggir jalan karena ada sedikit celah untuk lewat demi menghindari macet.

Saya perhatikan adu mulut itu kian memanas. Terlihat bapak yang pertama tadi tidak terima apa yang terjadi sebelumnya. Saya menduga penyebabnya adalah saat sedang macet-mecetnya, pengendara yang tidak terima dengan teriakan tersebut berusaha menyalip kendaraan mobil didepannya. Tiba-tiba muncul pengendara motor lainnya dari arah berlawanan. Namun pengendara itu dengan cepat mengurungkan niatnya untuk menyalip kendaraan didepannya. Kejadian itu hampir saja Menimbulkan kecelakaan.