Monday, 16 November 2015

Pray To Paris?

Pertengahan november 2015 adalah hangat-hangatnya berita mengenai perancis. Musibah manusia yang dituduhkan kepada ISIS ini memakan korban kurang lebih 175 tewas dan 300 orang luka-luka.  Entah benar tidaknya tuduhan itu, karena berangkat dari paspor yang dibawa oleh sang teroris yang berasal dari suriah. Namun paspor itu ternyata palsu. Tapi layaknya api yang membakar ladang rumput yang kering.
 Cepat sekali tersebar api-api itu dengan sangat cepat, tanpa ada minyak tanah atau bensin. Berita itu tersebar luas hingga pelosok dunia. Semua pada berduka cita dengan musibah yang dialami oleh Paris.


Tak terkecuali hingga ketelinga kaum muslimin.  mereka dengan sangat peduli, sampai-sampai foto profil hingga status medsos dirubah menjadi #pray for Paris. Lalu, apa yang salah dari sini?

Inilah perbedaan musibah yang dialami mereka/Paris dengan musibah yang kita alami sebagai kaum muslimin. Sedikit mereka terluka, langsung gempar. Dunia sibuk, kasak kusuk sana sini, berita selalu hangat khususnya media cetak terlebih elektronik, dalam rangka ramai demi mendoakan Paris. Namun, sudah seringkah kita mendengar musibah yang dialami kaum muslimin?  Suriah, Palestina, Burma, Iraq, Nyanmar, dll.? Kemana doa untuk mereka semua? Apa kita tidak tahu jika mereka mengalami musibah seperti  di Paris? bahkan lebih kejam. Kok berita tidak menayangkan tentang musibah kaum muslimin yang ada di Suriah, Burma, Iraq dll? 

Itulah media. Media hari ini telah dikuasai oleh orang-orang sekuler. Sama sekali tidak ada ruang untuk berita kemanusiaan mengenai Suriah, Iraq, Burma, Nyanmar, dll. Kenapa seperti itu? hanya satu jawabannya, Karena mereka muslim. Itu saja.

"Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji" (Al-Buruj: 8)


Dan ini sekaligus ujian kaum muslimin akhir zaman. Diuji akan iman mereka menyaksikan dunia membenci, menghina, dan ingin meniadakan muslim dimanapun berada. Memang itu fakta. Segala ketidak adilan muncul. Salah satunya tragedi Paris. Mana ketidak adilannya? Semua orang, baik kafir apalagi muslim mendoakan dengan serempak, empati, turut berduka cita, memenuhi sikap seakan loyal terhadap mereka.

Perbandingan dengan musibah kaum muslimin
Jika ingin banding-bandingkan musibah muslim dengan apa yang dialami  di Paris, maka pasti sakit mereka itu ibarat teriris pisau. Masih jauh dengan kaum muslimin yang disiksa, di bakar, ditembak, diperkosa, lalu dibunuh. Apakah musibah di Paris itu seimbang, bahkan mengalahkan duka kaum muslimin terhadap musibah Paris? Apakah dunia hari ini berkabung, karena Paris sedang ada musibah? Iya, memang benar, saat ini dunia lagi berkabung atas msuibah Paris. Paris justru seperti itu mereka terlihat lebay. 

Mereka itu adalah negara yang ikut andil dalam menyerang kaum muslimin. Menjadi sekutu untuk menyerang saudara kita. Kemudian ketika mereka mendapat musibah, mereka berteriak, minta duka cita kepada orang-orang sedunia. Padahal disisi lain mereka sendiri menghancurkan kehidupan orang-orang muslim. Membantu sekutu untuk membunuh rakyat tak bersalah, membunuh bayi yang saat dalam masa pertumbuhannya. Membunuh wanta gadis muslimah yang berusaha menjaga kehormatannya, dan membunuh manusia-manusia tak berdaya, bahkan memegang senjata pun tidak kuat. Apakah orang muslim tidak sadar yang mengucapkan pray to Paris, adalah sama saja setuju akan perbuatan mereka semasa silam?


Paris dan masa kelam
 Masa kelam paris harus kita ketahui. Kenapa? Dari sini kita bisa lihat, bahwa apa yang kaum muslimin hari iniyang berduka cita atas musibah mereka, harus berpikir panjang. Bkan kita tidak iba dan kasihan melihat mereka. Memang sifat manusiawi kita akan mncul. Tapi, adanya musibah itu jangan kemudian melipakan segalanya. Melupakan musibah yang sampai hari ini terus ditimpakan kepada masyarakat suriah, iraq, yang salah satu penyerang mereka ya paris itu sendiri. Berikut kekejaman paris saat mereka menjajah al jazair bisa dilihat gambar dibawah.



Itulah ulah jika mereka mereka menguasai negara. Mereka membantai kaum muslimin hingga membunuh para ulama-ulama Islam. Patut kita tetap berduka cita kepada mereka saat ini? Bisa dipikir kembali. Namun hikmah adanya tragedi ini, justru makin membuat semua berita tentang penyiksaaan, pembunuhan yang dialami kau muslimin diberbagai negara menjadi terangkat. dari yang tidak tahu menjadi tahu. 
Inilah saat prang-orang perancis menjajah al jazair. Mereka membunuh kaum muslimin, memenggal kepalanya dan merobek kehormatan muslimah

Dari yang sama sekali tidak tahu urusan kaum muslimin yang ditindas dan bersih dari berita, mereka menjadi tahu, bahwa selama ini berita elektronik sama sekali tidak menyiarkannya. inilah salah satu hikmahnya.


 Semoga Allah memberikan ketebalan sabar untuk kaum muslimin yang tertindas di berbagai Negara, dan diberikan kematian yang baik bagi mereka. aminnn....

No comments:

Post a Comment