Kamis, 11 April 2013

Rasulullah SAW Penyayang Binatang


Kasih Sayang Kepada Hewan
Kebaikan dan kasih-sayang yang sudah menjadi sendi persaudaraan itu, yang dalam peradaban dunia modern sekarang juga menjadi dasar bagi seluruh umat manusia tidak hanya terbatas sampai di situ saja, melainkan melampaui sampai kepada binatang juga. Dia sendiri yang bangun membukakan pintu untuk seekor kucing yang sedang berlindung di tempat itu. Dia sendiri yang merawat seekor ayam jantan yang sedang sakit; kudanya dielus-elusnya dengan lengan bajunya. Bila dilihatnya Aisyah naik seekor unta, karena menemui kesukaran lalu binatang itu ditarik-tariknya, iapun ditegurnya: "Hendaknya kau berlaku lemah-lembut." Kasih-sayangnya itu meliputi segala hal, dan selalu memberi perlindungan kepada siapa saja yang memerlukannya. (Siroh Muhammad Husain Haikal)

Menyayangi Makhluk Yang Bernyawa
Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Ketika seorang laki-laki berjalan di sebuah jalan, tiba-tiba ia merasa sangat haus, lalu ia menemukan sebuah sumur dan ia pun turun menuju sumur tersebut kemudian minum. Setelah itu ia keluar dan pergi, namun tiba-tiba ia melihat seekor anjing menjulurkan lidahnya sambil menjilat-jilat tanah karena sangat haus. Orang itu berkata, 'Anjing itu pasti sangat haus, sama seperti yang aku alami tadi.' Orang itu kemudian turun lagi ke dalam sumur, lalu mengisi air ke dalam sepatu, kemudian membawanya ke atas dengan cara menggigitnya. Setelah itu dia meminumkannya kepada anjing itu. Allah pun membalas kebaikan orang itu dan mengampuninya. " Para sahabat bertanya, "Ya Rasulullah SAW, apakah kita mendapat pahala kalau kita berbuat baik kepada binatang?" Rasulullah menjawab, "(menyayangi) setiap makhluk yang bernyawa ada pahalanya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah Melatih Kuda
Dari Ibnu Umar, ia berkata: Rasulullah SAW pernah melatih kuda yang beliau gunakan untuk berlomba. (HR. Abu Daud)
Dari Ibnu Umar: Nabi SAW berlomba pacuan kuda, beliau memilih kuda yang memasuki umur lima tahun untuk mencapai tujuan (kemenangan). (HR. Abu Daud)


Rasulullah Melatih dan Berlomba Pacuan Kuda
Dari Abdullah bin Umar, ia berkata: Rasulullah SAW pernah berlomba (pacuan kuda) dengan menggunakan kuda yang telah terlatih dari Hafya' sampai Tsaniyatul Wada'. Beliau juga berlomba (pacuan kuda) dengan menggunakan kuda yang belum terlatih dari Tsaniyatul Wada' sampai Masjid Bani Zuraiq, sedangkan Abdullah termasuk orang yang turut berlomba." (HR. Bukhari dan Muslim)

Mendoakan Hewan Tunggangan
Dari Abu Las Al Khuza’y, dia berkata,”Rasulullah menyuruh kami menunggang unta sedekah untuk perjalanan. Kami berkata,”Wahai Rasulullah, menurut kami tidak selayaknya engkau menyuruh kami menunggang unta ini.” Beliau bersabda,”Tidak ada seekor untapun melainkan di ubun-ubunnya ada syetan. Maka sebutlah asma Allah jika kalian menungganginya seperti yang diperintahkan kepada kalian, kemudian jadikanlah ia sebagai pembantu bagi kalian, karena dia membawa beban berkat izin Allah.” (HR. Ahmad dan Thabrani)

Mengendarai Hewan Dengan Baik
Dari Sahal bin Hanzhaliyah, ia berkata: "Rasulullah SAW pernah melewati seekor unta yang punggungnya bertemu dengan perutnya (karena kelaparan atau kurus), kemudian beliau bersabda, "Takutlah kalian kepada Allah atas binatang yang bisu ini. Kendarailah ia dengan cara yang baik dan berilah ia makan dengan cara yang baikpula. " (HR. Abu Daud)





Menyembelih Dengan Baik
Dari Syaddad bin Aus RA, dia berkata, "Ada dua hal yang saya hafal dari Rasulullah SAW bahwasanya beliau telah bersabda, 'Sesungguhnya Allah telah menetapkan kebaikan pada segala sesuatu. Oleh karena itu, apabila kamu membunuh (dalam peperangan), maka lakukanlah pembunuhan dalam perang itu dengan sebaik-baiknya. Apabila kamu menyembelih, maka lakukanlah penyembelihan itu dengan sebaik-baiknya, dan hendaklah salah seorang darimu menajamkan pisau yang akan dipergunakan untuk menyembelih serta memperlakukan sembelihannya dengan sebaik-baiknya.''" (HR. Muslim)

Boleh Melumpuhkan Binatang Jika Terpaksa
Dari Rafi' bin Khadij RA, dia berkata, "Saya bertanya, 'Ya Rasulullah, besok kami akan bertempur dengan musuh, sementara kami tidak mempunyai senjata tajam?' Maka Rasulullah SAW berkata, "Segerakanlah atau sembelihlah dengan apa saja yang dapat menumpahkan darah dan sebutlah nama Allah, maka kamu boleh memakannya, asalkan benda tajam itu bukan gigi ataupun kuku. Akan aku beritahukan kepadamu bahwasanya gigi itu adalah tulang, sedangkan kuku itu adalah senjata tajamnya orang Habasyah (Ethiopia)" Kemudian kami mendapatkan harta rampasan perang berupa unta dan kambing. Lalu ada seekor unta yang melarikan diri. Tetapi, dengan sigapnya seorang sahabat melepaskan panah ke arah unta tersebut hingga ia tertahan. Rasulullah SAW bersabda, "Memang unta itu ada juga yang liar seperti binatang lainnya. Oleh karena itu, apabila kalian mengalami keadaan seperti tadi, maka kalian boleh bertindak seperti itu." (HR. Muslim)

Dilarang Melaknat Binatang
Jabir bin Abdullah berkata,Kami pernah menyertai Rasulullah SAW dalam peperangan Bathni Buwath. Pada saat itu, Rasulullah sedang mencari Al Majid bin Amr Al Juhani, sedangkan kami berlima atau berenam atau bertujuh menaiki seekor unta dengan bergantian. Ketika tiba pada giliran seorang laki-laki Anshar, maka ia rundukkan dan menaiki unta tersebut serta memberangkatkannya. Belum jauh naik unta itu, ia telah berkata kepadanya, "Hai unta, bertingkahlah kamu sesukamu dan semoga Allah melaknatmu." Mendengar ucapan itu, Rasulullah pun berseru sambil bertanya, "Siapakah yang melaknat untanya itu?"Laki-laki Anshar itu menjawab, "Saya ya Rasulullah!" Rasulullah berkata kepadanya,"Turunlah kamu dari untamu dan janganlah kamu menyertai kami dengan mengendarai unta yang terlaknat! Selain itu, janganlah kamu mendoakan kecelakaan bagi dirimu sendiri, bagi keluargamu, bagi anak-anakmu, dan bagi harta bendamu agar kamu terhindar dari saat pengabulan Allah terhadap doa yang menyengsarakanmu."(HR. Muslim)

Dilarang Bernazar Menyakiti Binatang
Dari Imran bin Hushainia berkata; Dahulu 'Adhba` (nama unta rasul) adalah milik seorang laki-laki Bani 'Uqail, kemudian ia ditawan, dan 'Adhba`pun diambil. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melewatinya, sementara orang itu dalam keadaan terikat. Laki-laki itu berkata; "Wahai Muhammad, kenapa engkau menawanku dan mengambil unta pacuanku yang larinya cepat? Sungguh aku telah masuk Islam." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika yang kamu katakan benar, dan kamu dapat mengendalikan urusanmuy, maka kamu akan mendapatkan keberuntungan." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kami menangkapmu karena kejahatan para sekutumu (yaitu Tsaqif)." -Bani Tsaqif telah menawan dua sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam- Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu datang sambil naik keledai dengan memakai mantel. Tawanan itu berkata; "Wahai Muhammad, aku lapar, berilah aku makan, dan aku juga haus, berilah aku minum." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ini kebutuhanmu!." Lalu tawanan itu ditebus dengan dua orang sahabat, sementara Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menahan Al 'Adhba` untuk kendaraan beliau. Unta tersebut termasuk diantara unta-unta yang gerak lajunya sangat cepat. Suatu ketika orang-orang musyrik menyerang Madinah dengan tiba-tiba, dan berhasil membawa beberapa ekor ternak, diantaranya pula terdapat Al Adhba`, mereka juga berhasil menawan seorang wanita, apabila mereka singgah…" -Abu Muhammad berkata; kemudian (Imran bin Hushain) menyebutkan redaksi hadits; "Mereka menderumkan unta-unta mereka di halaman persinggahan mereka. Pada suatu malam wanita yang tertawan berdiri ketika mereka terlelap tertidur. Setiap kali wanita itu meletakkan tangannya di atas unta, unta tersebut bersuara hingga ia sampai kepada Al 'Adhba`, lalu ia mendatangi unta Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang penurut dan berpengalaman, wanita itu langsung menungganginya menuju arah Madinah, ia bernadzar seandainya Allah menyelamatkannya, niscaya ia akan menyembelih unta tersebut. Imran berkata; "Setibanya di Madinah, unta tersebut dikenali dan dikatakan; "Itu adalah unta Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam." orang-orangpun menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dengan membawa untanya, wanita itu memberitahukan nadzarnya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sungguh buruk balasan yang engkau berikan." Atau "Sungguh buruk balasan yang diberikan wanita itu, sesungguhnya Allah telah menyelamatkannya, justeru ia hendak menyembelihnya. Tidak boleh menunaikan nadzar dalam kemaksiatan kepada Allah, dan dalam perkara yang tidak dimiliki anak Adam." (HR. Ad Darimi)
Siapa Yang Mengambil Anak burung ini?
Dari Abdurrahman bin Abdillah dari ayahnya menceritakan, Kami menyertai Rasulullah dalam suatu perjalanannya. Kemudian beliau pergi untuk memenuhi suatu keperluan. Lalu kami melihat seekor burung berwarna merah dengan dua ekor anaknya. Kami lalu mengambil kedua anaknya itu. Tatkala induknya datang dia mengepak-ngepakkan sayapnya dan terbang menurun ke dataran menyiratkan kegelisahan dan kekecewaan. Ketika Nabi datang, beliau bersabda, “Siapa yang mengejutkan burung ini dengan mengambil anaknya? kembalikanlah anaknya kepadanya” (HR. Bukhari)


Siapa yang menyakiti ayam ini?
Dari Abdullah, dia berkata: Kami bersama Rasulullah dalam sebuah perjalanan, berangkat untuk suatu keperluan, kemudian kami melihat seekor ayam bersama dua ekor anaknya, lalu kami mengambil kedua anaknya itu. Kemudian datanglah ayam betina itu (induknya) sambil mengepak-ngepakkan sayapnya. Lalu datanglah Nabi dan berkata, "Siapa yang menyakiti ayam ini dengan anaknya? Kembalikan anak-anaknya kepadanya. " Kemudian kami melihat sekelomok semut yang sangat banyak, maka kami membakarnya. Rasulullah SAW pun bertanya, "Siapa yang membakar ini?" Kami menjawab, "Kami." Beliau kemudian bersabda, "Sesungguhnya tidak boleh menyiksa dengan api kecuali Tuhan (pencipta) api." (HR. Abu Daud)


Unta Mengadu Kepada Rasulullah
Dari Abdullah bin Ja'far, ia berkata: Pada suatu hari Rasulullah SAW mengajakku menumpang di belakang tunggangannya dan menyampaikan rahasia kepadaku, yang rahasia itu tidak akan aku sampaikan kepada siapa pun. Yang paling Rasulullah sukai ketika menunaikan hajat adalah menutupinya dengan tempat yang berdindingkan pohon kurma. Nabi kemudian menuju ke kebun seorang sahabat Anshar, namun tiba-tiba datang seekor unta. Ketika unta tersebut melihat Nabi SAW, sang unta merintih dan mencucurkan air mata. Nabi mendatangi unta tersebut dan mengusap telinganya hingga unta itu terdiam. Setelah itu Nabi berkata, "Siapakah pemilik unta ini? Siapakah yang mempunyai unta ini? " Kemudian datanglah seorang pemuda Anshar dan berkata, "Ini untaku wahai Rasulullah!" Rasulullah kemudian berkata, "Apakah kamu tidak takut kepada Allah atas binatang yang diberikan Allah untukmu? Sesungguhnya unta ini mengadu kepadaku bahwa kamu telah membuatnya kelaparan dan melelahkannya. " (HR. Muslim)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar