Thursday, 29 December 2016

Teman Sesaat (TAMAT)

Ada status terbaru dari beranda facebook ketua redaksi majalah yang membuatku kaget. Mas Iyan telah meninggal.
Kenapa secepat itu? Padahal baru beberapa hari ini aku sering berkomunikasi. Status dari ketua redaksi itu disertai upload foto yang berisi saat kami bersama kru yang lain. Ada juga aku dan mas Iyan serta satu kru yang lainnya.
Tak lama komen membanjiri status ketua redaksi itu. Semuanya berbela sungkawa. Tak terkecuali aku.
Kematiannya benar-benar tidak aku kira. Pasalnya, biasanya dia upload banyak foto obat-obatan yang akan ia minum hampir setiap hari. Namun tiba-tiba berhenti. Aku saat itu hanya menebak, mungkin dia bosan dan lebih mementingkan istirahatnya. Foto-foto yang ia kirim via WhatsApp masih tersimpan di memory handphoneku.

Wednesday, 28 December 2016

Teman Sesaat III

Tak terasa mas Iyan sudah sebulan. Majalah perdana hasil karyanya sangat beda. Cover majalah menjadi Berubah setelah adanya mas Iyan. Gambarnya lebih familiar untuk anak-anak. Tapi dia sering ngelembur hingga larut malam untuk menyelesaikan lay out dan desain cover.
Aku perhatikan dia jarang sekali makan. Dan suka sekali memesan jus kepadaku. Aku dengan baik hati membelikannya. Sebenarnya dengan keberadaannya saja sudah dibilang untung bagiku. Dulu, saat desainer yang lama begitu  kaku dan membosankan. Tapi semenjak ada yang baru justru menjadi teman dekat. Apalagi sering mengeluarkan uneg-uneg kepadanya perihal masalah pribadi.

Teman Sesaat II

Dengan cepat dan lihai gerakan-gerakan jarinya memainkan shortcut di keyboard. Melihatnya seperti itu, ingin sekali aku belajar PhotoShop. Memang sebenarnya aku sedikit tahu menu-menu di aplikasi itu. Tapi yang jelas sangat jauh dari kata mahir. Apalagi sepandai mas Iyan ini.
“disini bagian apa mas?” dia melihatku sejenak, lalu fokus lagi ke layar komputer.
“saya bagian ngelobi sekolah-sekolah untuk konten rubrik sekolah sahabat. Jadi setiap hari kamis saya keluar”.

Teman Sesaat I

“Besok ada bagian desainer baru. Desainer yang dulu udah keluar. Coba besok kamu standby aja ya di kantor”. Pesan ketua redaktur kepadaku sore itu.

Aku sudah lama menjadi salah satu kru  di majalah anak Islam. Bagiku kerja di majalah sebenarnya hanya untuk sambilan. Karena waktu itu masih sedang tahap penyusunan skripsi.

Disela-sela penyusunan,  aku berinisiatif  untuk mengisi waktu dengan bergabung bersama kru majalah Islam. Disitupun aku belajar banyak. Bagaimana harus mengejar deadline dan tidak menyamakan antara tulisan orang dewasa dengan anak.

Friday, 23 December 2016

Melangitkan Do’a untuk Aleppo

BELUM usai umat Islam menghadapi kasus pelecehan Qur’an, tragedi Rohingya dan musibah di Aceh, kini perhatiannya menuju Aleppo. Salah satu tempat di negeri Syam yang Allah berkahi. Sudah sekian lama Negeri Suriah memanas. Namun yang lebih panas hari ini adalah Aleppo. Kondisi umat Islam disana sedang berada dalam puncak ujian. Dikepung, disiksa, diperkosa dan dibantai. Darah menggenang dimana-mana. Bangunan luluh lantak. Bau kematian tersebar disegala sudut kota. Seakan kehidupan telah hilang meninggalkan mereka.

Ujian Setelah Liburan (Tamat)

“Ya udah pak, beli yang seken aja, lagian ini motor jarang dipake. Kita tinggal ke pulau terus”.
Aku langsung meluncur lagi setelah ganti ban dalam. Semoga saja mereka yang sudah dipelabuhan tidak lama menunggu.
Saat belum jauh dari bengkel, tiba-tiba ada orang yang mencegatku.
“Mas, antarkan saya ke perumahan villa indah ya?” pinta seorang laki-laki yang cukup tua. Aku perhatikan sepertinya dia habis lelah berjalan jauh. Kasihan. Lebih baik aku antarkan dulu orang ini. Semoga saja rumahnya tidak jauh.

Thursday, 22 December 2016

Ujian Setelah Liburan II

“Yang penting kita menyampaikan amanah niat tulus kakak kelas kita itu, apapun kondisi hewan yang diqurbankan nanti.” Nasehatku kepada Rosyid setelah pulang dari menaruh sapi di masjid.
Lebaran kali ini kami shalat idhul adha di kota. Aan shalat ied di Pulau, bahkan kabarnya ia menjadi khotib.
Sholat dan pemotongan sapi selesai. Hanya tinggal bongkahan-bongkahan daging dan tulang. Itu semua diangkat kesebuah mobil box untuk nantinya akan dibawa ke pelabuhan.
“Gimana bil, daging udah siap?” tanya Aan dari seberang handphone. Ia standby sembari mengkondisikan masyarakat yang siap membantu di pulau dalam penyacahan daging sapi hingga pembungkusan.

Wednesday, 21 December 2016

Ujian Setelah Liburan I

Sunrise di Pulau Geranting, Kel. Pulau Terong
“Besok kita ketemu di bandara Soekarno Hatta jam 9 pagi ya...”. Pesan Aan melalui handphone.
Ia ketua perjalananku nanti untuk menuju pulau dimana kami tugas. Kami sebelumnya berlibur 3 hari dikampung masing-masing setelah mengikuti wisuda di Kampus Jakarta. Aku yang tinggal di Solo harus menuju pulau terpencil, yang ukurannya tak lebih dari 5 hektar. Yaitu Pulau Terong, Kepulauan Riau. Meski dari peta jaraknya sangat jauh, tapi ternyata menggunakan pesawat hanya memakan satu jam saja.
Kami harus kembali ke pulau sebelum idhul adha. Itulah perintah dari atasan. Terpaksa lebaran qurban tidak di rumah karena ada permintaan tersebut. Kami tidak bisa membantah permintaan itu. Walaupun berat dihati, tapi kami tetap harus rela berlebaran dipulau.

Tuesday, 20 December 2016

Pilihan Takdir Itu Telah Berbuah TAMAT

Aziz dan Arif telah mencium aroma ke tidak harmonisan pernikahan Fadli. Sebab tak ada satupun curhat atau sharing. Padahal mereka berdua termasuk sahabat yang cukup dekat.

 Terlebih Aziz dan Amir masing-masing telah berkeluarga, yang tentunya pernah mengalami masa-masa kritis dalam pernikahan dan bagaimana mencari jalan keluarnya.
 Namun Fadli hanya curhat pada saudaranya di dunia maya.

“Saya kurang cocok mbak sama istri saya. dia egois bener orangnya.”
“Mau cari yang lain lagi, Fadli?”
“Iya mbak, saya juga mau cari kerja di tempat lain. Mungkin gak di Jakarta lagi. Saya mau pindah ke Jawa Tengah. Biar temen-temen gak ada yang tahu masalah saya.”

Monday, 19 December 2016

Pilihan Takdir Itu Telah Berbuah 3

“Tolong carikan akhwat ya. Yang cantik, sholehah,  putih, tinggi, kaya, manis”.
Pinta Fadli suatu hari.
"Eh Fadli, kalo saya dapet akhwat sesempurna itu, mending untuk saya. Bukan untuk ente. Karena cari kayak gitu ibarat nunggu bidadari yang jatuh dari langit. gak akan dapet". Kata temannya yang biasa dipanggil Aziz. Suara dari seberang telepon itu sedikit menyolot. Aziz menyayangkan sikap Fadli dalam mencari pasangan hidup yang penuh kriteria.
"kalo pun ada, kemungkinan seribu satu. Toh meski tetep mau nyari, mending mati aja dulu. Baru nanti kalo memang taqdirnya masuk syurga, otomatis ketemu sama bidadari. Sekarang mah mana mungkin dapet akhwat sesempurna itu." Lanjut Aziz. Fadli hanya cengengesan. Namun dalam hatinya tumbuh rasa ragu. Apa iya akhwat seperti itu langka ditemukan.

Friday, 16 December 2016

Pilihan Takdir Itu Telah Berbuah 2

Fadli kembali membujang seperti 3 bulan yang lalu. Hidup yang ia rasakan begitu sempit. Menghimpit dirinya setiap jengkal menit yang ia lalui. Dan ia menarik diri dari pergaulan sosial, khususnya kepada teman-teman sekelas dulu. Mungkin berjuta-juta rasa malu sudah menghantui dirinya.
Ia tidak mau teman-temannya tahu kalau dirinya telah bercerai. Kehidupannya semakin memburuk. Bahkan sampai mengganggu pekerjaannya, hingga ia terpaksa dipecat karena terbebani dengan masalah cerai.

Thursday, 15 December 2016

Pilihan Takdir Itu Telah Berbuah I

Matahari seakan enggan muncul kepermukaan. Mendung masih saja betah menggantung di awan. Menahan terpaan sinar matahari yang membasahi bumi. Angin cukup kencang bertiup dipagi hari. Meniup berhelai rambut seorang yang duduk termenung menatap nasib. Fadli memandang bisu hamparan kebun dihadapannya. Tenggelam bersama masa lalu yang saat itu baru ia sesali.
“Kenapa, kenapa dan kenapa?”
Serunya dalam hati.
Kini ia hidup seperti dipengasingan. Sebuah rumah yang cukup sederhana di pinggiran kota, mungkin itulah sebagai tempat pilihan terakhir memulai hidup baru untuk menutupi semua aibnya di masa lalu.

Wednesday, 14 December 2016

Gadis Kecil Dan Syukur Yang Besar (Tamat)

“Bapak, ibu kumat!” Lisa terus membangunkan sang bapak. Ibunya tidak berhenti bergumam, Terkadang menjerit. Jeritannya seolah tak ingin kalah dengan petir. Bola matanya tak beraturan memandang sekitar. Terasa gagal Lisa membangunkan bapaknya, ia berusaha mendiamkan ibunya. Lisa duduk disampingnya.
“Tidur buk, udah malem!” dikuceknya mata Lisa. Ia sepertinya tidur hampir pulas. Namun terbangun gara-gara suara ibu. Tangan Lisa memegangi badan ibunya itu.

Monday, 12 December 2016

Gadis Kecil Dan Syukur Yang Besar 3

Malam sebentar lagi tiba. Dan jalanan saat itu telah lengang. Pematangan sawah disudut jalan sudah hampir tak terlihat. Usaha Lisa mengajak ibunya pulang tak membuahkan hasil. Namun Lisa tidak pantang menyerah, walaupun setiap tangan yang mendarat ditubuh ibunya dihempaskan begitu saja. Lisa terus mengikuti ibunya. Minimal ada yang menjaganya meski malam segera tiba.
“Lisaaaa.....” sebuah teriakan memanggilnya dari arah belakang. Dilihatnya sumber suara itu. Ternyata bapaknya. Ia berlari kecil mengejar Lisa yang membuntuti ibunya.  Lisa sedikit tenang. Ia bersyukur ayahnya menyusul dan membantu untuk menahan ibunya.

Gadis Kecil Dan Syukur Yang Besar 2

“Pak, obat untuk ibu beberapa hari lagi mau abis, nanti beli lagi ya”. Lisa memegang beberapa lempengan obat kapsul yang akan diberi ke ibunya. Itulah satu-satunya obat yang dapat menenangkan ibunya jika kambuh.
Pagi dan siang minum dua kapsul, dan pada malam hari minum 3 kapsul. Jika kumat, Lisa menambah takaran obatnya.
Tidak ada yang diinginkan Lisa kecuali hanya satu permintaan saja. Yaitu agar ibunya diberi kesembuhan. Ia ingin agar ibunya memasak untuknya. Karena anak-anak yang lain juga seperti itu. Memasak untuk anaknya.

Saturday, 10 December 2016

Gadis Kecil Dan Syukur Yang Besar

Matahari mulai merangkak muncul. Aktifitas seluruh manusia pagi itu mulai berjalan. Setetes embun segar terjatuh dari daun yang menampungnya. Tampak dari kejauhan, sesosok gadis keluar dari pintu belakang mengangkat ember kejemuran. Gadis kecil ini pagi-pagi sekali sudah beraktifitas layaknya ibu-ibu rumah tangga. Terkadang ia elap wajahnya yang terciprat air dari pakaian yang basah. Seakan tak ada kelelahan dari cerminan mukanya. Bisa dibilang muka semangat dalam memulai hari. Seumurnya terlalu kecil untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan itu.

Friday, 9 December 2016

Mungkin Ini Bagian Dari Kasih Sayang-Mu (The end)

Selang beberapa hari Ahmad membantu Mang Dadang yang bekerja di toko. ia membantu apa saja untuk sekedar meringankan beban orang tua.  Setiap pulang kerja, ia juga mengajar anak-anak TPA yang tak jauh dari rumah. Ia ditemani dengan salah seorang temannya. 
Fahim namanya. Ia seorang perantauan. Saat itu ia hanya bekerja dan mengajar anak TPA. Ahmad pun banyak menumpahkan berbagai curhatan kepada Fahim. Jika terasa suntuk di rumah, terkadang si Ahmad bermain ditempat Fahim, yang tinggalnya di sebuah mushalla kecil.

Wednesday, 7 December 2016

Mungkin Ini Bagian Dari Kasih Sayang-Mu 3

“Kenapa....ba..pak bisa..gini?” suara Ahmad tertahan ditenggorokan. Tak sempurna mengeluarkan semua kalimat dari mulutnya. Ia tersekat atas pemandangan yang serasa tak mungkin ia alami. Namun, lagi-lagi ini adalah kenyataan. 

Polisi datang dan memberi tahu Ahmad dan pak Ram, bahwa bapaknya terjerat kasus dugaan Terorisme. Dia diciduk saat setelah lebaran idhul adha. Ya, waktu itu Ahmad sedang dalam tugas pesantren. Menikmati lebaran idhul adha di kampung orang. 

Namun ada beberapa malam disaat tugas, ia memiliki perasaan yang aneh. Ada kehampaan marasuk jiwanya. Entah ini sebagai naluri seorang anak ke bapaknya atau sekedar perasaan yang lewat. 
Tapi, perasaan itu terpecahkan saat si Ahmad disuruh pulang kampung, dan benar-benar perasaan tidak enak itu terbukti.

Tuesday, 6 December 2016

Mungkin Ini Bagian Dari Kasih Sayang-Mu 2

Setelah shalat ashar, Ahmad dipanggil oleh pak Tomo yang tidak lain adalah pamannya. Dia lah yang menyuruhnya untuk pulang.

“Sudah tahu kan kabarnya, Ahmad?”. Tanya pak Tomo dengan duduk santai bersilah di lantai dalam masjid. Raut wajahnya seakan memiliki jawaban yang memutus benar merah pada Ahmad atas peristiwa yang sebenarnya terjadi. 
“Memang kenapa pak, saya gak tahu masalah ini, apa sebabnya saya disuruh pulang?” Ahmad senyum getir. Ia terus diselubungi pertanyaan yang sepertinya sedikit mulai terbuka tabir rahasia itu.

Monday, 5 December 2016

Mungkin Ini Bagian Dari Kasih Sayang-Mu



“Kebetulan kalo kamu ada disitu. Besok kamu pulang ya, ada urusan dirumah”.
Tanda tanya menggunung dipikiran Ahmad. Sebuah informasi penting dan sangat singkat datang dari pamannya melalui pesan singkat SMS. Padahal jarang sekali sang paman mengontak dirinya. Bahkan hampir tidak pernah. 

Saat itu Ahmad baru sehari main di Depok, dimana temannya berada. Ia memasuki 3 bulan tugas dari pesantren. Memang sudah menjadi peraturan bagi pesantren yang tidak bisa diganggu gugat. Yaitu usai lulus Aliyah para alumni wajib tugas setahun. Tempatnya dipilih oleh salah seorang ustadz yang diamanahkan sebagai penentuan tempat. Saat itu Ahmad ditugaskan di Jakarta. Tepatnya Lebak Bulus.

Thursday, 1 December 2016

Jauh Akhlak Dari Manhaj


Hidup tentu perlu arahan dan tujuan. Tidak sekedar menjalani rutinitas keseharian tanpa adanya tuntunan. Maka seseorang yang baik akan butuh yang namanya manhaj. Apa itu manhaj? Secara bahasa manhaj artinya jelas dan terang. Berarti orang yang sudah memiliki manhaj, dia akan berjalan dengan jelas dan terang. Adapun arti manhaj secara syar’i adalah sebagaimana dikutip dari pustakasunnah.wordpress, menyadur dari kitab Al-Ajwibah al-Mufiidah ‘an As-ilati Manaahij Jadiidah, bahwa  manhaj adalah jalan hidup yang lurus dan terang dalam beragama menurut pemahaman para Shahabat.

Wednesday, 30 November 2016

Pahit Manis Menjelang Aksi Damai 212



Semenjak GNPF (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa) mengumumkan bahwa ada aksi damai jilid III melalui jumpa pers, kabar itu langsung tersebar cepat memanggil muslimin untuk tergerak mengikuti dan meramaikan aksi itu. Dari aceh sudah dalam perjalanan. Dari solo sudah sampai di Jakarta. Dari Bandung akan menyewa puluhan, mungkin ratusan bis menuju jakarta. Dari Ciamis siap memesan bis. Tapi sat itu terhalang izin dari pemilik bis sehingga tidak bisa mengantar ke Jakarta.
Akhirnya dari Ciamis memutuskan berjalan kaki. Jarak antara Ciamis - Jakarta tidak dekat. Tapi karena tekad bulat memenuhi palnggilan hati, umat Islam Ciamis berangkat. Tidak sedikit peserta pejalan kaki ini yang usia nya dewasa. Ada dari beberapa rombongan mereka santri-santri dari sebuah pesantren. Tapi mereka tetap semangat menempuh jarak yang tidak pernah mereka lakukan sebelumnya.

Mungkinkah Ini Sebuah Jawaban Dari-Nya?



Kebakaran hebat yang terjadi di Israel merupakan kejadian alam diluar perkiraan manusia. Disinyalir setelah menetapkan UU pelarangan adzan oleh Israel dengan dalih suaranya mengganggu, 4 hari setelah itu kebakaran terjadi. Mungkin omongan ketua Hamas, Khalid misy’al seakan menjadi do’a. Dia mengatakan kepada media lokal tentang pelarangan adzan di Al-Quds itu seperti bermain api. Benar saja, api pun membakar Israel.

Penyebab munculnya api diduga dari sebuah puntung rokok yang dibuang oleh salah seorang ditempat cairan yang mudah terbakar, sebagaimana yang dilansir oleh Republika online, Tapi penyebab semacam itu sekedar dugaan belaka. Apapun penyebabnya, kobaran api yang melalap daerah Israel terus berkobar hingga hari keenam.

Tuesday, 29 November 2016

Mencari Semangat Yang Hilang


Semangat apapun itu, dibaliknya tersimpan sebuah tekad. Tanpa tekad mustahil semangat terbentuk. Tanpa semangat mustahil seseorang tergerak untuk berubah kesuatu yang lebih baik. Semangat sering susah dijaga dari pada didapatkan. Sampai ada yang mengatakan, “semangat kotoran ayam”. Maksudnya semangat diawal saja. Seterusnya melempem seperti kerupuk.

Monday, 28 November 2016

Menanam Bibit Kebaikan



Banyak diantara kita yang ingin sekali bila keluarga, teman, saudara dan kerabat menjadi manusia yang kita pandang baik. Berangan-angan  indahnya bila orang-orang terdekat berperilaku baik sebagaimana kehendak kita. Namun terkadang realitanya tak seindah apa yang kita bayangkan.

Sangat jauh dari apa yang diharapkan.Hingga perlu adanya penglurusan dengan berbagai cara supaya berubah. Salah satunya dengan nasehat. Ada yang sabar dan istiqomah dalam menasehati mereka, adapula yang baru sebentar menasehati, merasa tidak membuahkan hasil. Usaha yang dilakukan seakan sia-sia.

Friday, 25 November 2016

Sekedar Aktifitas Harian?


Tulisan saya kali ini mengenai tantangan odop ke minggu entah sudah keberapa, lupa, hehehe. Tantangannya bertema aktifitas sehari-hari, kalau tidak salah. Semoga aja benar. Kalau seumuran saya aktifitas sehari-hari ya pasti sudah sibuk kerja. Berangkat pagi pulang sore. Rata-rata gitu, mungkin. Keseharian saya adalah Input data keluar, masuk dan terjualnya buku. Juga selalu ready menerima pembeli via phone dan mengecek buku-buku di agen. Setiap hari itu saja aktifitas saya.

Wednesday, 23 November 2016

Menjaganya Tak semudah Mendapatkan


Salah seorang prajurit muslim terluka parah pada perang badar. Banyak luka dalam tubuhnya. Tak lama setelah itu dia mengambil pedang, lalu ditusukkan pada jantungnya. Ia bunuh diri.

Padahal sebelumnya dia berperang bersama pasukan kaum muslimin di garda depan. Terlihat gagah saat menghancurkan pasukan kafir quraisy. Namun tidak ada yang mengira pada akhirnya dia  mati menggunakan tangannya sendiri.
Dari potongan kisah diatas memberi gambaran kepada kita bahwa tidak ada yang tahu akan nasib kita. Seperti apa kondisi kita saat mati. Hal itu sangat terkait dengan hidayah. Petunjuk yang Allah berikan kepada para hambanya.

Antara Rumah Laba-Laba Dan Rumah Lebah


Disebutkan dalam penelitian ternyata benang laba-laba merupakan benang yang kuat. 6 kali lebih kuat saat ada ranting jatuh dan terhembus angin yang kencang. Bahkan Para ilmuwan Massachusetts Institute of Technology di Boston meneliti kekuatan benang laba-laba 5 kali lebih kuat dari pada benang baja. Secara fisikal rumahnya begitu kuat dan kokoh. Tapi perhatikanlah bagaimana laba-laba menjalani hidupnya.
Saat laba-laba jantan selesai kawin dengan laba-laba betina, maka terjadi kanibalisme seksual. Laba-laba betina akan memangsa laba-laba jantan. Salah satu ilmuan mengatakan itu dilakukan untuk kebaikan anaknya nanti.

Rumahnya yang merupakan sarang tanpa atap untuk menghindari dari terpaan hujan dan angin, ia juga menjadi jebakan jika ada mangsa yang tersangkut pada sarangnya.

Tuesday, 22 November 2016

Hikmah Lupa


Tidak ada manusia yang tidak pernah lupa. Lupa seolah menjadi tabiat manusia yang melekat. Bahkan unsur manusia terdiri dari dua sifat yang tidak pernah dapat dihindari. Yaitu salah dan lupa. Namun tidaklah Allah memberi kekurangan, melainkan ada sisi kebaikan didalamnya. Lupa yang disatu sisi menjadi penyakit, ternyata disisi yang lain ia menjadi kebaikan tersendiri bagi manusia.

Kita terkadang mendatangi dan bahkan memandikan mayat saudara/tetangga. Lalu mengurusnya hingga selesai pemakaman. Selang beberapa hari kita sudah lupa dengan peristiwa kematian. Malah

Monday, 21 November 2016

Penjual Tas Di Emperan Jalan


Suatu kali saya bersama seorang teman berbelanja buku di pasar Senen. Pulangnya kami menggunakan bus jurusan Pasar Rebo. Saat hendak melewati lampu merah, tepatnya sebelum stasiun Senen, dari kaca bis teman saya menunjuk ke suatu objek di pinggir jalan. Ternyata ada seorang ibu yang sedang berjualan tas emperan jalan. Dari segi penampilannya sedikit lusuh dan tidak meyakinkan untuk orang yang ekonominya normal. Terlihat tidak banyak barang yang dijual. Lapaknya pun hanya menggelar sebuah tikar kurang lebih seluas 2 X 2 meter.
Teman saya mengatakan bahwa ternyata ibu itu berjualan hanya karena nganggur di rumah. Suaminya kerja di konveksi pribadi. Dari pada tidak ada pekerjaan, katanya dia berinisiatif untuk memasarkan tas karya suaminya. Teman saya sebelumnya pernah berbincang-bincang dengannya saat sedang menunggu bis beberapa minggu lalu.

Thursday, 17 November 2016

Jejak Langkah Penuh Kisah


Sebenarnya tidak ada yang istimewa dari autobiografi saya. Kisah perjalanan hidup saya tidak jauh beda sama manusia lainnya. Kalau mau diambil sisi menariknya pun sepertinya tidak ada. Bahkan mungkin bisa dibilang kisah perjalanan yang absurd. Garing. Tapi, sudahlah, itu mungkin basa basi dari saya.  he

Saya lahir disebuah daerah yang terkenal sampai hari ini dengan keburukannya. Yaitu Lampung. Orang sudah paham, disebut lampung pasti ngarahnya ke begal. Dikira Lampung isinya cuma begal saja. Padahal banyak orang-orang baik dan tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Menurut saya, begal adalah sebuah kerjaan dari oknum-oknum yang malas kerja dan kalau sekali kerja pengen hasilnya besar.
Pelakunya mayoritas bersuku Lampung. Begal itu seolah sudah seperti mata pencaharian bagi mereka.

Terhanyut dalam Duka


Luqman duduk mematung diatas kursi. Pandangannya kosong kedepan. Tak lama air matanya meleleh. Hatinya merasa terenyuh shubuh itu. Ia mendapatkan kabar dari kampung, bahwa sang paman telah meninggal jam 2 dini hari. Badan Luqman seolah lumpuh sejenak. Hampir saja hp yang ada digenggamannya terlepas. Dari semalaman memang mode internet luqman lupa matikan. Pada saat bangun banyak pemberitahuan, khususnya dari jejaring sosial. Padahal shubuh itu ia iseng-iseng membuka HPnya. Tak disangka, sepupunya menshare sebuah status kabar duka dari kampung Luqman.
“Innalillahi wainnailahi rojiun”, bibir Luqman bergetar, dadanya dipenuhi sesak kesedihan.

Islam Bukan Seperti Demokrasi


Hari ini banyak orang mengira bahwa pemahaman yang benar adalah jika banyak pengikutnya. Merasa dengan jumlah yang besar seakan kebenaran berpihak pada yang banyak. Akibatnya, manusia yang beda pemahaman dengan kebanyakan orang akan mudah dilabeli sesat dan melenceng. Padahal kalau mau belajar lebih dalam, bisa jadi ajaran yang dirasa asing itu ada tuntunannya. Justru terkadang ajaran yang banyak dilakukan masyarakat hari ini memiliki landasan yang lemah.  Cuma kebiasaan sebagian masyarakat kita langsung menuduh tanpa ditanya dulu, adakah tuntunannya.

Tuesday, 15 November 2016

Hilangnya Saldo Direkening Amal


Bagaimana rasanya jika kita memiliki tabungan dalam rekening dan yang kita tahu bahwa isinya 10 juta. Namun ternyata setelah dicek rekening itu kosong. Hanya menunjukkan nominal 0. Tentu alangkah kagetnya dengan peristiwa tersebut. Uang yang mungkin telah dikumpulkan berbulan-bulan, bahkan tahunan, bisa hilang tak tersisa.

Monday, 14 November 2016

Iblis Berkhutbah


Tidak ada manusia yang lepas dari godaan syetan. Semua godaan itu bermuara dari satu sumber, yaitu Iblis laknatullah alaihi. Saat Iblis diusir dari syurga, dia berjanji akan menggoda bani adam dengan mengerahkan seluruh kekuatannya. Dia mengerahkan bala tentaranya untuk mengoda dari arah kanan, kiri, belakang dan depan.
“Iblis menjawab: ‘Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan men-dapati kebanyakan mereka bersyukur (ta’at).'” (QS. Al A’raf : 16-17).

Saturday, 12 November 2016

Hidupmu Berbeda Denganku


Kisah hidupmu sangat jauh apa yang kurasakan. Ya. Kita memang sama-sama seumuran. Dunia kita masih dunia bermain. Tapi duniaku dan duniamu seakan tersekat sesuatu. Sebuah peristiwa yang menjadikan antara diriku dan dirimu berbeda.

Mungkin engkau gembira saat dibelikan banyak mainan dan sedih bila apa yang kau harapkan tidak terpenuhi. Bagiku, itu adalah lagu lama. Aku baru merasakan sedih ketika orang tuaku tidak kembali. Karena orang tuaku tidak jauh beda dengan masyarakat muslim lainnya. Nyawanya menjadi incaran oleh manusia yang nuraninya telah mati. Mereka tidak membiarkan orangtuaku hidup. Teman-temanku sudah banyak menjadi yatim piatu.

Thursday, 10 November 2016

Rahasia Dibalik Gerakan Sujud



Sujud adalah tanda ketundukan seseorang. Gerakan itu melambangkan kepasrahan dan kepatuhan. Gerakan sujud yang murni hanya untuk Allah, merupakan gerakan yang  terpuji. Mungkin kita tahu bagaimana awal pertama kali diciptakannya Nabi Adam. Setelah penciptaan-Nya selesai, Allah perintahkan penduduk langit untuk sujud. Perintah ini bukan berarti tunduk dan berserah diri kepada yang disujudkan. Tapi karena sebuah perintah Allah.
“Dia tidak ditanya apa yang dikerjakan tetapi kitalah yang ditanya.” Selalu ada hikmah dibalik perintah-Nya.

Wednesday, 9 November 2016

Hati-Hati Dengan Perasaan

“Kecil dimanja,  muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk syurga”

Kalimat diatas sudah tidak asing ditelinga kita. Ketika kecilpun perkataan itu sering saya dengar. Kalau memang ada manusia mengalami seperti itu, alangkah beruntungnya nasib orang itu. Hidup didunia selalu bahagia, dan kebahagiaan itu bisa berlanjut hingga berpindah alam. Bisa ditebak zaman sekarang siapa yang tidak mau seperti hal diatas.  Tapi sayangnya hanya sebuah ungkapan yang sangat jauh dari realita. Biasanya ungkapan-ungkapan hal semisalnya muncul dari perasaan-perasaan yang terlintas. Sebuah angan-angan kosong yang tak jelas juntrungnya. 

Tuesday, 8 November 2016

Kita Akan Menjadi Bagian dari Sejarah



Sejarah merupakan masa lalu manusia yang hidup sebelum kita. Setiap zaman tentu ada pelajaran yang dapat ditarik hikmahnya. Dan kita tidak akan menemukan mutiara hikmah yang berharga dari orang terdahulu bila tidak mempelajarinya. Banyak manusia dulu yang tidak sadar bahwa mereka sejatinya akan menjadi kumpulan dari pada sejarah itu. Mungkin karena merasa hidupnya akan kekal didunia, hingga lupa bahwa hakikatnya didunia hanya mampir sejenak, mengumpulkan bekal, lalu pergi.

            Kitapun nantinya akan mengisi bagian dari sejarah tersebut. Tahun, bulan dan hari akan tercatat pada lembaran sejarah. Meski tidak banyak diketauhi orang, tapi sejarah tidak hanya untuk orang yang terkenal. Waktu akan terus menggeser kita menuju masa depan yang tidak tahu dimana akhirnya berlabuh. Setiap manusia hanya berusaha yang dikira baik dimatanya. Ada yang dituntun dengan cahaya ilmu, dan hanya praduga belaka. Nasab baik atau buruk ditentukan dari siapa yang menuntunnya.

Sunday, 6 November 2016

Dibalik Aksi Damai Ada Keindahan Akhlak

https://i1.wp.com/static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/ribuan-orang-memadati-kawasan-bundaran-air-mancur-bank-indonesia-_161104163548-572.jpg
Aksi damai yang terjadi pada tanggal 4/11 menjadi viral diberbagai media. Ada media yang benar-benar netral, memberitakan sesuai apa yang terjadi di tempat aksi. Namun ada pula yang sengaja memberitakan miring disaat aksi terjadi.
Mereka ingin mengisukan kalau para pendemo melakukan aksi anarkisme terhadap para polisi dan tentara. Citra buruk telah disebar luas kepenjuru sosmed.

Saturday, 5 November 2016

Manfaat Dzikir dan Istighfar



Dzikir bagi orang mukmin ibarat hubungan ikan dan air. Tanpa air ikan akan mati. Begitu juga orang mukmin. Mereka tidak bisa dipisah dengan dzikir. Dzikir merupakan refleksi hati dari selalu mengingat-Nya dimana saja dan kapan saja.


Dengan dzikir hati akan tenang. Semua masalah menjadi terasa kecil. Karena yang diingatnya adalah Allah yang maha Besar.
Allah berfirman:
الَّذِينَ    ءَامَنُوا۟    وَتَطْمَئِنُّ    قُلُوبُهُم    بِذِكْرِ    اللَّـهِ    ۗ    أَلَا    بِذِكْرِ    اللَّـهِ    تَطْمَئِنُّ    الْقُلُوبُ

Artinya: “orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. 13;28)

Aksi Damai Penuh Hikmah


Apa yang anda lihat dari gambar diatas?
Jika ada berkumpulnya manusia seperti itu, mungkin biasa kita anggap demo. Demo para buruh untuk menaikkan gaji, pelengseran presiden dan lain sebagainya, demi menuntut keadilan.
Bila hanya demo-demo yang melatarbelakangi tuntutan dunia, tentu tidak akan sepenuh sebagaimana gambar diatas. Tapi karena ini adalah demo demi menuntut satu orang yang telah menistakan agama, maka panggilan bukan dari dalam kota saja. Tapi satu Indonesia terpanggil. Karena Al-Qur’an bukan milik satu suku dan daerah. Bukan pula punya satu negara. Namun Al-Qur’an adalah punya umat Islam. Sangat tidak mustahil ratusan, bahkan jutaan umat Islam terpanggil demi menuntut sang penista Agama.

Wednesday, 2 November 2016

Mengukur Diri Menilai Manusia


Adalah sebuah fitrah bila manusia menilai sesuatu pada apa yang terlihat. Kita bisa menilai seseorang buruk atau baiknya, suka berbuat maksiat atau rajin menunaikan ibadah dari dzahirnya. Tapi tak satupun manusia yang dapat menilai seseorang apa yang ada dalam hati. Lalu bagaimana kita bisa menilainya?

Sebenarnya tidak ada tuntutan seorang muslim untuk mengetahui kwalitas seseorang. Sebab jika pekerjaannya selalu menilai orang yang ada disekitarnya, ia semakin sibuk terhadap orang lain yang akibatnya lupa pada diri sendiri dan lupa meningkatkan kwalitas dihadapan-Nya. Tapi dalam beberapa kasus, tidak mengapa kita menilai apa yang dilakukan manusia untuk kesemangatan beribadah. 

Unsur Yang Mungkin Tak Disadari Dalam Menulis


Dunia literatur hari ini semakin berkembang. Dengan banyaknya penerbit baru, baik mayor maupun Self Publishing, mau tidak mau mereka butuh naskah dari para penulis. Sampai saat ini buku dengan berbagai macam gendernya terus bermunculan. Ada religi, budaya, novel, adat, masakan, travel dan masih banyak lagi. Ada beberapa penerbit yang tidak mudah menerima naskah. Sangat ketat dalam penyeleksian naskah yang masuk.  Meski penerbit hari ini banyak yang bersaing, tapi menjaga kwalitas konten buku selalu menjadi prioritas.

Sebenarnya dunia literatur ini disadari atau tidak telah memunculkan banyak penulis baru. Disisi lain juga ada peran writterpreuner yang gencar memompa semangat peserta didiknya. Maka penulis sekarang tidak hanya orang yang fokus dalam dunia penulisan saja. Bahkan menulis menjadi pekerjaan disamping ada pekerjaan pokok yang harus ditunaikan. Maka lahirlah Penulis berlatar belakang seorang ibu rumah tangga, mahasiswa/pelajar dokter, karyawan pabrik, Hingga penulis berlatar belakang guru dan dosen.

Tuesday, 1 November 2016

Saya Menyesal Menulis


Menulis itu susah. Harus disiplin, membagi ruang waktu setiap hari. Menulis itu harus terus memikirkan ide, gagasan dan memikirkan kerangka tulisan yang dibuat. Dan menulis itu dituntut banyak baca buku dan keadaan sekitar.  Agar menambah kosakata baru dan menemukan ide untuk tulisan.

Istiqomah menulis itu berat. Ada saja godaan yang datang mengalahkan keinginan untuk terus menulis. Apalagi kalau tulisannya jelek, tidak enak dibaca, tidak paham apa maksud dari tulisan yang dibuat, bagi penulis amatir jadi makin mundur untuk jadi penulis.

Monday, 31 October 2016

Nilai Aib Dimata Seorang Muslim


         
   Betapa banyak karunia Allah yang diberikan kepada kita. Hingga detik ini pun Dia tidak henti-hentinya menurunkan limpahan karunia tersebut. Salah satu yang tidak kita sadari adalah tertutupnya aib pada diri kita. Karena tidak ada manusia yang hidup didunia ini melainkan terdapat pada dirinya aib. Kata aib menurut bahasa artinya cacat dan kekurangan. Sebagaimana sebagian ulama mahdzab Hanafi menyebutkan aib dengan pengertian,

مَا يَخْلُو عَنْهُ أَصْل الْفِطْرَةِ السَّلِيمَةِ مِمَّا يُعَدُّ بِهِ نَاقِصًا
“Suatu bagian yang tidak ada dari asal penciptaannya, dan itu disebut sebagai bentuk kekurangan”.

Thursday, 27 October 2016

Kemi, Sebuah Korban dari Kebebasan Yang tersesat


Diantara sederetan novel yang pernah saya baca, maka novel yang berjudul “Kemi” ini benar-benar tidak biasa. Artinya tidak hanya mengenai alur ceritanya yang bagus. Tapi juga berisi ilmu-ilmu logika untuk mengcounter  balik pemahaman sesat. Yaitu Islam liberal. 

Penulis dari buku ini, DR. Adian Husaini, telah mendalami bertahun-tahun mengenai aktifitas liberalisme di Indonesia, baik dari ilmu apa saja yang dipakai oleh mereka, maupun bagaimana mereka memutar balikkan ayat Qur’an dan hadist untuk mendukung pemikiran mereka.

Diceritakan dalam novel ada seorang yang bernama Kemi, anak pesantren yang cerdas dan pintar. Pendidikan dipesantren telah mewarnai dalam segi kehidupannya. Kepala pesantren Minhajul Abidin Jawa Timur, Kyai Rois, melihat potensi muridnya itu telah muncul. Makanya dia berharap Kemi setelah lulus nanti bisa membantu untuk mengajar. Namun harapan itu kandas saat seorang aktifis Liberal bernama Farsan, membujuk rayu dengan imingan beasiswa kuliah di Jakarta.  Bahkan saat kepergian Kemi dari pesantrenpun meninggalkan kesan yang sangat ganjal. Khususnya bagi Kyai Rois dan Rahmat, teman rival yang jauh lebih pintar dan cerdas dari Kemi dipesantren.