Monday, 13 November 2017

Ternyata Cinta Tak Sekedar Memandang Rupa, Tapi Ini Rahasianya

Saya dari dulu menganggap cinta itu berstatus setara. Maksudnya cinta akan didapat kalau misalnya orang tampan jodohnya cantik. Kaya dengan kaya. Pikiran saya seperti itu. Namun setelah saya perhatikan lagi, anggapan itu makin lama makin menyusut. 
Spekulasi ini mulai luntur ketika saya jalan-jalan di salah satu sosial media bernama facebook. Saya melihat ada suami istri yang nampak sedang selfie. Saya perhatikan istrinya tidak cantik-cantik amat tapi mendapat suami berparas tampan.

Friday, 3 November 2017

Pemudi Hafidz Qur'an Itu Menghembuskan Nafas Terakhir Di Penghujung Malam

Ada seorang pemudi hafidz qur'an (hafal Qur'an 30 juz) mengajar di salah satu pesantren tahfidz di Jawa Tengah. Selain mengajar, ia dikenal kuat dalam muroja'ah/mengulang hafalan. Sebab baginya hafalan Qur'an harus terus dijaga agar tidak lupa. Ayat Qur'an tidak seperti bacaan lainnya yang awet di ingat. Jika hafalan Qur'an tidak di ulang maka lambat laun akan lupa.
Ia diuji oleh Allah dengan mengidap kanker otak. Saat kambuh ia sulit beraktifitas. Hanya terbaring lemas diatas ranjang dan menahan rasa sakit yang tak terkira. Apalagi ketiadaan kedua orang tua yang telah lama meninggal makin perih perasaannya saat itu.

Friday, 29 September 2017

Mawar Berduri Dan Kuatnya Keyakinan

Pernah seorang pelatih memberikan tugas kepada peserta yang terdiri dari anak-anak SMA untuk membuat gambar yang menjelaskan tentang siapa diri mereka. Kalau ada yang bermaksud menggambar cita-cita, gambarlah cita-cita. Kalau ada yang hendak menggambar untuk menjelaskan sebuah keluarga, maka gambarlah keluarga.

Acara menggambar dimulai, maka semua peserta mengeluarkan jiwa imajinasi yang kreatif. Bereksplorasi dengan karya yang mungkin bisa disebut asal-asalan. Sebab tak sedikit dari mereka sambil bercanda ria bersama teman disampingnya.

Thursday, 28 September 2017

Kehidupan Hanya Seperti Tiga Hari

“Mau berapa lama hidup di dunia?”

Pertanyaan diatas mungkin terasa aneh. Sebab kita tak ada yang tahu satupun bakal meninggalkan dunia. Tapi sepertinya kalau ditanya tentang tinggal berapa lama singgah disuatu tempat, tentu pertanyaan itu akan mudah dijawab. Dunia yang kita singgahi ini, menurut Hasan Al-Bashri, Ulama Besar Tabi’in, adalah seperti tiga hari saja.
Kenapa hanya tiga hari?

Wednesday, 20 September 2017

Satu Malam Bersama Ulama


Kita kadang terbetik untuk berfikir bagaimana para toko besar menjalani kehidupan. Berinteraksi sosial sesama teman, tetangga dan saudara serta muslimin lainnya, tentu bagian dari kehidupan yang tak terpisahkan. Kesempatan pun Allah beri sama seperti kita, sehari 24 jam. Namun ada satu hal yang bisa menjadi perbedaan besar, atau jurang terpisah antara kita dengan mereka.

Maka sangat-sangat wajar para tokoh dan juga Ulama besar memiliki ilmu dan agama yang begitu kuat. Dalam masalah waktu nampak begitu "pelit". Bagi mereka kesempatan yang ada terlalu berharga untuk disia-siakan.

Bahkan disaat yang seharusnya bisa digunakan untuk istirahat sebagaimana manusia pada umumnya, tapi justru digunakan untuk sesuatu hal demi kemaslahatan agama dan umat. Sama sekali tak terlintas jika yang mereka lakukan mungkin bisa mempengaruhi fisik, atau apa saja yang membuat badan menjadi semakin lelah.

Saturday, 9 September 2017

Jangan Takut Bermimpi





“Mari sampaikan harapan-harapan kita”

Serempat 4 pemuda dari anak-anak sahabat mulia Rosul, membuka halaqoh mereka di dekat Hijr Ismail.

Mereka tengah membuat majelis cita-cita. Seperti kita dulu saat duduk di sekolah dasar. Pasti pernah oleh salah seorang guru untuk menyebutkan cita-cita, mau jadi apa saat dewasa kelak.

Friday, 18 August 2017

7 Sikap Ini Bisa Membuatmu Bahagia




Kalau ada yang bertanya, “Kamu pengen bahagia nggak?”
Pasti jawabannya mau. Siapa manusia di dunia ini yang tak mau bahagia. Cuma kadang cara orang mencari bahagia itu yang berbeda.

Tentunya berbanding lurus dengan bagaimana dia memahami arti bahagia tersebut.
Sebenarnya bahagia kalau mau dicari dengan teliti, ternyata bukan berada pada materi belaka.
Tetapi ada pada sikap kita dalam menjalani hidup. Maka ada 7 sikap agar meraih kebahagiaan menurut Ali bin Abi Thalib RA. Berikut kunci-kuncinya:

Thursday, 3 August 2017

Kau, Yang Menunggu Dipenantian Hidupku

Sudah berapa lama aku mencari seseorang yang dapat menemani hidup dalam sendiri. Dari medsos, kenalan istri teman, teman sesama komunitas dan sampai dijodohkan orang tua.

Dibandingkan teman seumuran, aku termasuk orang yang layak disebut jones, jomblo ngenes. Ah, sebutan yang bagiku seperti menyilet kulit sendiri. Pedih rasanya.
Tapi itulah kenyataanku.

Namun tanpa sadar, kau ternyata telah menanti lama akan kehadiranku. Apa mungkin ini adalah jawaban do’amu tiap malam, memohon dihadirkan penyempurna hidupmu?

Tuesday, 1 August 2017

Belajar Dari Sifat Lembut Dan Pemaaf Buya Hamka

Haji Abdul malik Karim Amrullah, atau dikenal dengan Buya Hamka, adalah sosok tokoh
Indonesia yang memiliki semangat dakwah. Baik dakwah diatas mimbar ataupun diatas
kertas. Beliau yang terlahir dari keluarga berpendidikan, memiliki sifat yang sangat terpuji.
Khususnya tatkala fitnah menyerang.

Pernah Buya Hamka di fitnah sebagai pengkhianat bangsa yang kemudian menyebabkan
beliau tinggal dibalik jeruji besi.

Saturday, 29 July 2017

Kita Hanyalah Seperti Traveler

Sahabat Umar bin Khattab RA. suatu ketika mendatangi rumah Rosulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Namun sepertinya rumah itu lebih layak disebut bilik kecil disisi masjid Nabawi. Al-Faruq mendapati sang mulia sedang tidur beralasan tikar yang memberi bekas-bekas guratan pada badannya.
Tetiba saja pemandangan tersebut membuat sisi terdalam sahabat yang terkenal tegas dan keras di Makkah itu muncul. Air matanya mengucur, merasa iba dengan keadaan Rosulullah.
Rosulullah mengetahui ada Umar yang sedang menangis, lantas bertanya, “Kenapa engkau menangis wahai Umar?”

Sunday, 23 July 2017

Satu Do'a Lagi Yang Belum Terkabul

Ada sebuah kisah cukup unik yang menggambarkan dahsyatnya kekuatan dzikir, yaitu kisah antara Imam Ahmad bin Hanbal dengan pembuat roti.

Di akhir-akhir hayat sang Imam, pernah terlintas ingin mendatangi salah satu kota di Irak. Kemudian beliau berangkat ke kota itu.

 Sesampainya disana bertepatan dengan waktu maghrib, lantas beliau shalat maghrib berjama’ah disebuah masjid. Sambil menunggu Isya, Imam yang dijuluki sebagai Amirul mukminil fil hadist itu membaca Quran dan dilanjutkan dengan shalat Isya.

Tuesday, 18 July 2017

Aku, Kau, Dan Maut

Bahas tentang cinta memang tidak akan pernah habisnya. Sebab cinta adalah anugerah dari Allah untuk manusia. Dengan cinta perdamaian bisa tersebar. Pun dengan cinta mampu terjadi pertikaian yang tak pernah ada habisnya.

Namun hari ini bila membahas cinta, sering kali dikonotasikan kepada muda-mudi yang baru berpadu rasa. Saling suka diantara keduanya. Memang itu bisa disebut cinta. Tapi terlalu sempit bila cinta hanya antara yang muda saja. Sebab cinta bisa ke siapa saja. Seperti ibu ke anaknya, cinta anak ke ayahnya, cinta kakek ke cucunya dan masih banyak lagi. Justru cinta selain muda-mudi terkadang lebih tulus dan langgeng. Bisa bertahan sangat lama dan sangat mungkin abadi.

Sunday, 16 July 2017

Surat Tulang Dari Khalifah


Pada masa khalifah Umar bin Khattab, Mesir berada dibawah gubernur Amr bin Ash. Kehidupan gubernur ini begitu mewah. Pernah suatu ketika ia terbetik untuk membangun masjid besar didekat istananya. Tanpa butuh waktu lama, ia eksekusi idenya tersebut. Namun terhalang dengan gubuk reot milik seorang yahudi yang sudah tua.

Tanpa basa basi, Amr bin Ash hendak membelinya. Tapi si yahudi bersikeras tidak mau menjual rumah satu-satunya itu. Amr bin Ash tidak kehabisan akal. Ia menawarkan harga lebih tinggi, bahkan dua belas kali lipat dari harga normal. Lagi lagi si yahudi tetap pada pendiriannya.