Sunday, 23 July 2017

Satu Do'a Lagi Yang Belum Terkabul

Ada sebuah kisah cukup unik yang menggambarkan dahsyatnya kekuatan dzikir, yaitu kisah antara Imam Ahmad bin Hanbal dengan pembuat roti.

Di akhir-akhir hayat sang Imam, pernah terlintas ingin mendatangi salah satu kota di Irak. Kemudian beliau berangkat ke kota itu.

 Sesampainya disana bertepatan dengan waktu maghrib, lantas beliau shalat maghrib berjama’ah disebuah masjid. Sambil menunggu Isya, Imam yang dijuluki sebagai Amirul mukminil fil hadist itu membaca Quran dan dilanjutkan dengan shalat Isya.

Tuesday, 18 July 2017

Aku, Kau, Dan Maut

Bahas tentang cinta memang tidak akan pernah habisnya. Sebab cinta adalah anugerah dari Allah untuk manusia. Dengan cinta perdamaian bisa tersebar. Pun dengan cinta mampu terjadi pertikaian yang tak pernah ada habisnya.

Namun hari ini bila membahas cinta, sering kali dikonotasikan kepada muda-mudi yang baru berpadu rasa. Saling suka diantara keduanya. Memang itu bisa disebut cinta. Tapi terlalu sempit bila cinta hanya antara yang muda saja. Sebab cinta bisa ke siapa saja. Seperti ibu ke anaknya, cinta anak ke ayahnya, cinta kakek ke cucunya dan masih banyak lagi. Justru cinta selain muda-mudi terkadang lebih tulus dan langgeng. Bisa bertahan sangat lama dan sangat mungkin abadi.

Sunday, 16 July 2017

Surat Tulang Dari Khalifah


Pada masa khalifah Umar bin Khattab, Mesir berada dibawah gubernur Amr bin Ash. Kehidupan gubernur ini begitu mewah. Pernah suatu ketika ia terbetik untuk membangun masjid besar didekat istananya. Tanpa butuh waktu lama, ia eksekusi idenya tersebut. Namun terhalang dengan gubuk reot milik seorang yahudi yang sudah tua.

Tanpa basa basi, Amr bin Ash hendak membelinya. Tapi si yahudi bersikeras tidak mau menjual rumah satu-satunya itu. Amr bin Ash tidak kehabisan akal. Ia menawarkan harga lebih tinggi, bahkan dua belas kali lipat dari harga normal. Lagi lagi si yahudi tetap pada pendiriannya.

Saturday, 15 July 2017

Dia Bagian dari Diriku, dan Diriku Bagian dari Dirinya



ADA salah seorang sahabat Nabi bernama Julaibib. Ia memiliki wajah yang tidak begitu menarik. Banyak wanita yang dilamarnya selalu menolak.
Bahkan pernah salah seorang wanita Anshor bilang kepada wanita yang lain, jika datang Julaibib untuk melamar, maka jangan diterima.

Hingga suatu hari Rasulullah mendatanginya karena memahami keadannya.

“Wahai Julaibib, maukah aku carikan seorang wanita pendamping hidupmu?” tanya Rasul.
“Mau ya Rasulullah!” jawab Julaibib mantap.
Kemudian Rasul mencari siapa yang nanti bakal menjadi mertua Julaibib. Dicarilah salah satu keluarga Anshor.

Tuesday, 11 July 2017

Dunia Ibarat Terminal


Seberapapun lamanya tinggal di dunia, kita bakal meninggalkannya. Seindah apapun rumah tinggal kita, tidak akan menjamin umur kita awet menikmatinya. Layaknya terminal. Ya, terminal. Sebagus dan seindah apapun itu terminal, kita tidak akan lama tinggal di terminal. Sebab terminal hanya persinggahan menuju akhir perjalanan kita, Akherat.

Kita bisa perhatikan orang-orang yang kaya tapi tidak sholeh. Mereka terkadang sulit membendung hasrat mengumpulkan banyak harta yang tidak begitu penting. Membeli sesuatu hanya karena gengsi dan gaya. Saling berlomba  dengan kekayaan orang lain. 
Padahal sebanyak apapun yang dibeli, tidak akan bisa dibawa ke negeri akherat. Semua akan berhenti dan meninggalkan kita saat berada di liang lahat. Semua yang kita cintai bakal balik meninggalkan kita. Namun hanya satu saja yang menemani dengan setia. Yaitu amal shalih.

Saturday, 10 June 2017

Beda Afi dengan Naufal Raziq


Afi anak SMA yang (katanya) otaknya berpikir dewasa. 
Saat ketahuan kalau salah satu update statusnya hasil jiplakan alias plagiat, baru deh kelihatan belangnya. Belum lagi isi kontennya berbau liberal. 
Yang dulu banyak nerima sanjungan, sekarang gak sedikit nerima bully sana sini. Sempat akun facebooknya tersaspend karena ada beberapa pihak yang tak suka dengan pendapatnya yang dinilai liar. 😅 😂

Monday, 24 April 2017

Yakin, Hidup Kita Tak Ada Dosa?

Tak ada gading yang tak retak. Begitu pepatah mengatakan. Artinya tidak ada manusia yang tak punya salah. Sesempurnapun orangnya, tetap pernah melakukan kesalahan. Tapi Allah menyediakan suatu media dimana kesalahan yang sangat mungkin melahirkan dosa dengan suatu pertaubatan.

Disinilah sering kali yang membedakan banyak manusia. Bertaubat. Tidak mudah taubat itu dilakukan. Banyak faktor kenapa taubat bisa terhalang. Diantaranya karena merasa tidak ada dosa. Kalau ini yang sudah menjadi faktornya, apapun dosa yang dilakukan, maka tidak terbesit sedikitpun bergerak untuk taubat. Tapi bila sadar telah melanggar perintah, sekecil apapun dosanya, bongkahan hati akan mudah menerima cahaya taubat.

Sunday, 23 April 2017

Yakin, Hidup Kita Penuh Pahala?

Indah rasanya saat hidup kita dipenuhi ketaatan. Selalu dihiasi kesibukan dalam mencari ridho-Nya. Tak ada waktu sedikitpun terbetik melakukan maksiat. Sampai mengira hidup kita dipenuhi pahala. Dan syurgapun sepertinya selangkah lagi kita dapatkan. Tapi tunggu dulu. Apakah itu hanya perasaan kita saja? Merasa hidup kita penuh pahala hanya karena banyak amal shalih yang kita lakukan.

Saturday, 22 April 2017

Maut Tak menunggu Kesiapanmu

“Shalatnya nanti saja. Bisa luntur make upmu kalau untuk wudhu”. Kata ibu mengingatkan anaknya yang telah berhias, dan akan melangsungkan pernikahan malam itu. Tapi karena waktu shalat datang, wanita tersebut tidak bisa menunda shalat. Ia tidak terbiasa menunda shalat, yang akhirnya hilang keutamaan shalat tepat waktu.

Sang Ibu terus mengingatkan agar shalat diundur sampai pernikahan selesai. Namun ia tetap mengambil wudhu. Lunturlah make up yang tentu saja tidak butuh waktu sebentar menghiasnya. Tapi baginya, tak ada yang lebih berharga dari pada shalat tepat waktu.

Friday, 21 April 2017

Maut Tak Menunggu Umurmu

Saya masih ingat saat ustadz saya bercerita. Ada kakak beradik naik sepeda. Mereka  berboncengan hendak membeli sesuatu di warung yang cukup jauh dari rumahnya. Kakak beradik ini melewati jalan raya. Banyak mobil-mobil besar lewat. Mereka mengambil jalan melewati pinggir-pinggir aspal.
Entah kenapa tiba-tiba keduanya terjatuh. Mungkin karena ban sepeda terpeleset di pinggir-pinggir aspal, jadi kehilangan keseimbangan, dan terjatuh.
Saat itu sang adik terjatuh ketengah jalan dan sang kakak terjatuh di pinggir aspal.
Tiba-tiba saja ada mobil besar lewat.
“Cress…..”

Thursday, 20 April 2017

Tamu Agung Mau Datang. Siapkah Kita Menjamunya Dengan Baik?

“Kayaknya baru kemaren ramadhan, eh udah mau ramadhan lagi!”.

Mungkin kata-kata itu menjadi perwakilan dari kalimat yang semisal. Merasa heran, seperti waktu setahun berjalan begitu cepat. Tamu itu kembali datang menyapa kita.
Dia mengetuk di setiap pintu rumah umat Islam. Akankah ada penghuni rumah yang bersedia memuliakannya seperti tahun-tahun lalu?
Ataukah dikalahkan oleh urusan dunia yang semakin menumpuk?

Berbagai macam bentuk bagaimana muslim hari ini menyambut tamu agung tersebut. Dari situlah muncul klasifikasi. Secara garis besar ada tiga macam muslim dalam memuliakan tamu agung ini.

Wednesday, 19 April 2017

Kejadian Berdarah Polisi Menembak Penumpang Mobil

Ada insiden naas yang baru-baru ini kita dengar. Seorang polisi menembak beberapa penumpang yang berada di mobil pribadi. Satu meninggal dan lainnya luka-luka. Kronologisnya, bahwa saat ada razia sebuah mobil mencoba menghindari razia polisi. Namun polisi melepas tembakan ke arah mobil yang berusaha kabur. Akhirnya korban tidak dapat dihindari.

Mendengar polisi yang dianggap melakukan aksi koboi itu, rasanya masyarakat hari ini ketidak percayaan pada polisi yang katanya mengayomi masyarakat makin menebal. Tapi sebenarnya kita harus bersikap bijak menghadapi kabar seperti ini. Kalau dilihat dari kedua belah pihak, sebenarnya semua salah.

Tuesday, 11 April 2017

Pengamen Jalanan

Saya dan seorang teman sedang asyik duduk di sebuah ruangan, menunggu jadwal keberangkatan bis di salah satu agen bus Bekasi.  Terdengar suara musik cukup keras dari arah luar. Tak lama muncul 3 sosok "makhluk berambut panjang.
"Oh ternyata ada perempuan lagi ngamen", pikir saya.
 Namun tak sengaja saat melihat sekilas wajah mereka, Innalillah, alangkah kagetnya saya. Ternyata 3 manusia berambut panjang itu laki-laki semua.
"Ya Allah, Mimpi apa semalam kok bisa ketemu sama orang yang ngeri kayak gitu?"