Saturday, 26 September 2015

Masa Kelam Itu Tersingkap



Keindahan yang selalu tersimpan alamnya, masih saja menjadi hal yang dapat dirindukan. Tak ayal, dengan keindahan pulau Terong, dahulu sering didatangi kerajaan dan menjadi tempat wisata mereka. Terkadang diadakan acara-acara perlombaan untuk menyambut raja yang berwisata kepulau yang termasuk pada perbatasan kabupaten Karimun itu.

Namun dibalik keindahan yang disuguhkan melalui alamnya, ternyata menyimpan kegelapan yang sedikit orang menyadarinya. Memang tak dapat dipungkiri, daratan yang banyak dikuasai oleh hamparan laut itu sering diganggu dengan keberadaan makhluk ghaib yang sebenarnya haram campur tangan mereka kealam manusia.

Thursday, 24 September 2015

Masjid, Tangan Di Atas Tangan II (selesai)

cara memakmurkan masjid, kisah memakmuarkan masjid, bagaimana mengurus masjid
.................Kamipun sebagai pengajar dari anak-anak itu mengelus dada atas celaan yang terlontar dari mulut tua itu. Dan tak mengira ucapan buruk dilemparkan begitu saja tanpa berfikir. Bisa jadi ucapan itu mengubah mereka menjadi phobia kepada masjid. Takut kemasjid karena dimarahi.

Potongan berserak tadi kisah yang sengaja kami pungut sebagai tanda bukti nyata, yang kata sebagian jama’ah karena penyakit malaria tropika. Salah satu pengaruh penyakit itu tidak mampu membendung amarah ke siapa saja, baik itu tokoh, anak kecil dan orang baru. Tak mau ambil pusing akibat dari lubernya marah yang tumpah memenuhi perasaan yang membuncah. Dan itu salah satu faktor besar masjid yang indah tadi terciprat kotor dari sikap dan perasaan yang menurutnya tak pernah salah.

Tuesday, 22 September 2015

Masjid, Tangan Di Atas Tangan I

Masjid adalah rumah Allah. Diperintahkan manusia untuk memakmurkannya. Masjid akan baik jika struktur didalamnya baik. Terlihat indah, orangpun akan suka mendatanginya. Namun jika strukturnya buruk, hancur, terlihat awut awutan, jama’ahpun akan melihat sebelah mata dengan masjid tersebut. bisa jadi malah mengurangi semangat mereka untuk mendatanginya.

Pertama kali melihat masjid satu-satunya yang besar dan memanjang diseluruh kelurahan pulau Terong, begitu sejuk melihatnya. Diramaikan dinding-dinding diatasnya dengan ornamen kaligrafi bertuliskan ayat-ayat Allah. Kilatan pantulan cahaya keramik memenuhi lantai hingga tak memberi kesempatan sesenti pun tanpanya. Hanya bagian depan saja ditutupi dua karpet memanjang kesudut-sudut ruang.

Saturday, 19 September 2015

Tak Ada Kapoknya


Senja memperlihatkan kegagahan dengan sinar keemasannya. Memancarkan kesetiap sudut-sudut ruang. Keemasan itu semakin silau, tatkala musim penghujan belum masuk gilirannya. Silauan itu membuat siapa saja yang terbasuh dengannya. Termasuk remaja yang sempat mondar-mandir mengangkut kotak kertas dari pintu belakang menuju masjid.

Persiapan untuk mengadakan acara buka bersama, terhitung 3 jam dari waktu itu masih saja berlangsung hangat. Tangan-tangan berkekuatan muda mengiringi kesibukan yang terus berlanjut. Walaupun jalanan kearah masjid agak meninggi, tetap saja ditempuh seakan jalanan datar tanpa halang. Bebas tanpa hambatan. Begitu juga kosong perut dipenghujung hari tak mengurangi tenaga para panitia yang semuanya masih terbilang muda.

Wednesday, 16 September 2015

Mau, Di adu Ganti Di Akherat? II (Selesai)

“Kalo kalian tak dapat ijazah dan maksa minta dibuatkan karena sudah dikeluarkan dari madrasah, kalian harus bayar uang sebesar dua juta. Uang segitu tak seberapa dari pada ilmu yang udah didapet. Kalo dapet ijazah dengan bayar, manfaatnya cuma sebentar,   setelah itu ijazah tak terlalu berguna lagi. Tapi bagi yang masuk madrasah tentu dapet ilmu meski hanya setahun, justru manfaatnya lebih lama dari setelah SMP, SMA, kuliah, bahkan bisa sampai tua” . Tutur temanku suatu kali kepada murid kelas 6 di madrasah.

Apa yang disampaikannya sekaligus sebagai penegasan, Apa yang dicari di madrasah bukan hanya ijazah. Tapi ilmu agama. Ia takkan bisa hilang walaupun ditelan masa. Bahkan bisa menjadi pelita di alam kubur jika di amalkan hingga akhir hayat. Sebenarnya tantangan untuk membayar uang 2 juta hanya embel-embel saja. Toh akhirnya tak ada satu anakpun yang tidak sekolah dimadrasah mau ijazah madrasah kemudian membayar yang begitu besar kepada kami.

Monday, 14 September 2015

Mau, Di Adu Ganti Di Akherat? I


cara mendidik anak agar tidak dzalim, tips mendidik anak yang suka menyabung hewan, bagaimana mendidik anak nakal
Saat fajar menyingsing, suasana pergantian hari terjadi begitu khidmat. Tak seramai kota, jika pagi sangat kental dengan suara kendaraan roda dua dan empat. Semua kondisi itu tidak akan terjadi di pulau yang aku singgahi.

Kesuyian tanda tiada aktifitas, samar-samar terpecah dengan alunan alami. Kokokan ayam beriringan sahut-menyahut menyambut fajar yang akan tenggelam. Kediamanku  terbilang masuk dalam daratan, dan disekeliling rumah ini banyak diramaikan dengan pepohonan. Suara pekikan alami setiap hari itu sangat terdengar. Bahkan begitu terasa dekat. Mengganggu? Ya, jika aku menjadi  “mayat” diatas kasur, dan bangun layaknya zombie,  kesal dibangunkan oleh hewan.

Pasalnya, beberapa ayam jago tidur diatas pohon yang terletak di samping rumah, masuk pekarangan satu komplek dengan rumah yang aku singgahi. Posisi rumah yang tidak terlalu pinggir pantai dan tidak berada ditengah pulau, menurutku sangat mendukung untuk memelihara ayam. Terlebih disebelah kanan rumah ada tanah cukup luas. Nampak sekali sisa-sisa tembok, sebab dulunya ditanah itu berdiri sebuah rumah. kekurangan dalam memiliki unggas juga bisa membuat kondisi sekitar rumah beraroma tak sedap, tapi tinggal bagaimana mengatur dan merapihkannya.

Wednesday, 9 September 2015

Jahitan Di Dahi II (Tamat)

Cara mendidik anak nakal, tips ampuh mendidik anak nakal, bagaimana cara mendidik anak nakal
.................Ia paham, tak mungkin guru akan melukai sang murid. Jelas itu diluar kesengajaan, yang siapa saja bisa melakukannya.

Juga, kendatipun tak terima, apa sih yang akan dituntut? Apa yang didapat dari tuntutan pada pihak yang berwenang jika itu maunya? Toh jika itu memang terjadi, kegiatan belajar agama yang lebih penting dari sekolah dasar terancam hilang. Tak ada yang mengajar, karena gurunya dipenjara, telah melakukan tindak kejahatan kepada muridnya. Jika memang seperti itu, berarti sudah banyak para guru yang masuk penjara atas perlakuan mereka. Khususnya di pulau ini. Karena riwayat mengajar agama disini memiliki kenangan yang lebih “kejam” dari apa yang telah kulakuan.

Tuesday, 8 September 2015

Jahitan Didahi I


Sepintas kilatan mata ini tak sengaja tertuju ke sebuah objek. Kulit dengan sawo matangnya, terkerut paksa oleh untaian benang yang melipat hingga menutup bagian kulit yang menganga. Objek pada kening itu sedikit mengering, tapi sangat tampak sileit benang yang agak menyembul keluar.

Setelah kejadian yang tak pernah diinginkan, anak yang menjadi korban itu lebih banyak diam, tidak seperti sebelum peristiwa itu. Dibandingkan dengan teman sekelas di madrasah, dialah suara yang paling keras. Namun, sifat keluguannya masih melekat sebagaimana umumnya anak-anak disekolah dasar kelas 6.

Sunday, 6 September 2015

"Royalti" Yang Disegerakan II (habis)

cara mengetahui pencandu obat terlarang, tips mengetahui pecandu
“Mike waktu itu mau pergi kemana sama ibu?”. Tanyaku dilain hari saat istirahat tengah pelajaran di madrasah. Aku tanya ulang, karena ketika kusapa waktu bertemu di Batam, ia hanya tersenyum, tak menjawab pertanyaanku, walaupun sebenarnya hanya basa basi saja.

“Waktu itu aku dan ibu nak tengok bapak dipenjara.” Jawabnya polos tanpa ada rasa malu. Tak ada tundukan kepala, tak ada muka kecewa, atau minimal menjawab dengan berbisik. karena saat itu  didekatnya banyak teman yang sedang bermain. Seolah ia menjawab kalau ayahnya hanya pindah dari pulau ke Batam. dan jawaban itu seperti menunjukkan jika masalah itu menjadi rahasia umum pulau tersebut. Aku mewajari, melihat dari anaknya yang mukanya selalu ceria, berseri. Dan masuk nominasi cantik, walaupun dia baru kelas 4 SD.

Saturday, 5 September 2015

“Royalti” Yang Disegerakan I


cara menghindari obat terlarang, tips menjauhi barang terlarang, bagaimana menjauhi barang terlarang
“Semalam, polisi ramai, pak. Datang pake pakaian preman semua.” Begitu kata salah seorang murid, yang rutin mengaji seminggu dua kali.  Volume suaranya sengaja tak ditinggikan. Raut wajahnya terpasang serius. Seperti memberi tahu sesuatu yang rahasia, yang mungkin jika ketahuan didengar orang diluar akan menjadi musibah besar baginya.

“Memang ada apa semalam, kok bisa ada polisi dateng pake rame gitu?” pertanyaanku melesat dikuasai rasa penasaran yang begitu tinggi. Sebab, jika sudah perkara yang polisi terlibat didalamnya, kemungkinan besar terjangkit masalah serius. Apalagi bukan hanya 2 atau tiga anggota, bahkan sampai kurang lebih 10 polisi turun langsung dipulau Terong ini.

Friday, 4 September 2015

Cara Agar Mendapatkan Cinta Allah


tips menggapai cinta Allah, cara mendapat cinta Allah, bagaimana cara mendapat cinta Allah
Sudah hampir 3 minggu saya berada diperumahan bukit golf, depok. Dari dua jum’at yang telah lalu, ada yang sedikit berbeda dengan penyampaian khatib jum’at saat itu. walaupun ia membaca, tapi retorika berbicaranya seperti ia tak melihat teks. Materi yang ia sampaikan adalah agar mendapatkan cinta Allah.

Sang khatib mengawali dari firman Allah yang berbunyi
   
“Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman Amat sangat cintanya kepada Allah. dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu[106] mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah Amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)”. (QS. Al-Baqoroh: 165).

Tuesday, 1 September 2015

Sobekan Cinta Terhanyut Luka II (Habis)

........dia selalu nampak dimana ia di kubur.
“Sebabnya apa buk, kok dia bunuh diri? Tanyaku menelisik lebih dalam. Aku yang tadi menghadap kedepan arah boat, kini agak lebih menghadap ke ibu yang asal Jawa Timur itu.
“Dia bunuh diri karena stres pak, galau tingkat tinggi”. Jawabnya pasti. Senyum getir itu menyembul dari bibirnya. Ia juga seorang yang pernah merasakan hamil, tentu begitu menderitanya wanita yang bunuh diri. Ada kandungan didalamnya, kemudian harus mati bersama anak yang ada didalam.

Sobekan Cinta Yang Terhanyut Luka



Tips menjaga anak perempuan, cara mendidik anak menjadi baik
Ini adalah sebuah kisah yang terjadi pada muda mudi didaerah pelosok pulau. Mungkin ini bisa menjadi renungan kita, betapa bahayanya cinta yang terbalut nafsu bisa menghancurkan pelakunya. Tidak ada cinta murni sepasang muda-mudi sampai dia melangsungkan pernikahan. Karena cinta sejatinya fitrah. Namun fitroh harus dijalani dengan perbuatan terpuji.

Cinta yang Berujung Penjara

Panas terik siang itu mulai merayap memasuki rumah. Semakin lama, ia membungkus badan suasana, tak mampu dihindari, kecuali keluar dari naungan atap asbes itu. Setiap hari menunggu waktu dalam putaran detik, inilah potongan kecil suasana yang menjadi sahabat bagi orang-orang yang hidup dialam panas. Dan potongan inipun sudah menjadi sahabat bagiku, seorang yang hidup dipesisir pulau.