Monday, 24 August 2015

Cara Mengambil hikmah/Kesimpulan Dari Suatu Kejadian


cara mengambil hikmah, tips memetik hikmah, bagaimana cara hikmah didapat
Setiap manusia pasti pernah mengalami suatu kejadian yang tidak pernah diduga. Apakah itu dari suatu yang mendatangkan kesenang/gembira atau bahkan sedih dan membuat galau terus-menerus. Namun jangan dibuang mentah-mentah dulu kejadian itu. Pasti akan ada hikmah dan pelajaran serta kesimpulan untuk kita.  Siapa tahu itu akan menjadi sesuatu hal yang dapat merubah kita agar menjadi orang yang lebih bijak dalam menghadapi kejadian-kejadian setelahnya yang tidak kita inginkan.

Sunday, 23 August 2015

Tragedi Shubuh Berbasah


Cara bangun Shalat Shubuh, Tips Bangun Pagi, cara cepat bangun
Pintu terbuka melipat dibalik dinding. Kupandangi ruangan yang dipenuhi poster yang lengang dan kotor berdebu. Ruang yang disulap menjadi tempat tamu itu mantan ruang kelas anak mengajar madrasah, yang sekarang dipindah ke bangunan baru. Bungkusan hitam besar masih setia menggantung digenggaman tanganku, Lama-lama semakin berat dirasa.  Alangkah banyaknya barang bawaan saat itu. Beragam belanjaan mentah yang siap disulap menjadi masakan lezat ala laki-laki.

Ya, sepulang dari kota Batam, keberangkatan kesana bukan kemauanku, dan juga bukan dua temanku lainnya. Berawal dari  panggilan dadakan. Tanpa ada yang tahu, sampai disana bakal menjadi panitia serba bisa. Acara pelatihan da’i yang memakan waktu sampai 3 hari dua malam itu, hampir-hampir menjadi korban perasaan. Pasalnya, pertama, aku dan dua teman belum dapat info akan ada acara seperti itu. Kedua, disana menjadi panitia didepan dan dibalik layar. Segala peralatan untuk acara harus sedia sebelum dimulainya acara.

Saturday, 22 August 2015

Tiket Dadakan II

tiket dadakan II, menjadi pelajaran, menyingkap gelisah

Awalnya kami tak tahu apa yang terjadi. Tetapi setelah melihat ibu itu lari kecil dengan wajah penuh khawatir dan takut sambil menjauhi kendaraan yang ia tumpangi, maka kami tebak jika dia telah menjadi korban pembegalan. Tanpa di komando kami meneriakkan takbir berkali-kali. Suara kami memenuhi atmosfir gelapnya malam yang memenuhi petakan-petakan sawah. 

Suara takbir kami sahut menyahut tiada henti. Ternyata suara teman yang lain sudah tak jauh dari TKP juga. Suara kami terhenti saat pembegal mengeluarkan senjata api kemudian ditembakkannya keatas. Suara takbir kami kalah jauh suaranya dengan tembakan penjahat itu. seketika hening sejenak. Kaget dan sedikit rasa takut menghinggapi. Tapi hanya sesaat. Penjahat itu memberi isyarat untuk berhenti bertakbir yang sangat mungkin mengganggu aksi brutal kejahatan mereka.

Friday, 21 August 2015

Tiket Dadakan


Tiket dadakan, tips aman membeli tiket dari penipuan, wisuda s1
Hari H yang dinanti akan segera tiba. Para mahasiswa/i akhir dimana kukenyam bangku kuliah disekolah tinggi akan segera ending dengan happy. Terkhusus bagi mereka yang diwisudakan tahun itu. Tak ada yang mampu membendung kebahagiaan semua angkatan calon lulusan. Meski beberapa kawan telah berpencar jauh dibelahan nusantara karena sudah ada yang ditugaskan terlebih dahulu, tapi tak memberatkan langkah mereka menuju acara. 

            Jerih payah masa kuliah serasa terbayarkan. Sangat terasa manisnya saat dahulu berjuang bersama demi menuntut ilmu secara formal. Bolak-balik kejakarta hanya mengambil beberapa mata kuliah semester 7 sampai 8, itupun terkadang jika dosennya masuk semua. Jika kosong mata kuliah alias tak ada dosen, harus pulang dengan hampa ilmu.

Thursday, 20 August 2015

Dua Mata Koin Bertentangan


Kalau mau diukur kita hidup, sekarang kita tinggal diakhir zaman. Antara kebaikan dan keburukan, entah dimana akan membedakannya. Begitu pekat terkadang mata ini berusaha meraih yang baik. Kesamaran terus saja menghadang. Akhirnya kebaikan hari ini susah dicari. Untuk dimata orang umum begitu susah mana yang baik meski ukurannya hanya menolong atau sekedar menegur. Mungkin jika ditimbang sangat ringan sekali kebaikan hari ini dari pada keburukannya.

Namun adanya kebaikan yang timbul ditengah keburukan yang mendominasi, seakan melihat segarnya air ditengah padang pasir yang gersang dan luas.  Sangat indah dilihat dan terasa sejuk dihati.

Wednesday, 19 August 2015

Taubat, Pengubur hina pembangkit mulia


Taubat, Fudhail bin iyadh, cahaya taubat, berserah diri, sinyal hidayah
Tak ada yang mampu merubah dirinya dari pekerjaan kotor itu. Bertahun-tahun ia menyelami kejahatan yang sangat ditakuti bagi para kafilah. Apa yang mereka bawa harus rela diberi dengan Cuma-Cuma dibawah bayangan ancaman, antara kematian atau cacat seumur hidup. Kehidupannya semakin kelam. Hingga terkenal namanya, bukan karena ada kebaikan dari pemilik nama, tapi ukiran buruk melambungkan namanya didaerah itu.

Selalu saja kafilah bergegas melewati daerah antara Abu warda dan Sirjis. Karena disitulah biasa mangkalnya pemotong jalan. Tentunya mereka tak ada yang mau rugi harta mereka dicuri. Dan tak ada pilihan lain selain mereka harus bersegera jika melewati tempat itu.

Saturday, 15 August 2015

Revolusi Harta


Masih ingat dipikiran kita saat hangat-hangatnya batu yang menarik banyak perhatian orang. Bukan
tidak pelit harta, suka berinfak, foya-foya terhadap harta
saja kalangan rendah atau menengah kebawah, tapi juga para bos-bos perusahaan pun tak mau ketinggalan untuk ikut kagum melihat benda yang ditemukan dari tanah. Berduyung-duyung akhirnya menjadi berita heboh senasional. Orang mengenalnya batu akik. Yang paling disoroti penggunaan benda itu adalah untuk dijadikan cincin. Memang ada yang hanya dijadikan sebagai hiasan rumah atau bahkan  sebagian orang menjadikan tempat itu untuk meletakkan” khadam”, yaitu bahasa kerennya dari jin kedalam batu tersebut.

Friday, 14 August 2015

Teliti Sebelum Mencari


Cara teliti, tips agar teliti, telitilah dalam bekerja, sifat teliti
Seorang bapak dengan raut muka panik datang ke sebuah masjid yang berada di dalam terminal Rajabasa, Bandar Lampung. Dengan membawa tas selempangan berjalan tergopoh-gopoh seperti mencari sesuatu.

“Pak, ada yang tahu HP saya gak? Tadi ada disini!” Tanyanya kepada orang yang sejak tadi duduk diteras. Kebetulan saat itu saya baru saja sampai diteras masjid untuk sekedar istirahat sebentar menunggu bis.

“Gak ada pak, kita dari tadi disini soalnya”. Jawab orang yang berada diteras itu. Ia seorang pedagang asongan rujak.

Tuesday, 11 August 2015

Serius dan gila II (habis)

gila karena setres, berbicara tak nyambung, otaknya rusak, sinting
Dikelilingi pagar-pagar kecil yang bisa diloncati oleh orang dewasa. Bangunan yang berlantai keramik itu berada ditengah-tengah rumah warga. Kutanyakan pada salah seorang remaja yang bersama kami, katanya bangunan yang biasa orang sini menyebut “balai pertemuan” itu, digunakan untuk acara nikahan atau acara-acara peresmian. dan sering juga untuk acara memperingati hari-hari besar.

Tak berapa lama, pandangan ini terputus bersamaan dengan langkah kaki kami berbelok ke  kiri jalan. “Kita sekarang ke pelabuhan pak”. ajak salah satu remaja dengan menunjuk kearah yang dituju. Tak sampai 5 menit, akhirnya sampai juga ketempat biasa orang menunggu boat jika ingin ke Batam atau kepulau sebelah.

Monday, 10 August 2015

Serius Dan Gila



Usia kami sebagai pendatang baru di Pulau Terong masih masih seumur jagung. Banyak belum tahu kondisi dan keadaan disana, baik dari alamnya maupun orang-orang, mana orang yang ditokohkan, mana orang yang memiliki kuasa, dan mana yang aktif dimasjid. Hari itu hingga tiga bulan kedepan menjadi pengenalan apa dan siapa saja di pulau tersebut. Selanjutnya pemetaan masyarakat akan lebih mudah dibuat dan sedikit lebih lancar dari pada tanpa pemetaan.

Sunday, 9 August 2015

Melayu Tak Terbetik II (Selesai)

Unik 11

     “Sejuk sekali udara disini”. Ini ungkapan berkonotasi senang dengan suasana yang seorang
rasakan. Tapi bagi orang Melayu kalimat itu sebagai tanggapan jika suasananya dingin. Loh, kok malah gitu? Memang begitu. Sejuk maksud mereka adalah “dingin”. Udara yang dingin, mungkin karena dia sakit, atau memang cuacanya sedang tak bagus, atau juga karena angin barat.  Yaitu musim berhembusnya angin kuat dan sangat dirasakan oleh warga pulau yang menyebabkan udara dingin.

Saturday, 8 August 2015

Keunikan Bahasa Melayu


Setiap bahasa daerah pasti ada sisi keunikan tersendiri. Terkadang dari uniknya itu kita menjadi penasaran dan akhirnya mempelajari keunikannya yang tersimpan. Sebagian orang yang terbiasa menggunakan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi, tentu agak kaget mendapatkan arti kata yang tidak sebagaimana ia maksud. Dan itu tidak didapatkan perbedaan arti setiap kata kecuali dari bahasa daerah di indonesia. 

Maka pada artikel kali ini saya menuliskan beberapa keunikan dari bahasa melayu khususnya di kepulauan Riau, di Kelurahan Pulau Terong. Kenapa dikhususkan hanya kelurahan? karena di luar kelurahan itu terkadang ada istilah baru yang bisa jadi hanya dimengerti oleh orang yang tinggal dipulau tersebut. Artikel ini masih sambungan dari judul "Melayu tak Terbetik".

Friday, 7 August 2015

Antara kemarau dan Dingin


hubungan kemarau dan dingin, musim kemarau, tips menghadapi kemarau, cara mengatasi musim dingin, keuntungan kemarau

Setelah tugas setahun dari Kepulauan Riau, Batam, Belakang Padang, Pulau Terong, saya kembali ke Bekasi membuat laporan tahunan. Tepatnya di sekolah tinggi ilmu komunikasi Islam Muhammad Natsir Bekasi Timur, Tambun Selatan. Keadaan disana tak ada bedanya dengan di Batam, sama-sama tidak begitu dingin. Mandi malam saja rasanya seperti mandi siang. Namun saat saya kembali ke kampung, tempat kelahiran, dingin ini mulai kerasa.

Setiap saat menyentuh air seperti memegang air es, dingin sekali. Salah satu faktornya mungkin karena daerahnya lebih perdalaman. Banyak melewati perkebunan.

Melayu, Tak Terbetik


Kepulauan Riau, Laut Biru, Gunung, Ikan Besar, Ikan Tongkol

         Melayu yang kutahu hanya dari sebuah kotak ajaib. Pasangan mata ini dulu sering menyaksikan dilayar kaca akan tingkah laku dua bocah yang salah satunya memiliki sehelai rambut berdiri. Bahasa yang dipakainya membuat sudut bibir terseret keatas. Logat bahasa keluar dari anak yang masih TK itu menebal kegelian mendengarnya.

“Lucu sekali”. Luncuran komentar yang sering keluar dari mulutku saat menyaksikannya, atau saat mengobrol yang menyinggung film tersebut. Nama tokoh yang sama, hanya  satu depannya saja yang diubah yang seolah akan berbeda. Itulah film terkenal yang masuk pada channel film Indonesia.

      Walaupun ada yang bilang, entah hoax atau benar, film kartun anak itu ada pesan negatif yang disampaikan. Ada misi yahudi untuk merusak anak-anak muslim. Dari pakaian dua anak itu yang bertulis satu huruf. Kemudian teman ipin upin yang bukan saja dari Islam.

Thursday, 6 August 2015

Pengasingan Dihari Spesial II

   
    Tak lebih dari satu jam, akhirnya sampai tujuan. Jakarta-Batam memakan waktu cepat, seperti dalam mimpi. Mimpi yang dialami orang yang pertama kali menaikinya.

     Tiga berjajar jalan ditengah kerumunan orang, seperti orang bodoh sambil saling pandang  dengan teman sampingnya. kami hanya mengikuti kemana arus orang jalan setelah keluar dari pesawat. Entah sampai mana hilir ini berakhir, yang penting bisa keluar dari tempat yang baru pertama kali  kami disana.

      Salah satu temanku yang juga sebagai ketua perjalanan, yang bernama Roni, merogoh hp yang ada dikantongnya. Sibuk mengotak atik kotak kecil ajaib itu sambil berjalan kearah jalan keluar. Ia tempelkan handpone ketelinganya.

Monday, 3 August 2015

Pengasingan Di hari Spesial

Pengasingan di Batam, Pergi ke Batam, belum Pernah Ke Batam

“Seorang musafir mendapakan pengganti atas apa yang ditinggalkannya” (kata mutiara).

      Begitulah balasan alami yang didapat bagi orang yang meninggalkan kampung halamannya. Semua yang di tinggal akan terganti, termasuk teman-teman yang di cintai. Terlebih pengalaman, suatu  bonus yang pasti akan terkenang.

Bintang yang tak begitu jelas tertutup awan, seakan enggan  menitip salam cahaya kelipnya. semilir angin pun tak tahu harus kemana berhembus. Begitu juga dengan kondisi hatiku kala itu. Tugas dari kampus yang kudapati, membuat hati ini masih penuh dengan tanya. Walaupun dibulan muda dalam naungan ramadhan, hati yang dipenuhi kegembiraan dengan bulan suci ini, bercampur dengan riak gelisah yang tak redah.