Wednesday, 11 November 2015

Artis disisi-Nya


Membaca, menghafal, dan memahami naskah, ikut segala perintah produser, adalah sekelumit dari dunia selebritis. Dari pekerjaan itu, manusia yang kemudian muncul dilayar lebar dan terus muncul, maka akan banyak orang menyebut sebagai artis.

Terlepas dari kekurangan bagaimana pengaruh pendidikan dari aksi mereka yang muncul di televisi, ada sesuatu yang perlu digaris bawahi. Bahwa orang-orang ini taat dan loyal terhadap produser mereka. Bahkan rela membaca, menghafal dan memahami teks, baik itu naskah yang berisi kebaikan, atau bahkan naskah yang kontradiksi dengan hatinya. bisa dibilang ditelan mentah-mentah.


Nah, alangkah indahnya kalau hal diatas kita “Copywritting” menjadi sesuatu yang mulia. 
Kita diberi kitab yang agung, Al-Qur’an. Sebagai panduan hidup dalam meniti perjalanan panjang. Jika saja apa yang dilakukan artis-artis itu terhadap naskah mereka, sebagaimana kita memperlakukan Al-Qur’an, mulialah diri kita. 

Jadilah hidup kita penuh dengan membaca, memahami, bahkan menghafal naskah demi naskah dari lembaran Qur’an. Al-Qur’an bilang putih, kita bilang putih. Al Qu'ran bilang hitam, kita pun bilang hitam. Sejalan dengan pikiran naskah, dan tidak pernah berbenturan  akan keinginannya dari keinginan kita. 

So, Sudahkah kita sejalan dengan Al-Qur'an? atau bisakah meluangkan waktu sekedar membacanya setiap hari selembar? jika terlalu sibuk, tidak bisakah walaupun hanya seayat? jika tak pernah hanya alasan sibuk dan sibuk, tanyalah hati kita. Ada apa dengan hati kita.

"Orang yang hatinya bersih, tidak akan pernah bosan membaca Al-Qur'an". (Utsman bin Affan)


#KMO4D

No comments:

Post a Comment