Saturday, 28 November 2015

Fenomena Cuek



www.ernawatililys.com
Kata yang simpel dan gak panjang-panjang amat ini ternyata penuh rahasia. Apapun tingkat sosial manusia, bisa aja kena syndrom yang cuma empat abjad ini. Dunia yang semakin berkembang dari segi teknologi, jika ditinjau lebih jauh lagi, maka  menghasilkan masalah  yang mengurangi sosial. kelebihan dari pada tekonologi tidak ada yang bisa memungkiri. Dan tentu ditinjau dari kemudahan akses bepergian/komunikasi dipandang lebih banyak positifnya. Tapi sayangnya, pengaruh negatif gak bisa dibendung. Dan itu bisa jadi adalah efek dari teknologi dan perkembangan zaman. Kita bisa langsung lihat tanpa kebanyak teori. Saat di Kereta, bis, angkot mungkin juga pesawat, banyak yang sibuk dengan gadgetnya masing-masing. Sebuah sapaan sekilas atau teguran kilat seperti sesuatu hal yang mustahil terjadi. Setidaknya terhadap orang yang paling dekat dari tempat duduknya. Itulah salah satu akibat negatif dari deretan segudang negatif yang lain dizaman ini.

Monday, 16 November 2015

Pray To Paris?

Pertengahan november 2015 adalah hangat-hangatnya berita mengenai perancis. Musibah manusia yang dituduhkan kepada ISIS ini memakan korban kurang lebih 175 tewas dan 300 orang luka-luka.  Entah benar tidaknya tuduhan itu, karena berangkat dari paspor yang dibawa oleh sang teroris yang berasal dari suriah. Namun paspor itu ternyata palsu. Tapi layaknya api yang membakar ladang rumput yang kering.

Friday, 13 November 2015

Kenapa Saya Harus Menulis?

By: Rohmat Saputra

Saya tidak tahu harus beralasan kenapa saya harus menulis. Namun ada dorongan dalam hati yang sangat kuat, dan mungkin menjadi alasan terbaik, kenapa saya harus menjadi penulis. Memang menulis tidak menjanjikan kekayaan. Tapi asal kita berbuat kebaikan salah satunya menyebarkan lewat tulisan, saya yakin, Allah gak akan menyia-nyiakan hambanya.
Namun ada hal-hal kecil, yang kemudian terbangun niat besar menjadi seorang penulis, bagi saya ada tiga faktornya. Ibarat rantai-rantai yang saling berkaitan satu sama lain. Berikut 3 faktor kenapa saya memutuskan untuk menjadi penulis.

Wednesday, 11 November 2015

Artis disisi-Nya


Membaca, menghafal, dan memahami naskah, ikut segala perintah produser, adalah sekelumit dari dunia selebritis. Dari pekerjaan itu, manusia yang kemudian muncul dilayar lebar dan terus muncul, maka akan banyak orang menyebut sebagai artis.

Terlepas dari kekurangan bagaimana pengaruh pendidikan dari aksi mereka yang muncul di televisi, ada sesuatu yang perlu digaris bawahi. Bahwa orang-orang ini taat dan loyal terhadap produser mereka. Bahkan rela membaca, menghafal dan memahami teks, baik itu naskah yang berisi kebaikan, atau bahkan naskah yang kontradiksi dengan hatinya. bisa dibilang ditelan mentah-mentah.

Friday, 6 November 2015

Keterbatasan Yang Berimbang


Bisa dilihat dimajalah Islam Ar-Risalah rubrik tajribah edisi 174


Waktu seolah berjalan begitu cepat. Dan kini saya harus kembali kejakarta, kembali kesibukan ibukota, dan siap melaporkan apa yang sudah saya dapat dari tugas setahun.

 Pada saat pertama kali akan berangkat, tak ada bayangan dikepala bagaimana keadaan di pulau nanti. Hanya sebatas dari mulut-kemulut akan cerita mengenai kondisi disana. Bahasa melayu, itulah bahasa sehari-hari masyarakat pulau. Jika alamnya adalah kelebihan, maka kekurangannya bagi saya adalah listrik dan air. Sebelum disana terbiasa dengan air bersih melimpah, dan listrik yang terus on tiap jam dan hari. Tetapi saat kaki ini memijakkan daratan yang hanya beberapa hektar saja, semenjak itu juga serasa ada nikmat yang telah dicabut.

Namun Alhamdulillah, didalam rumah yang aku tinggali bersama satu teman terdapat sumur yang airnya cukup untuk dipakai sehari. Awalnya ragu memakainya. Sebab airnya keruh dan payau. Tapi akhirnya terbiasa juga memakainya untuk keperluan sehari-hari.

Sunday, 25 October 2015

Sela Hiburan Ditengah Kesibukan II (Selesai)


Jarum panjang masih menunjukkan jam setengah 9 pagi. Padahal aku, Anshori, Labib, Fahri dan Pak Wada'  sudah mengunjungi mercusuar dan menara disampingnya. tak heran, karena kami berangkat pagi-pagi sekali kepulau ini. Sebelum melangkah ke planning selanjutnya, kami sarapan didepan rumah yang sudah lama ditinggalkan tuannya. Kurang lebih 4 rumah yang dihuni oleh orang-orang yang kerja disana. 
Jika makan setiap harinya mereka dimasakkan oleh salah seorang Ibu dapur. Dan bahan-bahannya dibeli pada pulau yang tak jauh dari situ. Kira-kira ditempuh setengah jam dari pulau itu. Pekerjaan mereka hanya menyalakan lampu mercusuar. Terdapat listrik pribadi untuk mereka. Hanya orang-orang disitu saja yang listriknya sampai 24 jam. Dipulau tempat kami hanya 12 jam saja.

Selepas sarapan, hati ini sudah tak tahan ingin memancing dipelabuhannya. Tempatnya yang luas membuat kami leluasa mancing dimana saja. Persiapan pancing ala kadarnya. Bahkan aku hanya membawa 2 pancing serep. Jika putus, berarti tinggal dua serepnya. Jika putus semua, bertanda memancingnya selesai.

Saturday, 24 October 2015

Sela Hiburan Ditengah Kesibukan


Pulau Takong, Perbatasan Singapora, mercusuar, mancing, ikan Dingkis, berenang, Epo-epo
“Minggu besok ade acare tak pak?” Tanya salah seorang teman. Ia sering sekali bermain kerumah. Jarang kosong tangan jika ia sudah bermain. Sering sekali membawa makanan khas Melayu, seperti Epo-epo,  roti digoreng berisi kentang kecil-kecil dan makanan khas lainnya. Loyal sekali sama teman-temannya. Ia yang mengajar di sekolah SD Teluk Sunti itu, nyambi juga kuliah di Batam jurusan pendidikan. Saat itu ia tinggal menunggu hari wisuda saja.

“Kalau hari minggu kite kok ade acare, pak. Kosong”. Jawabku pasti dengan sedikit ikutan bahasa Melayu. Khusus hari ahad sengaja aku dan Anshori tiadakan kegiatan. Karena hari-hari sebelumnya jadwal padat mengurusi lomba cerdas cermat antar MDA Pulau Terong dan Pulau Geranting. Hari kedepannya lagi akan mempersiapkan acara besar pelepasan da’i. Turut mengundang ketua Baz Kepri, ketua Dewan Da’wah Batam dan calon ketua Baz Batam.

Tuesday, 13 October 2015

Roda dua Libur, Jalan Diukur II (Selesai)

Nelayan, mesin engane, Honda. Jembatan, Lomba Speed
Jalan lurus berpasir terbelah, memisah urutan rumah yang berada disebelah kiri, dan nampak kebun-kebun disebelah kanan jalan. Boat besar dari viber disisi rumah besar berpanggung menghadap laut, memiliki 3 mesin. Setiap mesinnya diatas 300 PK. Bisa ditebak pasti mengeluarkan banyak uang punya mesin boat sekuat itu. Anggine, orang-orang disana menyebutnya. Ukuran 40 PK saja harganya sudah hampir 40 juta. Itu saja sangat kencang untuk berlari diatas air. Apalagi sampai 300 PK. Jika dibanding-bandingkan dengan orang yang berada didarat yang menggunakan roda dua, para nelayanlah yang lebih kaya. Karena trasportasi sehari-hari mereka menggunakan mesin yang harganya lebih mahal dari pada transportasi yang dipakai mereka didarat.

Kurang lebih lima belas menit yang lalu kami melewati kebun dan hutan bakau. Kini kami melewati Rumah-rumah khas ala pantai. Bahan kayu menjadi menu wajib bagi ruang persinggahan rumah-rumah itu. Jembatan kayu tersusun rapih setiap rumahnya, menjadi penghubung antara “pondok-pondok idaman” dari daratan yang tak jauh.

Monday, 12 October 2015

RODA DUA LIBUR, JALAN DIUKUR I



Knalpot hondanya rusak, jadi belum bisa dipake”.

 Jawaban meluncur dari seorang ibu yang sudah berkepala dua keluar dari rumah.Tangannya  kosong mewakili jawaban yang disampaikan. Ia melewatiku, terhenyak dibalik senyuman berat sebagai balasan. Sebuah reaksi dari hal diluar dugaan. Dari sinilah “destinasi” perjalanan tertelurkan. Demi tugas suci yang tak boleh dilewatkan, dan meskipun berat hati  nyaris membabat niat tulus.

Suara kayu yang timbul itu mengikuti langkahnya masuk kesebuah rumah kecil bertutupkan papan triplek. Rumah baru itu beberapa hari telah selesai disusun. Ibu tersebut hanya menyampaikan pesan tadi dari suami yang terkulai lemas dikamarnya. Dari semalam badannya terserang demam, dan pagi tadi ia alpa mengajar anak SD di Pulau seberang.

Saturday, 10 October 2015

Pulau Hilang Sinyal (Pulau Geranting) II Tamat

Batam, Singapura, Kembang Api, Tahun Baru Masehi, budaya
foto diambil tepat di belakang Pulau Geranting saat dhuha dan laut sedang pasang
Orang pulau khususnya di kelurahan Pulau Terong biasa melihat penumpang membludak disaat 3 atau 2 hari sebelum tahun baru. Mereka lebih memilih banyak menghabiskan malam tahun baru di kota. Dan hendak melihat dengan jelas kembang api tanpa henti diluncurkan orang-orang yang merayakan dan meramaikannya. Ada juga yang hanya melihat dari pulau terdekat, yaitu Belakang Padang,  dekat sekali dengan negara yang terkenal ketat peraturannya, Singapora. Begitu banyaknya orang-orang pribumi pulau pada pergi ke Batam, sampai kata orang yang biasa menghabiskan tahun baru hanya dirumah, merasakan begitu sepi dari masyarakat pulau. karena berlibur tahun baru di Batam.

Dari dulu di negeri Singa itu ledakan dari kembang apinya lebih banyak dan menarik. Sampai ada beberapa orang Batam telah memboking tempat sepanjang pesisir pantai yang menghadap ke Singapora dua hari sebelum malam tahun baru, demi melihat meriahnya negara tetangga memainkan kembang api. Karena dari pantai itu sudah sangat tampak negara tetangga.  Dari gedung-gedung, hingga terang benderang lampu disana. Ternyata orang Batam yang pindah ke pesisir pantai bukan saja sekedar melihat. Malah seperti pengungsi, membawa peralatan tidur, juga tak lupa membawa pula hampir semua peralatan dapur. Duh...pengungsi petasan di malam tahun baru.

Wednesday, 7 October 2015

Pulau Sinyal Hilang (Pulau Geranting)


Hawa dingin meraba kesegala potongan tubuhku yang menyembul keluar dari selimut. Angin saat itu kencang sekali. Atap seng yang hampir lepas sahut-menyahut tarik suara. Tak mau ketinggalan ikut meramaikan suasana, yang saat itu bisa dibilang cuaca buruk bagi nelayan.
Melihat gejolak laut dari jauh saja rasanya seperti akan tumpah kedarat. Apalagi kalau menjeburkan diri ketengah ngerinya ombak, sama saja ingin bunuh diri.

Angin barat. Ya, biasa orang nelayan menyebutnya. Cuaca yang mungkin dikatakan tidak bersahabat dengan para nelayan. Dicuaca yang kuat angin tersebut para nelayan lebih baik tidak keluar mencari ikan. Selain mungkin ikannya susah jika arus bergelombang besar, ini juga demi keselamatan para nelayan itu sendiri.

 Jika melihat gelombang itu teringat ketika hangat-hangatnya peristiwa hilangnya pesawat MH 370 tanggal 8 Maret 2014Saat itu pesawat terbang dari Kuala Lumpur menuju Beijing. Pesawat tersebut jatuh dibagian selatan diperairan Samudera HindiaPerairan itu termasuk salah satu samudera terbesar ketiga didunia. Ganasnya lebih berlipat ganda dibanding perairan laut yang dipenuhi banyak pulau, walau dalam cuaca angin barat. Namun dengan alat canggih yang dimiliki Singapura mampu menemukan bangkai kapal yang berada didasar samudera dan terdapat beberapa mayat saja yang menempel. Selebihnya hilang terbawa arus samudera yang ganas. Padahal banyak sekali yang berada di badan kapal itu.

Sunday, 4 October 2015

Tenggelam dalam Obsesi II (selesai)

Menyusuri kumpulan karang, menghindari kubangan disela-selanya, dan waspada dari hewan yang dianggap berbahaya. Itulah perjuangan “Mengarung” dibibir  Tobe. Tobe ialah batas antara karang jurang laut. Tak mudah memang menyusuri daratan yang biasa tenggelam dengan pasangnya air. Meski kaki tak memiliki mata, ia harus dipaksakan melihat dengan cara dirasa, apa saja yang akan membahayakan, jangan sekali-kali diinjak. Bisa jadi menginjak ikan Lepu atau batu yang tajam. Sudah banyak korban Lepu. Tak main- main dengan racun yang dimilikinya. Jika tak kuat menahan efek racunnya bisa mengalami hilang kendali badan alias pingsan.

 Ikan lepu adalah sejenis ikan yang hidup dikarang-karang dan memiliki racun yang kuat. Terdapat duri diatas punggungnya. Karena warna kulitnya yang hampir sama dengan benda yang ada disekelilingnya, ia kerap susah sekali dibedakan. Jadi, gaya bertahannya sama seperti bunglon.

Friday, 2 October 2015

Tenggelam Dalam Obsesi


 
Dengan kencangnya kugerakkan gagang jaring tanpa ragu menyapu kepermukaan laut. Pancangan kaki diatas boat kapal harus menguat sambil badan mengikuti gerakan tangan, mengeksekusi penghuni laut yang terpancing.

Tak perlu pakai umpan sungguhan atau mainan memancingnya. Cukup dengan sinaran lampu pompa yang diletakkan ditempat yang sudah disetting sedemikian rupa, agar lebih mudah mengundang penghuni permukaan laut malam itu, dan kemudian menangkapnya.
Hanya menunggu 5-10 menit saja setelah lampu dihidupkan, jangkar dipancangkan, makhluk yang hidup tak jauh dalam laut akan segera muncul. Ia tertarik dengan lampu dikegelapan malam. Jadwal mencarinya saat tidak ada bulan, alias gelap. Disaat-saat seperti itu semalam saja orang bisa mendapat 7 kiloan.

Saturday, 26 September 2015

Masa Kelam Itu Tersingkap



Keindahan yang selalu tersimpan alamnya, masih saja menjadi hal yang dapat dirindukan. Tak ayal, dengan keindahan pulau Terong, dahulu sering didatangi kerajaan dan menjadi tempat wisata mereka. Terkadang diadakan acara-acara perlombaan untuk menyambut raja yang berwisata kepulau yang termasuk pada perbatasan kabupaten Karimun itu.

Namun dibalik keindahan yang disuguhkan melalui alamnya, ternyata menyimpan kegelapan yang sedikit orang menyadarinya. Memang tak dapat dipungkiri, daratan yang banyak dikuasai oleh hamparan laut itu sering diganggu dengan keberadaan makhluk ghaib yang sebenarnya haram campur tangan mereka kealam manusia.

Thursday, 24 September 2015

Masjid, Tangan Di Atas Tangan II (selesai)

cara memakmurkan masjid, kisah memakmuarkan masjid, bagaimana mengurus masjid
.................Kamipun sebagai pengajar dari anak-anak itu mengelus dada atas celaan yang terlontar dari mulut tua itu. Dan tak mengira ucapan buruk dilemparkan begitu saja tanpa berfikir. Bisa jadi ucapan itu mengubah mereka menjadi phobia kepada masjid. Takut kemasjid karena dimarahi.

Potongan berserak tadi kisah yang sengaja kami pungut sebagai tanda bukti nyata, yang kata sebagian jama’ah karena penyakit malaria tropika. Salah satu pengaruh penyakit itu tidak mampu membendung amarah ke siapa saja, baik itu tokoh, anak kecil dan orang baru. Tak mau ambil pusing akibat dari lubernya marah yang tumpah memenuhi perasaan yang membuncah. Dan itu salah satu faktor besar masjid yang indah tadi terciprat kotor dari sikap dan perasaan yang menurutnya tak pernah salah.

Tuesday, 22 September 2015

Masjid, Tangan Di Atas Tangan I

Masjid adalah rumah Allah. Diperintahkan manusia untuk memakmurkannya. Masjid akan baik jika struktur didalamnya baik. Terlihat indah, orangpun akan suka mendatanginya. Namun jika strukturnya buruk, hancur, terlihat awut awutan, jama’ahpun akan melihat sebelah mata dengan masjid tersebut. bisa jadi malah mengurangi semangat mereka untuk mendatanginya.

Pertama kali melihat masjid satu-satunya yang besar dan memanjang diseluruh kelurahan pulau Terong, begitu sejuk melihatnya. Diramaikan dinding-dinding diatasnya dengan ornamen kaligrafi bertuliskan ayat-ayat Allah. Kilatan pantulan cahaya keramik memenuhi lantai hingga tak memberi kesempatan sesenti pun tanpanya. Hanya bagian depan saja ditutupi dua karpet memanjang kesudut-sudut ruang.

Saturday, 19 September 2015

Tak Ada Kapoknya


Senja memperlihatkan kegagahan dengan sinar keemasannya. Memancarkan kesetiap sudut-sudut ruang. Keemasan itu semakin silau, tatkala musim penghujan belum masuk gilirannya. Silauan itu membuat siapa saja yang terbasuh dengannya. Termasuk remaja yang sempat mondar-mandir mengangkut kotak kertas dari pintu belakang menuju masjid.

Persiapan untuk mengadakan acara buka bersama, terhitung 3 jam dari waktu itu masih saja berlangsung hangat. Tangan-tangan berkekuatan muda mengiringi kesibukan yang terus berlanjut. Walaupun jalanan kearah masjid agak meninggi, tetap saja ditempuh seakan jalanan datar tanpa halang. Bebas tanpa hambatan. Begitu juga kosong perut dipenghujung hari tak mengurangi tenaga para panitia yang semuanya masih terbilang muda.

Wednesday, 16 September 2015

Mau, Di adu Ganti Di Akherat? II (Selesai)

“Kalo kalian tak dapat ijazah dan maksa minta dibuatkan karena sudah dikeluarkan dari madrasah, kalian harus bayar uang sebesar dua juta. Uang segitu tak seberapa dari pada ilmu yang udah didapet. Kalo dapet ijazah dengan bayar, manfaatnya cuma sebentar,   setelah itu ijazah tak terlalu berguna lagi. Tapi bagi yang masuk madrasah tentu dapet ilmu meski hanya setahun, justru manfaatnya lebih lama dari setelah SMP, SMA, kuliah, bahkan bisa sampai tua” . Tutur temanku suatu kali kepada murid kelas 6 di madrasah.

Apa yang disampaikannya sekaligus sebagai penegasan, Apa yang dicari di madrasah bukan hanya ijazah. Tapi ilmu agama. Ia takkan bisa hilang walaupun ditelan masa. Bahkan bisa menjadi pelita di alam kubur jika di amalkan hingga akhir hayat. Sebenarnya tantangan untuk membayar uang 2 juta hanya embel-embel saja. Toh akhirnya tak ada satu anakpun yang tidak sekolah dimadrasah mau ijazah madrasah kemudian membayar yang begitu besar kepada kami.

Monday, 14 September 2015

Mau, Di Adu Ganti Di Akherat? I


cara mendidik anak agar tidak dzalim, tips mendidik anak yang suka menyabung hewan, bagaimana mendidik anak nakal
Saat fajar menyingsing, suasana pergantian hari terjadi begitu khidmat. Tak seramai kota, jika pagi sangat kental dengan suara kendaraan roda dua dan empat. Semua kondisi itu tidak akan terjadi di pulau yang aku singgahi.

Kesuyian tanda tiada aktifitas, samar-samar terpecah dengan alunan alami. Kokokan ayam beriringan sahut-menyahut menyambut fajar yang akan tenggelam. Kediamanku  terbilang masuk dalam daratan, dan disekeliling rumah ini banyak diramaikan dengan pepohonan. Suara pekikan alami setiap hari itu sangat terdengar. Bahkan begitu terasa dekat. Mengganggu? Ya, jika aku menjadi  “mayat” diatas kasur, dan bangun layaknya zombie,  kesal dibangunkan oleh hewan.

Pasalnya, beberapa ayam jago tidur diatas pohon yang terletak di samping rumah, masuk pekarangan satu komplek dengan rumah yang aku singgahi. Posisi rumah yang tidak terlalu pinggir pantai dan tidak berada ditengah pulau, menurutku sangat mendukung untuk memelihara ayam. Terlebih disebelah kanan rumah ada tanah cukup luas. Nampak sekali sisa-sisa tembok, sebab dulunya ditanah itu berdiri sebuah rumah. kekurangan dalam memiliki unggas juga bisa membuat kondisi sekitar rumah beraroma tak sedap, tapi tinggal bagaimana mengatur dan merapihkannya.

Wednesday, 9 September 2015

Jahitan Di Dahi II (Tamat)

Cara mendidik anak nakal, tips ampuh mendidik anak nakal, bagaimana cara mendidik anak nakal
.................Ia paham, tak mungkin guru akan melukai sang murid. Jelas itu diluar kesengajaan, yang siapa saja bisa melakukannya.

Juga, kendatipun tak terima, apa sih yang akan dituntut? Apa yang didapat dari tuntutan pada pihak yang berwenang jika itu maunya? Toh jika itu memang terjadi, kegiatan belajar agama yang lebih penting dari sekolah dasar terancam hilang. Tak ada yang mengajar, karena gurunya dipenjara, telah melakukan tindak kejahatan kepada muridnya. Jika memang seperti itu, berarti sudah banyak para guru yang masuk penjara atas perlakuan mereka. Khususnya di pulau ini. Karena riwayat mengajar agama disini memiliki kenangan yang lebih “kejam” dari apa yang telah kulakuan.

Tuesday, 8 September 2015

Jahitan Didahi I


Sepintas kilatan mata ini tak sengaja tertuju ke sebuah objek. Kulit dengan sawo matangnya, terkerut paksa oleh untaian benang yang melipat hingga menutup bagian kulit yang menganga. Objek pada kening itu sedikit mengering, tapi sangat tampak sileit benang yang agak menyembul keluar.

Setelah kejadian yang tak pernah diinginkan, anak yang menjadi korban itu lebih banyak diam, tidak seperti sebelum peristiwa itu. Dibandingkan dengan teman sekelas di madrasah, dialah suara yang paling keras. Namun, sifat keluguannya masih melekat sebagaimana umumnya anak-anak disekolah dasar kelas 6.

Sunday, 6 September 2015

"Royalti" Yang Disegerakan II (habis)

cara mengetahui pencandu obat terlarang, tips mengetahui pecandu
“Mike waktu itu mau pergi kemana sama ibu?”. Tanyaku dilain hari saat istirahat tengah pelajaran di madrasah. Aku tanya ulang, karena ketika kusapa waktu bertemu di Batam, ia hanya tersenyum, tak menjawab pertanyaanku, walaupun sebenarnya hanya basa basi saja.

“Waktu itu aku dan ibu nak tengok bapak dipenjara.” Jawabnya polos tanpa ada rasa malu. Tak ada tundukan kepala, tak ada muka kecewa, atau minimal menjawab dengan berbisik. karena saat itu  didekatnya banyak teman yang sedang bermain. Seolah ia menjawab kalau ayahnya hanya pindah dari pulau ke Batam. dan jawaban itu seperti menunjukkan jika masalah itu menjadi rahasia umum pulau tersebut. Aku mewajari, melihat dari anaknya yang mukanya selalu ceria, berseri. Dan masuk nominasi cantik, walaupun dia baru kelas 4 SD.

Saturday, 5 September 2015

“Royalti” Yang Disegerakan I


cara menghindari obat terlarang, tips menjauhi barang terlarang, bagaimana menjauhi barang terlarang
“Semalam, polisi ramai, pak. Datang pake pakaian preman semua.” Begitu kata salah seorang murid, yang rutin mengaji seminggu dua kali.  Volume suaranya sengaja tak ditinggikan. Raut wajahnya terpasang serius. Seperti memberi tahu sesuatu yang rahasia, yang mungkin jika ketahuan didengar orang diluar akan menjadi musibah besar baginya.

“Memang ada apa semalam, kok bisa ada polisi dateng pake rame gitu?” pertanyaanku melesat dikuasai rasa penasaran yang begitu tinggi. Sebab, jika sudah perkara yang polisi terlibat didalamnya, kemungkinan besar terjangkit masalah serius. Apalagi bukan hanya 2 atau tiga anggota, bahkan sampai kurang lebih 10 polisi turun langsung dipulau Terong ini.

Friday, 4 September 2015

Cara Agar Mendapatkan Cinta Allah


tips menggapai cinta Allah, cara mendapat cinta Allah, bagaimana cara mendapat cinta Allah
Sudah hampir 3 minggu saya berada diperumahan bukit golf, depok. Dari dua jum’at yang telah lalu, ada yang sedikit berbeda dengan penyampaian khatib jum’at saat itu. walaupun ia membaca, tapi retorika berbicaranya seperti ia tak melihat teks. Materi yang ia sampaikan adalah agar mendapatkan cinta Allah.

Sang khatib mengawali dari firman Allah yang berbunyi
   
“Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman Amat sangat cintanya kepada Allah. dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu[106] mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah Amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)”. (QS. Al-Baqoroh: 165).

Tuesday, 1 September 2015

Sobekan Cinta Terhanyut Luka II (Habis)

........dia selalu nampak dimana ia di kubur.
“Sebabnya apa buk, kok dia bunuh diri? Tanyaku menelisik lebih dalam. Aku yang tadi menghadap kedepan arah boat, kini agak lebih menghadap ke ibu yang asal Jawa Timur itu.
“Dia bunuh diri karena stres pak, galau tingkat tinggi”. Jawabnya pasti. Senyum getir itu menyembul dari bibirnya. Ia juga seorang yang pernah merasakan hamil, tentu begitu menderitanya wanita yang bunuh diri. Ada kandungan didalamnya, kemudian harus mati bersama anak yang ada didalam.

Sobekan Cinta Yang Terhanyut Luka



Tips menjaga anak perempuan, cara mendidik anak menjadi baik
Ini adalah sebuah kisah yang terjadi pada muda mudi didaerah pelosok pulau. Mungkin ini bisa menjadi renungan kita, betapa bahayanya cinta yang terbalut nafsu bisa menghancurkan pelakunya. Tidak ada cinta murni sepasang muda-mudi sampai dia melangsungkan pernikahan. Karena cinta sejatinya fitrah. Namun fitroh harus dijalani dengan perbuatan terpuji.

Cinta yang Berujung Penjara

Panas terik siang itu mulai merayap memasuki rumah. Semakin lama, ia membungkus badan suasana, tak mampu dihindari, kecuali keluar dari naungan atap asbes itu. Setiap hari menunggu waktu dalam putaran detik, inilah potongan kecil suasana yang menjadi sahabat bagi orang-orang yang hidup dialam panas. Dan potongan inipun sudah menjadi sahabat bagiku, seorang yang hidup dipesisir pulau.

Monday, 24 August 2015

Cara Mengambil hikmah/Kesimpulan Dari Suatu Kejadian


cara mengambil hikmah, tips memetik hikmah, bagaimana cara hikmah didapat
Setiap manusia pasti pernah mengalami suatu kejadian yang tidak pernah diduga. Apakah itu dari suatu yang mendatangkan kesenang/gembira atau bahkan sedih dan membuat galau terus-menerus. Namun jangan dibuang mentah-mentah dulu kejadian itu. Pasti akan ada hikmah dan pelajaran serta kesimpulan untuk kita.  Siapa tahu itu akan menjadi sesuatu hal yang dapat merubah kita agar menjadi orang yang lebih bijak dalam menghadapi kejadian-kejadian setelahnya yang tidak kita inginkan.

Sunday, 23 August 2015

Tragedi Shubuh Berbasah


Cara bangun Shalat Shubuh, Tips Bangun Pagi, cara cepat bangun
Pintu terbuka melipat dibalik dinding. Kupandangi ruangan yang dipenuhi poster yang lengang dan kotor berdebu. Ruang yang disulap menjadi tempat tamu itu mantan ruang kelas anak mengajar madrasah, yang sekarang dipindah ke bangunan baru. Bungkusan hitam besar masih setia menggantung digenggaman tanganku, Lama-lama semakin berat dirasa.  Alangkah banyaknya barang bawaan saat itu. Beragam belanjaan mentah yang siap disulap menjadi masakan lezat ala laki-laki.

Ya, sepulang dari kota Batam, keberangkatan kesana bukan kemauanku, dan juga bukan dua temanku lainnya. Berawal dari  panggilan dadakan. Tanpa ada yang tahu, sampai disana bakal menjadi panitia serba bisa. Acara pelatihan da’i yang memakan waktu sampai 3 hari dua malam itu, hampir-hampir menjadi korban perasaan. Pasalnya, pertama, aku dan dua teman belum dapat info akan ada acara seperti itu. Kedua, disana menjadi panitia didepan dan dibalik layar. Segala peralatan untuk acara harus sedia sebelum dimulainya acara.

Saturday, 22 August 2015

Tiket Dadakan II

tiket dadakan II, menjadi pelajaran, menyingkap gelisah

Awalnya kami tak tahu apa yang terjadi. Tetapi setelah melihat ibu itu lari kecil dengan wajah penuh khawatir dan takut sambil menjauhi kendaraan yang ia tumpangi, maka kami tebak jika dia telah menjadi korban pembegalan. Tanpa di komando kami meneriakkan takbir berkali-kali. Suara kami memenuhi atmosfir gelapnya malam yang memenuhi petakan-petakan sawah. 

Suara takbir kami sahut menyahut tiada henti. Ternyata suara teman yang lain sudah tak jauh dari TKP juga. Suara kami terhenti saat pembegal mengeluarkan senjata api kemudian ditembakkannya keatas. Suara takbir kami kalah jauh suaranya dengan tembakan penjahat itu. seketika hening sejenak. Kaget dan sedikit rasa takut menghinggapi. Tapi hanya sesaat. Penjahat itu memberi isyarat untuk berhenti bertakbir yang sangat mungkin mengganggu aksi brutal kejahatan mereka.

Friday, 21 August 2015

Tiket Dadakan


Tiket dadakan, tips aman membeli tiket dari penipuan, wisuda s1
Hari H yang dinanti akan segera tiba. Para mahasiswa/i akhir dimana kukenyam bangku kuliah disekolah tinggi akan segera ending dengan happy. Terkhusus bagi mereka yang diwisudakan tahun itu. Tak ada yang mampu membendung kebahagiaan semua angkatan calon lulusan. Meski beberapa kawan telah berpencar jauh dibelahan nusantara karena sudah ada yang ditugaskan terlebih dahulu, tapi tak memberatkan langkah mereka menuju acara. 

            Jerih payah masa kuliah serasa terbayarkan. Sangat terasa manisnya saat dahulu berjuang bersama demi menuntut ilmu secara formal. Bolak-balik kejakarta hanya mengambil beberapa mata kuliah semester 7 sampai 8, itupun terkadang jika dosennya masuk semua. Jika kosong mata kuliah alias tak ada dosen, harus pulang dengan hampa ilmu.

Thursday, 20 August 2015

Dua Mata Koin Bertentangan


Kalau mau diukur kita hidup, sekarang kita tinggal diakhir zaman. Antara kebaikan dan keburukan, entah dimana akan membedakannya. Begitu pekat terkadang mata ini berusaha meraih yang baik. Kesamaran terus saja menghadang. Akhirnya kebaikan hari ini susah dicari. Untuk dimata orang umum begitu susah mana yang baik meski ukurannya hanya menolong atau sekedar menegur. Mungkin jika ditimbang sangat ringan sekali kebaikan hari ini dari pada keburukannya.

Namun adanya kebaikan yang timbul ditengah keburukan yang mendominasi, seakan melihat segarnya air ditengah padang pasir yang gersang dan luas.  Sangat indah dilihat dan terasa sejuk dihati.

Wednesday, 19 August 2015

Taubat, Pengubur hina pembangkit mulia


Taubat, Fudhail bin iyadh, cahaya taubat, berserah diri, sinyal hidayah
Tak ada yang mampu merubah dirinya dari pekerjaan kotor itu. Bertahun-tahun ia menyelami kejahatan yang sangat ditakuti bagi para kafilah. Apa yang mereka bawa harus rela diberi dengan Cuma-Cuma dibawah bayangan ancaman, antara kematian atau cacat seumur hidup. Kehidupannya semakin kelam. Hingga terkenal namanya, bukan karena ada kebaikan dari pemilik nama, tapi ukiran buruk melambungkan namanya didaerah itu.

Selalu saja kafilah bergegas melewati daerah antara Abu warda dan Sirjis. Karena disitulah biasa mangkalnya pemotong jalan. Tentunya mereka tak ada yang mau rugi harta mereka dicuri. Dan tak ada pilihan lain selain mereka harus bersegera jika melewati tempat itu.

Saturday, 15 August 2015

Revolusi Harta


Masih ingat dipikiran kita saat hangat-hangatnya batu yang menarik banyak perhatian orang. Bukan
tidak pelit harta, suka berinfak, foya-foya terhadap harta
saja kalangan rendah atau menengah kebawah, tapi juga para bos-bos perusahaan pun tak mau ketinggalan untuk ikut kagum melihat benda yang ditemukan dari tanah. Berduyung-duyung akhirnya menjadi berita heboh senasional. Orang mengenalnya batu akik. Yang paling disoroti penggunaan benda itu adalah untuk dijadikan cincin. Memang ada yang hanya dijadikan sebagai hiasan rumah atau bahkan  sebagian orang menjadikan tempat itu untuk meletakkan” khadam”, yaitu bahasa kerennya dari jin kedalam batu tersebut.