Sunday, 28 February 2016

Fenomena Pemblokiran Akun Sosmed Dan LGBT


Topik trending dan hard news sekarang ini dari beberapa minggu kebelakang adalah mengenai manusia yang menganggap dirinya sebagai menjunjung tinggi menghormati perbedaan. Yaitu sekumpulan aktifis LGBT.
Munculnya sekelompok manusia yang mendukung aksi menyimpang ini benar-benar membuat kaum muslimin prihatin. Berbagai kecaman muncul dari berbagai ormas-ormas Islam dan mengutuk perbuatan mereka. Dan ada pula bersikap tengah, tetap mencela perbuatan mereka, namun pelakunya diminta untuk segera taubat.

Bukan hanya kelompok Islam atau organisasi, bahkan hingga personal mengecam perbuatan menyimpang itu. Sebab perbuatan mereka seakan mengulang kembali apa yang dilakukan oleh kaum luth. Jika tak ada pencegahan, boleh jadi adzabpun tak ada bedanya akan menimpa di negeri ini sama halnya kaum luth diadzab.


Kecaman dari akun pribadi atau grup-grup di media sosial atas LGBT ini begitu gencar. Baik dari bentuk gambar MEME hingga nasehat-nasehat agar menjadi manusia yang normal dan kembali kepada fitrah.

ini meme yang bermunculan.



namun ada yang ganjil pemblokiran orang-orang yang berusaha menasehati sekelompok manusia menyimpang itu. Khususnya di sosmed. Kerap beberapa kali salah seorang akun akhwat yang sering posting mengecam LGBT. Ia sempat diblokir selama 24 jam atas dua tuduhan. Berikut statusnya.

FB gw di blokir Team FB selama 24 jam dengan dua tuduhan...

1. Postingan ttg LGBT yg banyak banget di wall gw...
2. Ada yg laporin pict gw ttg operasi caecar...kata tuh orang pict mengandung unsur ketelanjangan...dan ga baik untuk di lihat anak anak...
Sebelumnya tuh orang inbox nyuruh gw ngapus tuh gambar..
Heran dah gw banyak akun porno ga ada yg di blok banyak pict lebih parah...jg ga di block....
Otak pada kemana yaa...banci di belain...posting yg bener di tuduh radikal......
Wew....


Tak luput salah seorang penulis senior dan karya-karyanya terus mewarnai toko-toko buku di Indonesia, yaitu Tere Liye. Akun FP dimana status-status nasehatnya selalu tersebar, di blokir 24 jam oleh Facebook. Pasalnya penulis yang bernama Darwis ini pernah beberapa kali berkomentar tentang LGBT. Bahkan facebook melayangkan peringatan kepada penulis buku Hafalan Qur’an Delisa ini akan menghapus secara permanen akunnya.


Begitu juga salah seorang yang status-statusnya banyak mengkiritisi pemerintah saat ini hingga ribuan liker didapat. Sebab apa yang ia kritisi pemerintah saat ini berdasarkan fakta. Tidak hanya sekedar isu belaka. Akun pribadinya yang bernama Jonru sempat dalam beberapa minggu diblokir. Memang status sebelumnya menyinggung masalah LGBT. Karena saat itu menjadi topik yang hot untuk dibicarakan dalam sosmed. Begitu juga statusnya up to date dari berbagai peristiwa yang terjadi.

Dalam statusnya berbunyi,
“Akhirnya akun facebook saya ( yang personal) DAPAT GILIRAN diblokir oleh facebook, karena memposting tentang ELGEBETE.
Sadis banget. Terlebih karena diblokirnya selama 30 hari. Jadi selama sebulan kedepan saya tidak bisa:
-Posting status
-nge-like komen
-nge-share
-menjawab inbox
-dst.......

Kalau diperhatikan, untuk akun-akun yang lebih terkenal dalam sosmed, tenggang pemblokiran agak lebih lama dari pada akun yang tidak begitu terkenal. Mungkin  karena orang yang menunggu status terbarunya telah banyak. Jadi saat dia status, langsung banyak yang ngeshare. Otomatis status LGBT itu tersebar dengan mudahnya. Saat di blokir, status yang ter sharepun otomatis hilang pula.

Mengenai pemblokiran ini ada dua kemungkinan.
Kemungkinan pertama Facebook menjdi salah satu yang mendukung LGBT. Khususnya facebook server Indonesia. Kemungkinan kedua banyak orang yang melapor kepada facebook tentang status-status yang menyinggung LGBT. Hingga akhirnya facebook memutuskan untuk memblokir, walaupun hanya sementara.

Dua kemungkinan ini sebagai pemicu beberapa orang yang dari kewarasan mereka menentang perbuatan yang tidak waras. Tentu banyak sekali yang mengkritik lewat sosmed lainnya. Dan juga banyak pula yang akan diblokir. Tapi dari  banyaknya kritikan yang muncul, menandakan masih banyak orang yang waras otaknya dinegeri ini. 

 Kelompok pengusung LGBT jika diperhatikan secara cermat, walaupun mereka mengusung tinggi demi menghilangkan  perbedaan, tapi sejatinya saat ada kelompok lain, atau personal yang menentang, lantas mereka tolak, bahkan melakukan pemblokiran atau melaporkan ke pihak sosmed untuk diblokir.

Ini berarti menunjukkan bahwa apa yang mereka usung sangat rapuh. Ideologi yang mereka terapkan seperti tidak ada bukti.
Mereka ingin menghilangkan perbedaan melalui LGBT, membiarkan orang-orang menyimpang sebagaimana manusia normal, namun  disisi lain mereka tidak suka dengan orang yang berbeda dengannya, dan marah jika ada yang menasehati dan mengkritiknya. Sama saja tidak suka terhadap perbedaan.

Namun ternyata ada intervensi asing dibalik ini semua. Terbukti saat salah satu aktifis LGBT dialog dengan salah seorang tokoh Islam. Aktifis ini keceplosan, bahwa ada dana dibalik LGBT ini. kelompok menyimpang ini ternyata adalah pesanan untuk menghancurkan generasi muda di Indonesia. Menghancurkan pemikiran Islam yang terus tersebar hingga pelosok nusantara.

Sebagaimana yang dilansir oleh situs islamedia, bahwa aktifis ini keceplosan saat diwawancarai. Berikut kutipannya.

Sebelumnya memang sempat ada bantuan-bantuan dari asing. Tapi bukan cuma LGBT, negara ini juga banyak dibantu asing,” ujar Hartoyo sebagaimana dilansir hidayatullah.

Sadar telah mengeluarkan pernyataan kucuran dana asing, Hartoyo kemudian cepat merevisi pernyataannya bahwa dana asing saat ini sudah tidak cair lagi.
Saya awalnya didanai oleh Hivos dari Belanda, sekarang sudah tidak ada lagi. Dan sekarang saya harus berjuang untuk bisa bergerak, yaitu dengan jualan kalung ini,” jelas Hartoyo.



Ya, hal itu telah menjadi masuk akal. Karena semenjak orang barat memutuskan tidak melawan Islam lewat perang fisik, maka mereka melawan dengan urat saraf. Dan LGBT ini kemungkinan besar merupakan mata rantai yang terus menyambung sebagai bahan senjata non fisik demi menghancurkan Islam dan kaum muslimin dari dalam.

Semoga kaum muslimin diberi keistiqomahan dalam menapaki kehidupan yang semakin banyak fitnah.


1 comment:

  1. Logika berpikir LGBT itu paralogis. Mereka hendak meminta pengakuan (terhadap banci sebagai suatu gejala alam yang tak bisa dirubah) namun disisi lain ditumpangi olwh penumpang gelap, gay, lesbi dan biseksual yang menjadi pesakitan akibat hiperseksual, bukan karena genetika. Jelas kedua golongan tersebut berbeda secara diametral

    ReplyDelete